Posts tagged ‘tuhan’

Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku

Bacaan:
Mazmur 63:8 “Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.”

Renungan:
Derek Redman mengikuti cabang lari dalam olympiade Barcelona pada tahun 1982. Kemenangan itu akan dipersembahkan kepada ayahnya yang tidak pernah berhenti memotivasinya untuk masuk ke olympiade tersebut. Ketika pertandingan dimulai segalanya berjalan dengan baik sampai di putaran terakhir tiba-tiba Derek jatuh tergeletak. Ia mengalami cedera saat kakinya kram. Derek bergumul dengan rasa sakit dan keinginannya untuk melanjutkan pertandingan, sementara di tribun ayahnya terlihat sangat gelisah, karena itu ia segera melompat dari tempat duduknya dan mencari jalan tercepat menuju gelanggang pertandingan. Saat akan masuk ke lintasan, seorang petugas menghentikan langkahnya, “Maaf Pak, anda tidak diijinkan masuk ke dalam area lintasan.” “Tapi itu anak saya,” kata ayahnya sambil menunjuk ke arah Derek. Sang ayahpun akhirnya diijinkan masuk ke dalam lintasan lari tanpa peduli apa kata ribuan penonton. Setelah memotivasi Derek, ia memapah puteranya dan mereka berjalan bersama-sama menuju garis finis untuk menyelesaikan pertandingan tersebut.
Apa yang dilakukan ayah Derek merupakan gambaran tentang hasrat hati Bapa di sorga yang rindu menolong kita. Ia selalu hadir untuk memberikan kekuatan ketika kita berjuang agar bisa sampai ke garis finis. Sesungguhnya tanganNya yang perkasa tidak akan pernah membiarkan kita tergeletak. Dia siap menopang agar kita tidak pernah berputus asa karena Dia tahu batas kekuatan kita.
Mungkin saat ini kita sedang terjatuh dan merasakan berbagai kenyerian yang tak terperi sehingga kita tak mampu lagi untuk melangkah. Janganlah tawar hati, tapi teguhkanlah hati kita dan percayalah bahwa Dia tetap ada untuk memberi kita kemenangan. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, tambahkanlah imanku agar aku semakin percaya bahwa Engkau selalu ada untukku dalam setiap peristiwa hidupku. Jangan biarkan aku meragukan kuasa dan pertolonganMu, tapi biarlah RohMu yang kudus senantiasa tinggal dalam hatiku untuk memberi aku kesetiaan dalam mengikuti Engkau. Amin. (Dod).

YesusCintaIndonesia.com

Advertisements

July 16, 2016 at 10:49 pm Leave a comment

Di Arizona, 2 Gereja Merger Demi Membawa Dampak Yang Lebih Besar

Kebanyakan gereja yang merger melibatkan satu gereja yang sehat dan satu gereja yang hampir ditutup. Tapi di Arizona, dua gereja sehat yang sedang bertumbuh merger bersama dengan tujuan menciptakan dampak yang lebih besar.

East Valley Bible Church dan Praxis Church – hanya terpisah 12 mil dari Gilbert dan Tempe – telah memutuskan untuk bergabung dan membentuk Redemption Church. Tanggal peluncuran resmi untuk gereja merger ini adalah 9 Januari 2011.

“Kami merasakan panggilan Allah dengan sangat kuat untuk datang bersama-sama demi kebaikan kerajaan-Nya,” ujar para pemimpin gereja dalam situs mereka. “Dengan demikian, kami percaya lebih banyak orang di Arizona akan diubah oleh Injil.”

Keputusan merger ini dibuat pada musim panas lalu.

Tom Shrader, pendeta pengajaran di East Valley Bible Church (EVBC), mengakui tidak banyak orang yang akan “bergabung” dengan apa yang mereka lakukan untuk menciptakan identitas baru.

Didirikan pada tahun 1991, EVBC mengalami pertumbuhan sejak awal meskipun Shrader dan timnya hanya tahu sedikit tentang memulai sebuah gereja.

“Tak satupun dari kami tahu banyak hal. Dan itu tidaklah berlebihan,” ujar Shrader.

Setelah bertumbuh mencapai 450 jemaat, gereja membangun fasilitas besar dan menyaksikan 900 orang hadir dalam pembukaan gedung gereja baru.

“Tuhan memberkati kami,” ujar pendeta pengkhotbah ini. Gerejanya saat ini telah beranggotakan sekitar 4.000 jemaat.

Praxis Church sementara itu juga memulai gerejanya tidak dengan glamour. Didirikan tahun 2004, gereja ini memulai kebaktian di ruang tamu dan bertumbuh dari 10 menjadi 15 jemaat pada tahun pertama.

Kenyataan itu menyakitkan bagi Justin Anderson, pemimpin gembala dari Praxis. Ia datang dari sebuah gereja besar di San Diego, California, dimana segala sesuatu yang mereka lakukan “berubah menjadi emas,” ujarnya.

Anderson kemudian menemui Shrader yang memberikan bantuan dan bimbingan selama beberapa tahun. Hari ini, Praxis Church merupakan sebuah gereja yang sehat dan bertumbuh.

Menjelaskan mengapa kedua gereja ini memutuskan untuk bergabung, Anderson mengatakan bahwa mereka memiliki firasat bahwa “aliansi ini akan menciptakan kesempatan-kesempatan yang dapat mendatangkan manfaat bagi kota-kota dan juga gereja-gereja lainnya.”

Baik Anderson maupun Shrader telah memiliki visi untuk memberikan pengaruh kepada kampus mereka masing-masing.

Shrader menjelaskannya seperti ini: “Kami sedang tidak mencoba untuk menjadi megachurch. Kami sedang mencoba untuk menjadi sebuah denominasi (dalam arti bahwa) kami ingin membawa pengaruh bagi kampus-kampus (dan) generasi.”

Dia menambahkan, “Kami bukan saja sedang berpikir tentang gereja kami sendiri tapi Kerajaan Allah. Saya pikir hal itu menjadi motivasi yang sangat kuat.”

Visi Redemption Church adalah untuk memenuhi Arizona dengan Injil, mereformasi dan menjalankan gereja misi melalui gerakan misi dan penanaman gereja.

Menekankan komitmen tak tergoyahkan dari Redemption Church terhadap Injil, Anderson mengatakan, “Hal ini merupakan janji dari Injil, bahwa karya Yesus di atas kayu salib dapat diterapkan dalam setiap aspek kehidupan kita, dan hal itu benar-benar dapat mengubah segalanya.”

“Keindahan Injil adalah penebusan… tentang siapa kita,” ujarnya. “Misi kami adalah memuridkan orang untuk meresponi Injil dan berusaha menebus semua yang bernafas bagi kemuliaan Allah.”

Betapa indahnya jika kesatuan hati seperti ini dapat dimiliki gereja-gereja di segala tempat. Dalam kesatuan hati, apa yang menjadi tujuan penyelamatan itu dapat dikerjakan setiap bagian dari tubuh Kristus dengan penuh sinergi.

sumber : jawaban.com

 

November 30, 2010 at 7:40 pm Leave a comment

Paus: Tulis Blog, Untuk Tuhan

Paus Benedictus XVI menghimbau para pendeta agar menggunakan teknologi modern seperti webblog. Dengan ini gereja bisa menyebarkan ajaran Tuhan.

Seruan itu disampaikan Paus Sabtu (23/1) dalam Hari Komunikasi Gereja Katolik Roma. Menurut Paus teknologi baru ini membuka peluang untuk menjangkau banyak orang yang terpisah jarak. Selain itu, internet membuka perspektif baru untuk dialog. Dengan memakai teknologi ini, menurut Paus, para pendeta bisa “membuat Tuhan hadir di dunia masa kini.”

Vatikan selama ini sangat berhati-hati terhadap teknologi komunikasi baru. Tapi Benedictus XVI tampaknya mulai mencoba kurs baru. Berbagai pidato Paus bisa diikuti lewat iPhones dan iPods. Vatikan juga punya halaman di Facebook.

sumber : rnw.nl

January 24, 2010 at 1:53 am Leave a comment

Kelahiran Yesus Kristus

Kelahiran yesus Kristus

Kelahiran yesus Kristus

Matius 1 : 18 – 25

(18) Beginilah kisah tentang kelahiran Yesus Kristus. Ibu-Nya yaitu Maria, bertunangan dengan Yusuf. Tetapi sebelum mereka menikah, ternyata Maria sudah mengandung. Yusuf tidak tahu bahwa Maria mengandung karena kuasa Roh Allah.

(19) Yusuf, tunangannya itu, adalah seorang yang selalu mentaati hukum agama. Jadi ia mau memutuskan pertunangannya, tetapi dengan diam-diam, supaya Maria tidak mendapat malu di muka umum.

(20) Sementara Yusuf menimbang-nimbang hal itu, ia bermimpi. Dalam mimpinya itu, ia melihat seorang malaikat Tuhan yang berkata kepadanya, “Yusuf, keturunan Daud, jangan takut menikah dengan Maria; sebab anak yang di dalam kandungannya itu terjadi oleh kuasa Roh Allah.

(21) Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki. Anak itu harus engkau beri nama Yesus, karena Ia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

(22) Semuanya itu terjadi demikian supaya terlaksana apa yang dikatakan Tuhan melalui nabi-Nya, yaitu,

(23) “Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Anak itu akan dinamakan Imanuel.” (Imanuel adalah kata Ibrani yang berarti, “Allah ada bersama kita”.)

(24) Sesudah Yusuf bangun, ia melakukan apa yang dikatakan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia menikah dengan Maria.

(25) Tetapi selama Maria belum melahirkan anaknya itu, Yusuf tidak bercampur dengan Maria. Dan sesudah anak itu lahir, Yusuf menamakan-Nya Yesus.

**************************************

**************************************

kurang lebih 2000 tahun yang lalu, Yesus telah lahir ke dalam dunia, mengambil rupa seorang manusia dengan tujuan menyelamatkan umat manusia dan memberi kesaksian tentang kebenaran.

Sejak Adam dan Hawa (manusia pertama) jatuh ke dalam dosa, manusia telah kehilangan kemuliaan Tuhan. Hubungan manusia dengan Tuhan tidak harmonis lagi. Manusia yang penuh dosa tidak mungkin bisa menghampiri Tuhan yang Maha Suci.

Oleh karena itu Tuhan memutuskan untuk mengutus Anak-Nya yang tunggal, turun ke dalam dunia, karena hanya Yesus (yang berasal dari Surga) saja yang bisa menuntun manusia menuju Surga.
Manusia tidak mungkin bisa menuntun manusia lainnya menuju surga, karena dia sendiri pun belum pernah melihat surga (orang buta tidak mungkin bisa menuntun orang buta).

Yesus lahir dalam kondisi yang sangat sederhana, bukan dalam lingkungan istana yang mewah (seperti kebanyakan pemimpin dunia).
Dalam keadaan yang sederhana seperti itu, semua orang tanpa kecuali, kaya-miskin,tua-muda,raja atau budak sekalipun, dapat menemui bayi Yesus. Seandainya Yesus dilahirkan dalam istana Herodes, gembala yang miskin tidak akan mungkin memiliki kesempatan untuk menemui sang Mesias.

Waktu (tanggal,bulan, dan Tahun) kelahiran Yesus, tidak disebutkan secara eksplisit dalam Alkitab. Beberapa literatur menjelaskan bahwa Yesus tidak dilahirkan pada tanggal 25 Desember karena pada bulan desember berlangsung musim dingin di Betlehem dan tidak mungkin ada gembala di padang pada musim seperti itu.

Akan tetapi, kesalahan tanggal dalam merayakan hari Natal, tidak akan berpengaruh terhadap iman kepercayaan dan keselamatan kita.
Yang lebih utama ialah Kristus telah lahir ke dalam dunia dan hanya lewat Dialah kita beroleh keselamatan. Kita hanya perlu menerima uluran kasih-Nya yang tanpa syarat dan menjadikan Dia Raja dalam seluruh kehidupan kita.

semoga damai Natal membawa berkat bagi kita semua

Shalom – Tuhan Memberkati

December 21, 2009 at 8:51 pm 9 comments

Yesus : Jangan Khawatir !

Injil Matius
Mat 6:25  “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Mat 6:26  Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Mat 6:27  Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Mat 6:28  Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,

Mat 6:29  namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Mat 6:30  Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

Mat 6:31  Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

Mat 6:32  Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Mat 6:33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Mat 6:34  Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Sebagai manusia biasa, kita tentu tidak luput dari rasa khawatir. apalagi di tengah situasi seperti sekarang ini. keadaan ekonomi tidak menentu. kebutuhan hidup makin meningkat, tapi penghasilan tidak berubah atau malah semakin berkurang. Kita menjadi khawatir akan kelangsungan hidup kita, masa depan anak-anak, apa yang akan kita makan besok, dsb..

Yesus memberikan contoh sederhana : “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” (Mat 6:26)

Kalau Allah mau mengorbankan AnakNya yang Tunggal (Yesus Kristus) demi menebus dosa-dosa kita, maka Dia pun sanggup menolong kita menghadapi rintangan hidup ini. Dia tahu dan menjamin semua kebutuhan kita.

Pertanyaannya kemudian adalah apakah karena Allah sudah menjamin kebutuhan kita, trus kita tidak melakukan apa-apa (pasif – tidak berusaha) ?
Tentu saja tidak. Burung-burung itu harus mencari sendiri makanan untuknya. Allah memang sudah menyediakan makanan khusus untuk mereka, namun mereka tidak boleh pasif.

Hal yang sama berlaku bagi kita (orang percaya). Walaupun Allah sudah memberikan jaminan bahwa hidup kita pasti dipelihara, namun bukan berarti kita boleh berdiam diri. Kita harus aktif, karena firmanNya berkata “Siapa yang tidak bekerja, tidak boleh makan”.

Ora et Labora (berdoa dan bekerja), merupakan prinsip hidup orang percaya. Kita harus bekerja, berusaha dengan sungguh-sungguh, tapi semuanya harus berlandaskan perintah (firman) Tuhan. Kalau kita sudah berusaha sungguh-sungguh, maka kita tinggal menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Tuhan tahu apa yang kita butuhkan dan kita percaya bahwa RancanganNya adalah rancangan damai sejahtera.


——————————————————–

May 23, 2009 at 9:28 pm 1 comment

Kasih Yesus : kasih sejati

Inti ajaran Yesus ialah cinta kasih. Tidak sekedar cinta, namun kasih yang tanpa syarat, bebas dari pamrih, dan tidak mementingkan diri sendiri.

Baca selengkapnya

May 23, 2009 at 6:05 pm 33 comments

Ajaran Yesus tentang sesama

Injil Lukas
Luk 10:25  Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Luk 10:26  Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”

Luk 10:27  Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Luk 10:28  Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”

Luk 10:29  Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”

Luk 10:30  Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.

Luk 10:31  Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.

Luk 10:32  Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.

Luk 10:33  Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.

Luk 10:34  Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

Luk 10:35  Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.

Luk 10:36  Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”

Luk 10:37  Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

Orang Samaria bermusuhan dengan orang Yahudi, akan tetapi justru orang samaria lah yang memilki belas kasihan dan mau menolong orang Yahudi itu tanpa pamrih.

Yesus mengajar kita untuk mengasihi orang yang membenci kita (musuh kita). “Dan Jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu ? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka” (Lukas 6:32).
“Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”
(Matius 5:44).

Siapakah sesama kita ?
Yesus mengajarkan bahwa sesama kita adalah semua orang tanpa kecuali (bukan hanya keluarga terdekat atau saudara-saudara seiman saja), bahkan yang membenci kita adalah sesama kita juga.

Yesus telah menunjukkan kasihNya yang besar (tanpa syarat), ketika Dia mengorbankan nyawaNya demi umat manusia. Jadi kita pun harus mengasihi sesama tanpa syarat. Kita harus menyatakan kasih Kristus kepada semua orang.

———————————————————————————

May 22, 2009 at 11:27 pm Leave a comment


Silahkan kunjungi website baru kami YesusCintaIndonesia.com

Categories

Top Clicks

  • None