Posts tagged ‘muslim’

Kristen, Muslim dan Yahudi Bahas Perdamaian Bersama

Konferensi Muslim – Kristen I diselenggarakan di Kota Betlehem di Tepi Barat pada hari ini (13/12). Konferensi ini diselenggarakan oleh Religions for Peace (RIP) Palestina. Konferensi ini dibuka oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Orang-orang yang hadir yaitu para ulama Islam, pendeta Palestina, dan juga akan diikuti oleh sejumlah tokoh Yahudi atau rabi Israel.

Salah satu orang yang mewakili Islam adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin diundang sebagai Vice Presiden RIP Internasional. Selain itu, ada Grand Mufti (pemimpin ulamat) Bosnia Doktor Mustafa Ceric. Menurut Din, konferensi ini bermakna histories karena baru pertama kali diadakan dan melibatkan para agama samawi (pengikut keturunan Nabi Abraham) di Palestina.

Dalam kunjungan itu, Din dijadwalkan bertemu rabi Yahudi, temasuk juga mengunjungi rumah kelahiran Yesus Kristus, Tuhan kita dan juga mengunjungi Kota Ramallah, ibukota Pemerintah Otoritas Palestina.

Masyarakat dunia, menurut Din, khususnya umat beragama perlu terus menerus berupaya mendorong proses perdamaian di kawasan Timur Tengah, serta mendukung solusi realistis yang telah disetujui banyak pihak, khususnya Palestina – Israel. Solusi ini diharapkan dapat membuat kedua negara hidup berdampingan secara damai dan adil. Seperti yang Din harapkan, kita harapkan juga bahwa dengan adanya konferensi ini, dapat mendorong proses damai Palestina – Israel dan turut menciptakan perdamaian dunia.

sumber : yahoo.co.id

Advertisements

December 13, 2010 at 6:15 pm Leave a comment

PASAR BARTER : Jembatan Persaudaraan Kristen-Muslim

Pemeo lama menyebutkan ”asam di darat, ikan di laut, bertemu dalam belanga” cocok dikenakan dalam kehidupan masyarakat tradisional suku Lamaholot, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Warga Kristen turun- temurun menetap di dataran tinggi, dikenal sebagai petani asli. Adapun warga Muslim yang menetap di pesisir pantai dikenal sebagai pelaut atau nelayan. Kehidupan Kristen dan Muslim di Flores, atau Nusa Tenggara Timur umumnya, saling melengkapi. Mereka hidup rukun sejak ratusan tahun silam.

Orang Kristen mengolah lahan menghasilkan padi, jagung, umbi-umbian, pisang, dan sayuran. Mereka juga memelihara ternak, seperti ayam, sapi, kerbau, dan kambing.

Sebaliknya, mata pencarian utama warga Muslim adalah nelayan, petani garam, dan pedagang. Mereka menyediakan pakaian, perkakas dapur, serta hasil industri, seperti minyak kapak, balsem, minyak kayu putih, dan minyak tawon.

”Warga Muslim menyadari, mereka turunan dari orang Bajo, Makassar, dan pedagang dari Persia atau Gujarat yang ratusan tahun lalu mendarat di Flores. Sedangkan warga Kristen sebagian datang dari Maluku, sebagian lagi dibaptis oleh misionaris Portugis,” kata Elias Laga Kelake (72), tokoh Muslim dari Desa Waiwerang, Adonara Timur, Flores Timur.

Kedua kelompok masyarakat ini bercampur dalam perkawinan dan adat istiadat sehingga tidak ada batasan di antara mereka.

”Hal paling kuat yang mengikat adalah pasar barter yang berkembang sampai hari ini di kalangan suku Lamaholot, seperti Adonara, Lembata, Solor, Alor, dan daratan Flores bagian timur. Tidak pernah muncul persoalan yang membatasi kegiatan pasar barter ini. Kalau ada kasus, selalu dilihat sebagai masalah pribadi dan tidak dikaitkan dengan agama atau suku,” kata Elias Laga.

Berdasarkan kesepakatan

Proses simbiosis mutualisme terjadi di pasar barter. Warga Muslim berjualan hasil laut dan garam serta perkakas rumah. Sebaliknya, orang Kristen menawarkan beras, jagung, umbi-umbian, dan sayur-mayur. Namun, karena peredaran uang di daerah ini sangat terbatas, mereka menggunakan sistem barter.

Selain mengikat nilai persaudaraan, pasar barter juga menjaga adat, kejujuran, keadilan, pengorbanan, dan rasa senasib. Cara menukarkan barang di sana tidak berdasarkan ukuran atau alat timbang. Semua berdasarkan kesepakatan. Yang terpenting, tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Takaran yang ditetapkan sudah berlaku turun-temurun. Misalnya, satu sisir pisang ditukar dengan tiga genggam ikan teri, lima batang jagung dengan satu piring garam dapur, 10 buah singkong dengan delapan ekor ikan kembung, atau 15 buah pinang muda dengan seekor ikan cakalang.

Menurut Philipus Laga Doni, Ketua Adat Desa Demondei, Flores, orang Muslim dan Kristen di kalangan suku Lamaholot mengenal semboyan hidup tite nayu baya. Artinya, satu nenek moyang, bersaudara secara adat, dan keturunan.

Semboyan ini menciptakan kerukunan dan persaudaraan sejati antara warga Muslim dan Kristen. Di beberapa tempat di kalangan suku Lamaholot, bangunan gedung gereja dan masjid berdekatan satu sama lain.

Camat Adonara Timur, Flores Timur, Lewar Ismael, yang warga Muslim, mengatakan, ia menjadi camat di tengah mayoritas warga Kristen, tetapi selalu mendapat dukungan.

”Hanya ada warga yang pulang dari perantauan sering memberi informasi tidak benar dan menghasut warga untuk melakukan perbuatan yang mengganggu hubungan antar-agama. Tetapi, tindakan itu tidak pernah berhasil karena warga menyadari pentingnya hubungan persaudaraan,” kata Ismael.

sumber : kompas.com

December 13, 2010 at 6:02 pm Leave a comment

Upah untuk Membunuh Wanita Kristen

Pemimpin ektrimis muslim di Pakistan menjanjikan uang imbalan bagi mereka yang bisa membunuh seorang wanita kristen. Wanita tersebut dijatuhi hukuman mati karena telah menghina Islam, namun naik banding.

Asia Bibi (45 tahun) mempunyai empat anak, mengelak tuduhan dan menyatakan bahwa dia difitnah setelah bertengkar dengan tetangganya.

Maulana Yousef Qureshi, imam di mesjid besar kota Peshawar, menyatakan bahwa imbalan itu mencapai 4500 euro. “Kami mengharapkan dia akan digantung jika itu tidak terjadi maka mujahidin dan Taliban akan dikerahkan untuk membunuhnya.”

Asia Bibi adalah wanita pertama yang dijatuhi hukuman mati karena telah melanggar hukum penghujatan Tuhan di Pakistan. Presiden Asif Ali Zardari ingin memberikan grasi kepadanya, tapi mahkamah di kota Lahore menentangnya.

sumber : rnw.nl

**mari kita doakan, semoga Asia Bibi dan keluarga diberi ketabahan, dan damai sejahtera dari Tuhan kita Yesus Kristus selalu beserta mereka, serta orang yg berniat jahat (membunuh mereka) dapat dibukakan mata hatinya.**

December 4, 2010 at 2:37 am 1 comment

Umat Muslim Juga Ikuti Pawai HUT Pekabaran Injil

Masyarakat Arfak, Kamis (4/2/2010), mengikuti pawai budaya dalam memeriahkan Hari Pekabaran Injil ke-155 di Manokwari Papua Barat.

MANOKWARI- Suasana toleransi kental terasa saat rombongan Majelis Muslim Papua melintas di sela-sela pawai budaya, Kamis (4/2) sore ini WIT, untuk memeringati HUT ke-155 Hari Pekabaran Injil di Tanah Papua. Peringatan dipusatkan di Manokwari, Papua Barat.

Tak hanya melintas, sekitar 20 orang wanita berjilbab menari-nari dengan sapu tangan putih di tangan. Mereka disambut meriah pula oleh puluhan ribu warga Manokwari yang berjajar di sepanjang jalan dari Sanggeng hingga Kwawi.

Selain Majelis Muslim Papua, masih ada puluhan tim peserta lain yang turut menyemarakkan pawai ini. Sepanjang lima kilometer jalan yang dilalui, peserta menari-nari, ada juga yang menabuh tambur diiringi seruling tanpa lelah.

Sementara, masyarakat Pegunungan Tengah turut berpartisipasi dengan menampilkan tari-tarian perang, lengkap dengan pakaian adat. Lelaki memakai koteka (holim) dan wanita hanya bertelanjang dada. Dengan tubuh yang hitam oleh jelaga dan tangan menggenggam busur panah dan sege (tombak), pemuda-pemuda Wamena itu berlarian secara liar. Alhasil, anak-anak pun berlarian ketakutan, panik.

Namun, itu bukanlah bermaksud menyerang secara sungguh. Mereka hanya menceritakan kehidupan tradisi lama yang gemar berperang antarsuku. Hingga kini, pawai masih berlangsung. Tim-tim dari Raja Ampat masih menunjukkan kekompakan dan kerancakan bermain seruling tambur.

Sementara, tuan rumah Manokwari memperagakan tari-tarian khas suku Arfak. Kerukunan Batak serta kerukunan warga lain pun tak mau ketinggalan. Kegiatan tahunan ini, kini terasa semarak. Dipastikan, Gubernur Papua Barnabas Suebu, Pangdam Cenderawasih Mayjen Hotma Marbun, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Palty Simanjuntak, hadir dalam hari raya warga di Papua ini.

sumber : regional.kompas.com

February 4, 2010 at 6:45 pm 3 comments

Bentrok antara Kristen dan Muslim di Nigeria menewaskan 150 jiwa

Pihak berwenang di kota Jos, Nigeria tengah, mengatakan, bentrokan antara gang-gang Kristen dan Muslim telah menewaskan sekitar 150 orang.

Larangan keluar rumah selama 24 jam kini diberlakukan di kota itu.

Wartawan kami melaporkan, gang-gang Kristen dan Muslim berkeliaran di jalan-jalan sejak akhir pekan.

Bentrokan tercetus ketika pemuda-pemuda Kristen memrotes pembangunan sebuah masjid di sebuah daerah yang berpenduduk mayoritas Kristen.

Sejumlah rumah dan mobil dibakar, dan gang-gang itu kemudian saling tembak.

Menurut petugas, lebih dari 150 orang tewas dan lebih dari 800 terluka.

Wakil Presiden Nigeria telah mengerahkan lebih banyak tentara ke kota itu.

sumber : radioaustralia.net.au

January 20, 2010 at 12:29 pm Leave a comment

Umat Muslim Galang Dana untuk Perbaiki Gereja

VIVAnews – Di tengah ketegangan atas penyerangan sejumlah rumah ibadah di Malaysia, ternyata ada warga yang berinisiatif menggalang aksi solidaritas antar umat beragama.

Seorang warga muslim di Negeri Jiran mengumpulkan dana melalui internet untuk membantu memperbaiki gedung Gereja Tabernakel Metro, yang diserang pada Jumat pekan lalu.

Laman harian The Star mengungkapkan, hanya dalam waktu empat hari, blogger bernama Dr Mohamad Rafick Khan Abdul Rahman tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar RM8.467 (sekitar Rp 23,2 juta).

Rafick mulai mengumpulkan dana melalui blognya, http://rights2write.wordpress.com, segera setelah mengetahui kabar penyerangan gereja. Dia mengatakan, donasi datang dari berbagai negara, paling jauh dari Inggris dan negara lain di Eropa.

Sebagian besar penyumbang dana adalah para pembaca blog dan teman-temannya. Sekitar 33 persen dari pemberi sumbangan adalah etnis Melayu muslim.

“Bahkan ada seorang peternak kambing yang meminta saya membeli kambingnya dan menyumbangkan uangnya,” kata Rafick setelah menyerahkan cek kepada pengurus gereja Tabernakel di Kuala Lumpur, Rabu 13 Januari 2010.

Melalui aksi galang dana, pria 45 tahun tersebut ingin mengirim pesan bagi bangsanya dan dunia bahwa masih banyak umat muslim yang cerdas di Malaysia yang bisa membedakan mana yang salah dan benar. “Banyak umat muslim yang meyakini nilai keagamaan. Banyak umat muslim yang peduli,” kata Rafick.

Salah seorang donatur adalah Melvin San. Pria 59 tahun itu merasa terdorong untuk membantu gereja yang dibakar berdasarkan semangat “1Malaysia”.

“Kita harus mengesampingkan segala perbedaan dan melihat kalau kita semua sama. Serangan itu bisa membangunkan semua orang Malaysia untuk bersatu,” kata San.

sumber : http://dunia.vivanews.com/news/read/121205-umat_muslim_galang_dana_untuk_perbaiki_gereja

January 14, 2010 at 3:30 pm Leave a comment


Silahkan kunjungi website baru kami YesusCintaIndonesia.com

Categories