Posts tagged ‘minta’

Inggris Minta Umat Kristen Puasa Hp dan iPod

Seruan pemuka Gereja Anglikan itu merupakan cara sederhana menghadapi perubahan iklim.

Kalangan pemuka agama di Inggris melontarkan seruan unik jelang ibadah puasa Pra-paskah (Lenient). Mereka meminta umat Katolik dan umat Kristen Protestan dari sejumlah denominasi untuk tidak menggunakan alat pemutar musik iPod maupun telepon seluler selama sehari di masa puasa Pra-paskah.

Seruan itu dilontarkan oleh Kepala Gereja Kristen Anglikan di kota London dan Liverpool. Menurut mereka, umat Kristen di masa puasa Pra-paskah selama 40 hari, yang dimulai Rabu, 17 Februari 2010, tidak hanya pantang mengonsumsi daging, minuman beralkohol, maupun cokelat.

Namun, saat dunia tengah mengalami perubahan iklim, umat Kristiani yang melaksanakan puasa juga diminta tidak menggunakan peralatan elektronik seperti iPod maupun telepon seluler. Berdasarkan kajian ilmiah, para rohaniwan menilai barang-barang itu selama ini dikenal penyumbang karbon terbesar.

Hampir semua warga di Inggris menggunakan telepon seluler dan tidak sedikit pula yang memakai iPod. Penggunaan alat komunikasi secara massal itu dipandang turut berperan dalam mengeluarkan banyak karbon dioksida ke lapisan atmosfer.

Menurut penelitian ilmiah, kadar karbondioksida dalam jumlah yang banyak di atmosfer dapat menyebabkan polusi udara dan ketidakseimbangan alam.

Maka, menurut Kepala Gereja Anglikan di London, Pendeta Richard Chartres, ibadah puasa Pra-paskah itu bisa menjadi momentum untuk menunjukkan “Kasih Tuhan dalam cara yang sederhana.” Dia juga mengingatkan bahwa rakyat di negara-negara miskin merupakan korban terbesar dari perubahan iklim akibat perbuatan manusia itu.

Ibadah puasa Pra-paskah lazim diikuti oleh umat Katolik dan umat Kristen dari Gereja Anglikan dan Ortodoks. (Associated Press)

sumber : teknologi.vivanes.com

Advertisements

February 17, 2010 at 9:30 pm Leave a comment

Pimpinan Gereja di P Siantar Minta Pelaku Pembakaran Gereja di Sibuhuan Ditangkap

Pimpinan Gereja di Pematangsiantar menyampaikan rasa keprihatinan dan sangat menyesalkan tindakan/perbuatan massa yang membakar dua gereja dan rumah dinas Pendeta di Sibuhuan Padang Lawas (Palas), Jumat (22/1) dan sekaligus meminta agar aparat penegak hukum mengusut tuntas permasalahan dengan menangkap para pelaku yang terbukti melakukan pembakaran tempat ibadah, karena perbuatan massa sangat bertentangan dengan hukum dan ajaran agama.

Demikian kesimpulan pendapat Sekretaris Jenderal HKIP (Huria Kristen Indonesia Protestan) Pdt B Harianja dan Wakil Ketua GPdI (Gereja Pantekosta di Indonesia) Sumut-NAD, Pdt B Manurung yang dihubungi terpisah, Minggu (24/1) menanggapi pemberitaan SIB, Minggu (24/1) berjudul “Dua gereja dibakar massa di Sibuhuan Padang Lawas”. Sebab, negara kita adalah negara berdasarkan hukum, sehingga setiap orang tidak boleh bertindak “main hakim sendiri” misalnya massa bertindak membakar tempat ibadah (gereja dan rumah dinas Pendeta). Seandainya ada persoalan supaya disampaikan kepada pemerintah atau aparat penegak hukum untuk menyelesaikan.

Walaupun demikian, kedua pendeta dengan tegas meminta dan mengharapkan agar orang-orang percaya (umat Kristen) yang menjadi korban akibat pembakaran tempat ibadah oleh massa di Sibuhuan Padang Lawas tersebut tidak perlu panik, atau bertindak emosional dengan melakukan tindakan pembalasan, tapi agar tetap tabah dan menyerahkan persoalan kepada pemerintah/aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas masalah pembakaran tempat ibadah dan rumah dinas pendeta tersebut. Bahkan, tegas Pdt B Harianja agar umat Kristen bersedia mendoakan mereka agar mau bertobat dan jangan mengulangi tindakan/perbuatan membakar tempat ibadah karena hal itu bertentangan dengan hukum.

Sebab, seandainya warga gereja bertindak emosional hal itu akan menambah “kekacauan” padahal sebagai umat Kristen kita harus mampu menciptakan suasana damai, kondusif dan membina kerukunan yang sudah terbina cukup baik selama ini umumnya di Sumatera Utara. Tegasnya, warga gereja yang menjadi korban pembakaran tempat ibadah agar mau mengalahkan tindakan kejahatan dengan melakukan perbuatan yang baik seperti disampaikan Rasul Paulus yang menasehatkan seperti tertulis dalam Roma 12, 9-21 “Agar orang-orang percaya mendoakan orang yang melakukan pembakaran terhadap tempat ibadah agar mau menyadari perbuatannya yang keliru”.

Sebagai orang-orang percaya diharapkan warga gereja tetap komit untuk membangun toleransi yang baik, kerukunan dan kedamaian di tengah-tengah kehidupan masyarakat serta menjauhkan segala perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan ajaran agama. Karena itu, Pdt B Harianja dan Pdt B Manurung menyambut gembira adanya jaminan dari Bupati Palas bahwa tidak ada lagi keributan/pembakaran tempat ibadah serta pemerintah akan berusaha memfasilitasi pemberian izin dalam mendirikan tempat ibadah. Bahkan kedua pendeta mengharapkan agar pemerintah berusaha mengupayakan membantu pembangunan tempat ibadah/gereja dan rumah dinas pendeta yang terbakar agar warga gereja dapat kembali melaksanakan ibadahnya dengan baik.

sumber : hariansib.com

February 4, 2010 at 6:47 pm Leave a comment

Penembak Paus Paulus II Minta Pengarang “The Da Vinci Code” Menulis Buku Tentang Dirinya

Ankara (SIB)

Pelaku penembakan mendiang Paus Yohanes Paulus II, Mehmet Ali Agca, berjanji akan membeberkan alasannya menembak pemimpin Gereja Katolik Roma itu. Namun, semua pernyataan Agca tidak akan diberikan cuma-cuma.
Dia meminta imbalan sejumlah uang terhadap pihak yang memberitakan pernyataannya ke publik. Warga Turki yang kemarin baru saja dibebaskan dari penjara itu pernah mengirim surat kepada sebuah media cetak Inggris.

Dalam surat tersebut dia mengklaim, pihak-pihak yang tertarik untuk menggarap proyek film dan dokumenter mengenai dirinya sangat banyak, mulai dari Jepang hingga Kanada. Setelah itu, dia menyebutkan harga yang diinginkan untuk masing-masing jenis pemberitaan mendalam menyangkut dirinya.

Untuk sebuah wawancara televisi, dia meminta US$2 juta. Bila kisahnya dituangkan ke dalam buku, dia meminta US$5 juta untuk dua buku yang salah satunya haruslah sebuah autobiografi.
Seperti dikutip dari laman harian The Independent, Selasa (19/1) pria yang mendekam di penjara selama hampir 30 tahun karena menembak Paus dan membunuh seorang jurnalis Turki ini tampaknya juga menulis surat pada penulis buku laris asal Amerika, Dan Brown.
Dia meminta Brown – yang terkenal dengan novel “The Da Vinci Code” menulis buku tentang dirinya, yang harus diberi judul “The Vatican Code”, dan sebuah film yang berjudul sama. Harian Turki, Hurriyet Daily News, memberitakan bahwa keluarga Agca berharap bisa mendapatkan sedikitnya US$50 juta atas hak cipta serial televisi, wawancara, dokumenter, dan buku-buku mengenai Agca.
Saat ditanya mengenai detailnya, pengacara Agca, Yilmaz Abosoglu, sedikit mengelak. “Kami belum mencapai kesepakatan dengan stasiun televisi atau penerbit manapun. Kami akan menunggu dan melihat apa yang terjadi,” kata Abosoglu.
Pertanyaan besar bagi Agca, yang kini berusia 52 tahun, adalah alasan mengapa dia ingin membunuh Paus, yang nyawanya tetap selamat dari penembakan. Dia pun memimpin Gereja Katolik Roma hingga akhir hayatnya pada 2 April 2005 karena sakit.
Pada 13 Mei 1981 Paus Yohanes Paulus II, yang dinamis dan sangat anti-komunis, tengah menyambut para peziarah di alun-alun Basilika Santo Petrus. Tiba-tiba, Agca, yang hanya berjarak beberapa meter dari Paus, memuntahkan peluru dari sepucuk pistol sehingga dua kali mengenai perut korban. Rohaniwan asal Polandia itu langsung terkulai dari kursinya dan darah membasahi jubahnya yang berwarna krem. Agca segera ditangkap saat hendak melarikan diri. (viva/Int)

sumber : hariansib.com

January 20, 2010 at 12:16 pm Leave a comment


Silahkan kunjungi website baru kami YesusCintaIndonesia.com

Categories