Posts tagged ‘massa’

Massa Razia Gereja HKBP di Rancaekek – Bandung

Massa dari Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI), dan Gerakan Reformasi Islam (Garis) melakukan aksi razia terhadap sejumlah rumah yang dijadikan tempat ibadah kristiani di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (12/12/2010). Mereka datang bersama aparat Satpol PP Kecamatan Rancaekek.

Sekitar pukul 09.00, sebanyak 200-300 orang dari kelompok massa tersebut mendatangi rumah-rumah yang diduga digunakan sebagai tempat ibadah tanpa izin. Mereka berdemonstrasi mendesak pemerintah segera menyegel tempat tersebut dan memintah umat kristiani beribadah di tempat ibadah yang seharusnya bukan di rumah warga.

Lokasi yang dirazia sebanyak tujuh rumah, antara lain, rumah yang digunakan sebagai Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Betania Rancaekek di Kompleks Bumi Rancaekek Kencana. Pihak Satpol PP Kecamatan Rancaekek kemudian menyegel rumah tersebut.

Massa sempat melakukan orasi di depan tempat ibadah tersebut. Puluhan jemaat yang akan melakukan ibadah terpaksa menghentikan aktivitasnya. Massa sempat berhadap-hadapan dengan jemaat, tetapi tidak sampai menimbulkan bentrokan dan aksi anarki.

Tindakan razia seperti ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, razia terhadap tempat ibadah HKBP juga dilakukan massa dari kelompok yang sama di Bekasi dan di tempat-tempat lainnya terhadap tempat ibadah yang tidak berizin. Meski demikian, tindakan razia dan penyegelan ini mendapat penentangan dari sejumlah pihak karena dalam praktiknya pendirian tempat ibadah sering kali sulit mendapatkan izin sehingga warga terpaksa menggunakan rumah tinggal.

sumber : kompas.com

 

Advertisements

December 12, 2010 at 8:34 am Leave a comment

Massa Segel Gereja GPIB Galaxi Bekasi

Bekasi – Sejumlah organisasi massa (ormas) Islam, Senin (15/2) siang, memprotes dan menyegel pembangunan Gereja GPIB di RW 05/17 Perumahan Taman Galaxy, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Hingga berita ini dilaporkan, penyegelan sedang berlangsung dengan membentangkan kain sepanjang 50 meter yang isinya menolak pembangunan gereja tersebut.

Kain tersebut bertuliskan berbagai protes terhadap pembangunan gereja itu, dipasang sekeliling tembok gereja. Selain itu, penghapusan papan nama gereja dan pengibaran bendera sejumlah ormas Islam di lokasi bangunan juga dilakukan. Penyegelan dilakukan dengan alasan bahwa Gereja GPIB tersebut belum menyelesaikan surat izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Seperti diketahui, Gereja GPIB ini, salah satu dari tujuh gereja yang berada di lokasi itu. Massa juga menempelkan surat teguran yang ditandatangani Camat Bekasi Selatan, Hudi Wijayanto terkait pembangunan gereja tersebut. Sambil berorasi, massa menyatakan, dari sejumlah gereja di lokasi itu terdapat beberapa gereja yang belum memiliki IMB, termasuk GPIB yang kini tengah dalam tahap pembangunan dua lantai.

Di antara isi surat Camat Bekasi Selatan yang dilaminating dan ditempelkan massa di bangunan gereja itu bertuliskan.

“Pihak panitia pembangunan gereja untuk tidak melaksanakan kegiatan sebelum menyelesaikan perizinan dari Pemkot Bekasi.”

Surat itu merupakan lembar kelima yang ditempelkan terkait surat camat kepada pihak panitia pembangunan gereja.

Rupanya, pihak gereja membangun tempat ibadah sebelum melengkapi perizinan sehingga camat setempat memberi teguran. Surat teguran pada halaman kelima itulah yang ditempelkan massa.

Pihak gereja yang ditemui tidak ada di lokasi. Tetapi, beberapa tukang yang sedang bekerja terpaksa menghentikan kegiatan mereka setelah puluhan massa mendatangi bangunan itu.

Sebagaimana diketahui, penolakan terhadap gereja di Kabupaten dan Kota Bekasi, sejak akhir 2009 lalu, sudah berlangsung beberapa kali. Pertama, penolakan dialami umat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Philadelpia di Desa Jelajen Jaya Kecamatan Tambun Utara.

Kemudian, dilanjutkan dengan protes sejumlah massa ke Gereja HKBP Pondok Timur di Kecamatan Mustika Jaya Kota Bekasi dan kali ini berlanjut di Gereja GPIB Galilea di Perumahan Taman Galaxy Kota Bekasi.

sumber : hariansib.com

February 16, 2010 at 11:49 am 11 comments

Dua Gereja Dibakar Massa di Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas

Dua rumah tempat beribadah yaitu gereja HKBP dan gereja GPdI serta rumah dinas Pendeta di Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas (Palas) hangus dibakar massa, Jumat (22/1) sekitar pukul 14.15 WIB. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi yang berhasil dihimpun SIB, siang itu ratusan massa secara serentak melakukan aksi pembakaran gereja HKBP. Usai melakukan aksinya massa bergerak dengan menggunakan kendaraan bermotor ke GPdI yang jaraknya ratusan meter dari gereja HKBP tersebut.

Massa tersebut juga melakukan aksinya yang sama yaitu, membakar gereja GPdI. Alasan pembakaran, menurut massa bahwa kedua rumah tempat beribadah tersebut belum memiliki izin.

Informasi diperoleh SIB dari Sibuhuan, Jumat malam sedang diadakan rapat Muspida untuk membahas pembakaran dua rumah ibadah tersebut. “Hasilnya belum tau, karena baru mulai mau rapat,” ujar sumber tersebut.

Bupati Jamin Tidak Ada Lagi Pembakaran
Bupati Padang Lawas (Palas) Basyrah Lubis SH mengatakan bahwa pemerintah akan fasilitasi pemberian izin dalam mendirikan rumah ibadah dalam menyahuti aspirasi yang berkembang di wilayah itu pasca pembakaran rumah tempat beribadah jemaat HKBP dan rumah dinas Pendeta, di Lingkungan VI Kelurahan Sibuhuan, Jumat (22/1).
“Kita sudah rapat Muspida dihadiri Dandim 0212/TS Letkol Inf Togar Pangaribuan, Kapolres Tapsel AKBP Subandiya SH MH, Kakandepag, tokoh masyarakat dan udangan lainnya dan telah bahas secara rinci permasalahan tersebut serta bagaimana antisifasi serta solusinya, ujar Bupati yang dihubungi wartawan SIB melalui telepon selular, Sabtu (23/1).

Penjelasan Bupati, bahwa ketika itu sehabis sholat Jumat (22/1) secara spontan warga yang jumlahnya hampir seribu orang secara bersama-sama mendatangi rumah tempat beribadah tersebut yang jaraknya ratusan meter dan kemudian membakarnya. Selanjutnya massa bergerak ke rumah dinas Pendeta di sana dan juga membakarnya. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, namun sempat membuat kepanikan.
Kondisi saat ini, kata Bupati sudah membaik dan kondusif sehingga diharapkan agar masyarakat selalu menjaganya agar jangan sampai menimbulkan hal- hal negatif. “ Situasinya sudah kondusif , warga jangan takut dan kita jamin tidak akan ada lagi keributan seperti itu. Bagi warga yang sempat mengungsi agar kembali ke tempat semula dan dapat bekerja dengan baik,” ujar Bupati Basyrah Lubis.

Dandim 0212/TS Letkol Inf Togar Pangaribuan SIP dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengatakan bahwa rapat Muspida menyepakati agar segera dibentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar izin pendirian rumah ibadah segera diproses, lokasi pendirian rumah ibadah (gereja) akan dicarikan tempat yang cocok sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Pemda bersama aparat keamanan bekerja sama menjaga agar jangan sampai terjadi lagi permasalahan yang menyangkut rumah ibadah. “Muspida serta tokoh masyarakat sudah sepakat soal itu dan akan mengawalnya dengan baik,” ujar Dandim.

Kapolres Tapsel AKBP Subandriya SH MH dihubungi SIB mengatakan, bahwa pihaknya masih sedang rapat melanjutkan pembahasan permasalahan pembakaran rumah tempat beribadah tersebut. “Kami masih rapat lagi dan penjelasan saya sesuai dengan yang dijelaskan pak Dandim dan pak Bupati tadi,” ujarnya singkat.

Sementara itu Praeses HKBP Distrik I Tapsel Sumbar Pdt Marolop Sinaga MTh dihubungi secara terpisah mengatakan. Dari 53 Kepala Keluarga atau 272 jiwa warga jemaat HKBP Sibuhuan Resort Sion Nauli Ujungbatu Sosa banyak mengungsi karena takut dan trauma. Diharapkan agar Pemkab Palas dan aparat keamanan dapat menjamin kekondusifan daerah tersebut sehingga warga jemaat dapat beribadah dengan aman dan damai.

Sekretaris Diakonia HKBP Distrik I Tapsel Sumbar yang juga anggota FKUB Kota Padangsidimpuan Sahatua Sinaga mengharapkan agar Pemkab Padang Lawas bertanggung jawab untuk menjamin pelaksanaan beribadah umat beragama. Hidup rukun berlaku bagi semua warga negara di NKRI, untuk itu kami menghimbau pemerintah agar segera membangun kembali gereja tersebut. Karena pembangunan rumah ibadah merupakan juga tanggung jawab pemerintah.

sumber : hariansib.com

January 24, 2010 at 1:55 am 1 comment


Silahkan kunjungi website baru kami YesusCintaIndonesia.com

Categories

Top Clicks

  • None