Posts tagged ‘lawas’

Gereja Australia Sesalkan Pembakaran Gereja di Padang Lawas

Pematansgiantar – Sekjen Lutheran Church Of Australia (LCA), Rev Neville Otto, mengatakan sangat menyesalkan dan menyayangkan terjadinya pembakaran gereja di Padang Lawas, Sumatera Utara. Selaku orang Kristen dia tidak mau jika ada orang yang tersakiti.

Hal itu dikatakannya kepada SIB, Selasa (9/2) di sela-sela Rapat Konsultasi Gereja LCA dengan Gereja Lutheran di Sumut, di Restorant Internasional, Jalan Gereja Pematangsiantar. Karena belum dapat informasi yang formal dari gereja yang bersang-kutan (gereja yang dibakar), maka kami belum tau apa yang dapat kami bantu.

Satu hal yang pasti, doa akan memberikan kekuatan bagi kita dalam mengatasi peristiwa tersebut. LCA juga berdoa untuk seluruh masyarakat Indonesia , katanya seraya menyebut LCA berkeinginan mendengar lang-sung dari yang bersangkutan bentuk bantuan apa yang akan dibutuhkan. Selanjutnya dikatakan bahwa selaku orang Kristen, LCA tidak menginginkan ada orang yang tersakiti, karena kita hidup di dunia ini dengan harmonis, tapi kita tidak melihat siapa yang membakar gereja tersebut, tapi kita mengharapkan tidak seorang-pun yang tersakiti dalam peristiwa itu.

Menjawab pertanyaan SIB, apakah peristiwa pembakaran gereja juga pernah terjadi di Australia , Otto menyebut, tidak pernah karena merupakan satu hal yang sulit jika gereja dibakar. Jika terjadi pembakaran Gereja, itu berarti tidak ada damai dan keharmonisan.

Kita harapkan, supaya orang Kristen di Indonesia bisa menun-jukkan kepada khalayak ramai bahwa kita bisa menciptakan suasana yang damai, karena kita percaya bahwa Allah itu Kasih dan kita orang Kristen tetap ber-tanggungjawab menjadi saksi Kristus dan bertanggungjawab bahwa Allah itu baik dan Allah itu Kasih.

Hukuman apa yang pantas bagi pelaku pembakaran gereja, tanya SIB, dengan diplomasi Otto mengatakan bahwa Undang-undang di Indonesia sudah mengatur tentang itu. Otto juga yakin bahwa Undang-undang yang berlaku di Indonesia pasti berpihak kepada sesuatu yang benar.
Di akhir pembicaraan, Otto menginginkan bahwa dalam beberapa hari ini termasuk dalam pertemuan dengan Gereja-gereja Lutheran di Sumut, LCA lebih banyak mendengar informasi secara luas dan langsung dari Pimpinan Gereja mitra LCA tentang pembakaran. Usai Rapat Konsultasi itu, rombongan dari LCA akan melakukan kunjungan ke beberapa gereja. Harapan mereka, ketika berkunjung ke HKBP (salah satu gereja yang dibakar di Padang Lawas), LCA akan dapat informasi yang luas tentang pembakaran, katanya seraya menyebut LCA akan membantu apa yang dibutuhkan jika sudah mendapat informasi yang jelas.

sumber : hariansib.com

Advertisements

February 16, 2010 at 11:45 am Leave a comment

Polisi Disesalkan Lamban Menindak Pelaku Pembakaran Gereja Padang Lawas

Pasca pembakaran dua tempat ibadah yakni Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan Gereja Pentakosta Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Padang Lawas, Sumatera Utara, kemarin siang, keadaan di sekitar gereja mencekam. Warga sekitar gereja berkumpul di rumah masing-masing tanpa melakukan aktivitas di luar rumah.

“Seorang pendeta Gereja Pentakosta Pendeta Hutabarat dan satu jemaat HKBP bermarga Simangunsong terpaksa mengungsi akibat intimidasi orang tak dikenal pasca pembakaran gereja,” kata Pendeta HKBP Resort Sosa Rickson Nainggolan, pagi ini, Sabtu (23/1).

Rickson mengatakan aksi pembakaran gereja meluas menjadi intimidasi dan sudah meresahkan warga Kristen di Kecamatan Barumun. “Seharusnya polisi bertindak cepat menangkap pelaku pembakaran gereja, agar tidak meluas menjadi intimidasi yang bisa dimanfaatkan kelompok tak bertangggung jawab,” kata Rickson.

Menurut Rickson, isu pembakaran gereja itu sebenarnya sudah ditiupkan warga yang tidak mengijinkan warga Kristen beribadah dibangunan gereja milik HKBP dan Pentakosta saat malam Natal 24 Desember lalu.

“Saat itu puluhan warga Sibuhuan menentang ibadah malam Natal dengan dalih gereja belum punya izin.” Padahal Gereja HKBP Sibuhuan sudah berdiri sejak 20 Desember 1982 saat Padang Lawas masih satu kabupaten dengan Tapanuli Selatan. “Gereja HKBP Sibuhuan ini punya izin berdiri,” kata Rikcson.

Seiring pemekaran wilayah, HKBP Sibuhuan berbenah dengan menambah luas bangunan gereja. “Pemekaran wilayah menambah jumlah warga HKBP Sibuhuan terutama pegawai negeri yang bekerja di Kantor Bupati Padang Lawas, yang sebelumnya bekerja di Pemkab Tapanuli Selatan,” kata Rikcson.

“Gereja ada izin, yang kami lakukan hanya menambah sedikit bangunan agar lebih luas. Namun warga mengganggap gereja tidak berizin dan meminta kami menghentikan kegiatan ibadah dengan alasan meresahkan masyarakat,” kata Rickson.

Kepala Polisi Resor Tapanuli Selatan Ajun Komisaris Besar Subandriya kepada Tempo mengatakan yang dibakar masyarakat itu bukan gereja, namun rumah warga yang dijadikan tempat ibadah. “Namun saya jamin tidak ada intimidasi bagi warga Kristen di Sibuhuan dan sekitarnya,” katanya.

Menurut Subandriya, pagi ini dirinya akan melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat di Kantor Bupati Padang Lawas membahas kejadian di Kampung Sibuhuan, kemarin siang. “Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada pembakaran gereja,” kata Subandriya.

sumber : tempointeraktif.com

January 24, 2010 at 1:57 am Leave a comment

Dua Gereja Dibakar Massa di Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas

Dua rumah tempat beribadah yaitu gereja HKBP dan gereja GPdI serta rumah dinas Pendeta di Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas (Palas) hangus dibakar massa, Jumat (22/1) sekitar pukul 14.15 WIB. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi yang berhasil dihimpun SIB, siang itu ratusan massa secara serentak melakukan aksi pembakaran gereja HKBP. Usai melakukan aksinya massa bergerak dengan menggunakan kendaraan bermotor ke GPdI yang jaraknya ratusan meter dari gereja HKBP tersebut.

Massa tersebut juga melakukan aksinya yang sama yaitu, membakar gereja GPdI. Alasan pembakaran, menurut massa bahwa kedua rumah tempat beribadah tersebut belum memiliki izin.

Informasi diperoleh SIB dari Sibuhuan, Jumat malam sedang diadakan rapat Muspida untuk membahas pembakaran dua rumah ibadah tersebut. “Hasilnya belum tau, karena baru mulai mau rapat,” ujar sumber tersebut.

Bupati Jamin Tidak Ada Lagi Pembakaran
Bupati Padang Lawas (Palas) Basyrah Lubis SH mengatakan bahwa pemerintah akan fasilitasi pemberian izin dalam mendirikan rumah ibadah dalam menyahuti aspirasi yang berkembang di wilayah itu pasca pembakaran rumah tempat beribadah jemaat HKBP dan rumah dinas Pendeta, di Lingkungan VI Kelurahan Sibuhuan, Jumat (22/1).
“Kita sudah rapat Muspida dihadiri Dandim 0212/TS Letkol Inf Togar Pangaribuan, Kapolres Tapsel AKBP Subandiya SH MH, Kakandepag, tokoh masyarakat dan udangan lainnya dan telah bahas secara rinci permasalahan tersebut serta bagaimana antisifasi serta solusinya, ujar Bupati yang dihubungi wartawan SIB melalui telepon selular, Sabtu (23/1).

Penjelasan Bupati, bahwa ketika itu sehabis sholat Jumat (22/1) secara spontan warga yang jumlahnya hampir seribu orang secara bersama-sama mendatangi rumah tempat beribadah tersebut yang jaraknya ratusan meter dan kemudian membakarnya. Selanjutnya massa bergerak ke rumah dinas Pendeta di sana dan juga membakarnya. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, namun sempat membuat kepanikan.
Kondisi saat ini, kata Bupati sudah membaik dan kondusif sehingga diharapkan agar masyarakat selalu menjaganya agar jangan sampai menimbulkan hal- hal negatif. “ Situasinya sudah kondusif , warga jangan takut dan kita jamin tidak akan ada lagi keributan seperti itu. Bagi warga yang sempat mengungsi agar kembali ke tempat semula dan dapat bekerja dengan baik,” ujar Bupati Basyrah Lubis.

Dandim 0212/TS Letkol Inf Togar Pangaribuan SIP dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengatakan bahwa rapat Muspida menyepakati agar segera dibentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar izin pendirian rumah ibadah segera diproses, lokasi pendirian rumah ibadah (gereja) akan dicarikan tempat yang cocok sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Pemda bersama aparat keamanan bekerja sama menjaga agar jangan sampai terjadi lagi permasalahan yang menyangkut rumah ibadah. “Muspida serta tokoh masyarakat sudah sepakat soal itu dan akan mengawalnya dengan baik,” ujar Dandim.

Kapolres Tapsel AKBP Subandriya SH MH dihubungi SIB mengatakan, bahwa pihaknya masih sedang rapat melanjutkan pembahasan permasalahan pembakaran rumah tempat beribadah tersebut. “Kami masih rapat lagi dan penjelasan saya sesuai dengan yang dijelaskan pak Dandim dan pak Bupati tadi,” ujarnya singkat.

Sementara itu Praeses HKBP Distrik I Tapsel Sumbar Pdt Marolop Sinaga MTh dihubungi secara terpisah mengatakan. Dari 53 Kepala Keluarga atau 272 jiwa warga jemaat HKBP Sibuhuan Resort Sion Nauli Ujungbatu Sosa banyak mengungsi karena takut dan trauma. Diharapkan agar Pemkab Palas dan aparat keamanan dapat menjamin kekondusifan daerah tersebut sehingga warga jemaat dapat beribadah dengan aman dan damai.

Sekretaris Diakonia HKBP Distrik I Tapsel Sumbar yang juga anggota FKUB Kota Padangsidimpuan Sahatua Sinaga mengharapkan agar Pemkab Padang Lawas bertanggung jawab untuk menjamin pelaksanaan beribadah umat beragama. Hidup rukun berlaku bagi semua warga negara di NKRI, untuk itu kami menghimbau pemerintah agar segera membangun kembali gereja tersebut. Karena pembangunan rumah ibadah merupakan juga tanggung jawab pemerintah.

sumber : hariansib.com

January 24, 2010 at 1:55 am 1 comment


Silahkan kunjungi website baru kami YesusCintaIndonesia.com

Categories

Top Clicks

  • None