Posts tagged ‘irak’

Umat Kristen Ortodoks Peringati 1.700 Tahun Fatwa Toleransi

Umat Kristen Ortodoks Peringati 1.700 Tahun Fatwa Toleransi

NIS, SERBIA — Delapan pemimpin kelompok Kristen Ortodoks, petinggi-petinggi agama lain, politisi dan ribuan lainnya berkumpul di kota Nis, Serbia, Minggu (6/10), untuk memperingati Fatwa Milan mengenai toleransi untuk kelompok Kristen di Kekaisaran Romawi pada 1.700 tahun yang lalu.

Baca selengkapnya

Advertisements

October 19, 2013 at 4:55 pm Leave a comment

UNHCR: Ribuan pemeluk Kristen Irak lari

Pihak keamanan berjaga-jaga di gereja Kristen di ibukota Irak, Baghdad

Badan Pengungsi PBB mengatakan ribuan pemeluk Kristen Irak melarikan diri dari bagian tengah propinsi negara itu.

Mereka mencari perlindungan di kawasan yang dikuasasi golonngan Kurdi di Irak utara.

UNHCR mengatakan sekitar 1.000 keluarga meninggalkan Baghdad dan propinsi Mosul sejak penyerangan di satu gereja di Baghdad yang menyebabkan 68 orang tewas.

Badan PBB itu mengatakan larinya pemeluk Kristen ke bagian lain Irak dan ke luar negeri telah menjadi “eksodus yang pelan tapi terus terjadi.”

UNHCR juga mengatakan mereka kecewa dengan langkah negara-negara Eropa yang mendeportasi pencari suaka yang gagal ke kawasan yang tidak aman di negara itu.

“UNHCR menekankan kembali seruan agar negara-negara Eropa tidak lagi mendeportasi warga Irak yang berasal dari berbagai tempat yang berbahaya di negara itu,” kata Melissa Fleming, juru bicara organisasi itu.

Serangan gereja

Upaya pihak keamanan Irak untuk membebaskan puluhan tawanan di gereja Katolik di Baghdad, menyebabkan hampir 70 orang tewas 31 Oktober lalu.

Insiden ini bermula dari upaya sejumlah orang bersenjata yang memasuki gereja di kawasan Karrada selama ibadah.

Kantor-kantor UNHCR di Irak mencatat peningkatan warga Kristen yang melarikan diri.

“Kami mendengar banyak cerita soal orang yang melarikan diri setelah mendapat ancaman mati. Sejumlah diantara mereka hanya membawa barang-barang seperlunya,” kata UNHCR.

Kantor-kantor UNHCR di Suriah, Yordania dan Lebanon melaporkan peningkatan jumlah warga Kristen Irak yang tiba di negara-negara itu.

Gereja-gereja dan LSM memperingatkan badan pengungsi PBB itu bahwa akan ada lebih banyak lagi gelombang pengungsian dalam beberapa minggu ke depan.

sumber : bbc.co.uk

 

 

December 18, 2010 at 8:48 am Leave a comment

Inilah Derita Warga Kristen Irak

Rafah Butros duduk termenung sendirian. Ia menangis di sudut gereja saat imam berdoa bagi perdamaian dan pengampunan. Perempuan itu tidak pernah ke gereja dalam tiga tahun terakhir sampai pada 31 Oktober lalu, ketika sepupunya mengancam tidak akan mengunjunginya lagi kalau ia tidak juga ke gereja.

Pada hari itu, kaum militan menyerbu Gereja Our Lady of Salvation Baghdad, Irak. Orang-orang bersenjata itu menyandera dan kemudian menewaskan 51 jemaat dan dua imam dalam satu serangan brutal yang menurut pihak berwenang merupakan yang terburuk dalam gelombang kekerasan terbaru yang menyasar orang Kristen Irak. Butros selamat. Sepupunya, seorang pastor berusia 27 tahun, tidak.

Butros, Kamis (9/12), berada di antara lebih dari 100 orang yang datang ke gereja itu untuk memperingati 40 hari serangan itu, masa berkabung yang biasa diterapkan sejumlah komunitas di Timur Tengah.

Di telinganya, masih tergiang kata-kata terakhir sepupunya, “Saya akan menemui kamu dan berbicara dengan kamu setelah misa.” Sekarang, katanya sebagaimana dilaporkan CNN, Jumat (10/12), dia tidak bisa berhenti mengunjungi gereja itu. “Saya jadi menyatu dengan tempat ini. Setiap hari saya datang ke sini. Saya merasa sepertinya jiwa saya ada di tempat ini bersama mereka (para korban),” kata Butros sambil berlutut untuk menyalakan lilin di lantai pada peringatan mengenang mereka yang tewas dan terluka dalam serangan itu.

Keamanan sangat ketat di tempat itu, Kamis, yang diserbu para penyerang yang berafiliasi dengan Al Qaeda lalu menyandera anggota jemaat selama lebih dari empat jam, dan mengubah misa malam jadi sebuah pertumpahan darah. Puluhan perempuan berpakaian hitam duduk menangis di deretan kursi plastik yang menggantikan bangku kayu yang hancur di gereja itu, yang sekarang dijuluki “Our Lady of Martyrs” oleh banyak orang Kristen.

Jendela-jendela -hancur akibat dampak tiga pengeboman bunuh diri yang meledakkan rompi mereka dalam pengepungan pasukan keamanan- tetap rusak. Bekas peluru di dinding masih tampak jelas di gereja hangus itu. Bercak darah juga masih menodai langit-langit.

Sebuah poster besar kolase foto bergambar semua korban tergantung di luar. Sepasang pengantin berpakaian putih, seorang bayi dan bocak berusia tiga tahun ada di antara mereka.

Sebuah peringatan dengan gambar wajah mereka dan lilin yang menyala berdiri di samping mezbah. Nama-nama mereka, dikelilingi lilin, membentuk salib di tanah. Lilin berwarna cerah dengan wajah-wajah mereka yang meregang nyawa ditampilkan di sudut agar bisa dilihat pelayat.

Maha al-Khoury menunjuk satu per satu gambar-gambar itu. “Ini paman saya. Ini anaknya, Bassam. Ini istri Bassam dan ayah dari istrinya. Bassam menikah delapan bulan lalu dan sedang menunggu seorang bayi. Dan seorang yang di tengah itu, Raghda, seorang pengantin baru juga, dia menikah baru 40 hari. Dia juga hamil,” katanya.

Ia mengatakan, rasa takut melumpuhkan kehidupan anggota keluarganya yang masih hidup. “Putri saya menolak untuk masuk ke perguruan tinggi. Dia takut terhadap semua orang di sekitarnya dan menghindari orang-orang. Kami tinggal saja di rumah. Kami takut keluar rumah, takut untuk bergerak,” katanya.

Ketakutan telah melanda sebagian besar orang Kristen Irak sejak pengepungan dan serangkaian pemboman dan pembunuhan yang terjadi, yang menyasar mereka bukan hanya di tempat ibadah, tetapi juga di rumah mereka sendiri. Hari Minggu lalu, orang bersenjata membunuh pasangan tua setelah menyerbu rumah mereka di Baghdad. Itu merupakan rangkaian pembantaian yang terakhir. Lebih dari selusin bom meledak di luar rumah keluarga Kristen bulan lalu.

Seperti kelompok minoritas lain, orang Kristen telah menjadi targetkan dalam wabah kekerasan selama tujuh tahun terakhir di Irak. Banyak orang khawatir bahwa kekerasan yang intensif itu dapat mengusir orang-orang Kristen yang tersisa di negara itu. “Rasanya sangat menyedihkan bahwa kami menjadi sasaran di negara kami sendiri. Kemana kami harus pergi sekarang. Saya sudah tinggal di sini selama lebih dari 60 tahun dan sekarang mereka ingin kami meninggalkan rumah kami? Ini keterlaluan dan menyakitkan,” kata Ronah George, seorang perempuan tua. Dia meninggalkan gereja itu sambil menangis.

sumber : tribunkaltim.co.id

December 13, 2010 at 6:04 pm 2 comments

Irak tahan 12 orang terkait penyanderaan gereja

Dua belas orang yang diduga sebagai anggota milisi, terkait penyanderaan yang mematikan di sebuah gereja Baghdad bulan lalu, demikian kata menteri dalam negeri Irak.

Menteri itu, Jawad Bolani, mengatakan berbagai penahanan itu dilakukan dalam beberapa hari terakhir dan menyebut operasi itu sebagai pukulan terhadap al-Qaida.

Lebih dari 50 orang tewas ketika para anggota milisi itu mengambil alih Gereja Our Lady of Salvation tanggal 31 Oktober.

Kelompok bersenjata itu menyerbu gereja saat misa pada hari Minggu, menuntut pembebasan para tawanan dari Al-Qaida.

Penyanderaan itu berakhir setelah pasukan keamanan menyerbu gereja itu beberapa jam setelah penyanderaan dimulai.

Sebuah pernyataan kemudian dipasang di sebuah situs internet militan yang diduga milik kelompok bernama Negara Islam Irak, sebuah kelompok payung militan Suni, yang mengatakan mereka melakukan serangan itu.

Meski berbagai gereja di Irak mengalami serangan dalam beberapa tahun terakhir, insiden itu merupakan insiden pertama yang melibatkan penyanderaan panjang.

Warga Kristen Irak, sebagian berasal dari sekte kuno, banyak yang sudah meninggalkan Irak sejak invasi pimpinan Amerika tahun 2003, dan sekitar 600.000 warga Kristen masih berada di sana.

sumber : bbc.co.uk

November 27, 2010 at 8:24 pm Leave a comment


Silahkan kunjungi website baru kami YesusCintaIndonesia.com

Categories