Posts tagged ‘HKBP’

PERAYAAN NATAL : HKBP Cikeuting Sewa Gedung untuk Natalan

Untuk perayaan Natal yang akan digelar Kamis (16/12/2010), jemaat HKBP Pondok Timur Indah, Cikeuting, Bekasi Timur Kota Bekasi, Jawa Barat, akan menyewa gedung milik Kementerian Sosial.

“Ini dilakukan karena gedung eks kantor Pemuda Pancasila yang dipinjamkan pemerintah untuk tempat beribadah sementara tidak cukup menampung para jemaat perayaan Natal,” kata perwakilan Majelis Gereja HKBP Pondok Timur ST HE Manurung di Bekasi, Sabtu (11/12/2010).

Dikatakannya, untuk perayaan itu dibutuhkann tempat yang representatif untuk menampung sekitar 1.000 jemaat untuk ibadah dan perayaan Natal bagi anak-anak yang diagendakan berlangsung 16 Desember 2010.

“Daya tampung Gedung eks PP di Jalan Chairil Anwar hanya 250 orang, sedangkan kegiatan Natal khusus untuk anak-anak pada 16 Desember 2010 akan diikuti 500 peserta mulai dari usia 3 tahun hingga 12 tahun, belum termasuk orang tua ereka yang mengantar,” kata Manurung.

Manurung mengatakan, penetapan lokasi kegiatan Natal Anak di Gedung Kemensos di Jalan Raya Joyomartono, Kecamatan Bekasi Timur, adalah hasil kesepakatan seluruh jemaat yang mengaku telah bersedia menggalang dana untuk menyewa tempat.

“Kegiatan Natal Anak berisi agenda kebaktian, pembacaan ayat-ayat Alkitab, dan lainnya mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Pada tahun lalu kegiatan ini kami pusatkan di Jalan Puyuh Raya, Perumahan Pondok Timur,” kata dia.

sumber : kompas.com

 

Advertisements

December 13, 2010 at 6:19 pm Leave a comment

Aksi Polisionil HKBP Bandung Harus Dihentikan

Penyegelan gereja HKBP di Bandung oleh warga masyarakat jelas tidak bisa dibenarkan. Seandainyapun gereja itu benar-benar liar maka tetap tidak dibenarkan masyarakat melakukan tindakan polisionil sendiri. Jika ada yg tidak sesuai hukum, biarkan para penegak hukum yang turun tangan.

Demikian dikatakan Sekretaris FPKB DPR, M. Hanif Dhakiri, Senin (13/12), mengomentari penyegelan Gereja HKBP di Bandung yang dianggap liar oleh warga masyarakat setempat.

Menurut Hanif, warga masyarakat tidak berhak melakukan tindakan polisionil atas warga masyarakat yang lain. “Indonesia itu negara hukum. Setiap warga negara tanpa kecuali berhak atas perlindungan hukum. Nggak bisa satu kelompok main hakim sendiri atas kelompok yang lain. Bisa kacau republik ini kalau pada main hakim sendiri,” katanya.

Hanif menyesalkan tindakan penyegelan gereja itu karena mencederai kebebasan beragama dan beribadah di negeri ini. Ia juga meminta warga masyarakat untuk menghentikan aksi polisionil itu dan menyerahkannya kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. “Tolong hentikan aksi polisionil itu dan serahkan penyelesaiannya pada pemerintah dan penegak hukum sesuai ketentuan yang ada,” pinta Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB itu.

Lebih lanjut, Hanif meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk lebih pro aktif mencari solusi permasalahan masyarakat yang bernuansa agama. Ia juga mengingatkan semua pihak untuk menjaga harmoni sosial di tengah perbedaan yang ada.

sumber : suaramerdeka.com

 

December 13, 2010 at 6:09 am Leave a comment

Massa Razia Gereja HKBP di Rancaekek – Bandung

Massa dari Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI), dan Gerakan Reformasi Islam (Garis) melakukan aksi razia terhadap sejumlah rumah yang dijadikan tempat ibadah kristiani di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (12/12/2010). Mereka datang bersama aparat Satpol PP Kecamatan Rancaekek.

Sekitar pukul 09.00, sebanyak 200-300 orang dari kelompok massa tersebut mendatangi rumah-rumah yang diduga digunakan sebagai tempat ibadah tanpa izin. Mereka berdemonstrasi mendesak pemerintah segera menyegel tempat tersebut dan memintah umat kristiani beribadah di tempat ibadah yang seharusnya bukan di rumah warga.

Lokasi yang dirazia sebanyak tujuh rumah, antara lain, rumah yang digunakan sebagai Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Betania Rancaekek di Kompleks Bumi Rancaekek Kencana. Pihak Satpol PP Kecamatan Rancaekek kemudian menyegel rumah tersebut.

Massa sempat melakukan orasi di depan tempat ibadah tersebut. Puluhan jemaat yang akan melakukan ibadah terpaksa menghentikan aktivitasnya. Massa sempat berhadap-hadapan dengan jemaat, tetapi tidak sampai menimbulkan bentrokan dan aksi anarki.

Tindakan razia seperti ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, razia terhadap tempat ibadah HKBP juga dilakukan massa dari kelompok yang sama di Bekasi dan di tempat-tempat lainnya terhadap tempat ibadah yang tidak berizin. Meski demikian, tindakan razia dan penyegelan ini mendapat penentangan dari sejumlah pihak karena dalam praktiknya pendirian tempat ibadah sering kali sulit mendapatkan izin sehingga warga terpaksa menggunakan rumah tinggal.

sumber : kompas.com

 

December 12, 2010 at 8:34 am Leave a comment

Gereja HKBP Sipogu Butuh Perhatian Perantau

ARSE-METRO; Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Desa Sipogu, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), butuh perhatian dari perantau. Sebab, kondisi gereja yang terbuat dari kayu tersebut mulai lapuk dimakan usia.

Kepala Desa Sipogu, Saut P Batubara (28), kepada METRO, Minggu (28/11), mengatakan, kondisi tempat ibadah umat kristen di desanya tersebut sudah layak mendapat perhatian baik dari pemerintah ataupun perantau yang berasal dari Desa Sipogu serta pemerhati Gereja untuk mendapat perbaikan.

“Papannya mulai lapuk. Gereja ini masih berupa bangunan lama, sedangkan yang lainnya saya lihat sudah dipugar. Kita berharap secepatnya ada perhatian dalam upaya perbaikan tempat ibadah ini,” kata Saut. Diutarakan Saut, di desa yang dipimpinnya yang memiliki 160 Kepala Keluarga (KK) terdapat 3 tempat ibadah, yakni 1 masjid, dan dua gereja.

“Umat Kristen di desa ini memang sekitar 40 KK, tetapi ada dua gereja yakni Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA) dan HKBP. Dan GKPA kondisinya sudah bagus,” pungkasnya.

Beberapa warga Boru Regar (70) dan Boru Huta Barat (70), kepada METRO, mengatakan, sejak mereka berada di Desa Sipogu gereja tersebut sudah ada. “Sejak saya di sini gereja itu sudah ada, bahkan ketika saya bersekolah di sini (Sekolah Rakyat) sudah ada gereja itu,” kata kedua orang tua tersebut.

sumber : metrosiantar.com

 

November 29, 2010 at 10:52 pm Leave a comment

Jemaat HKBP Tambun Utara Kebaktian di Jalan Raya

Komnas HAM Surati Bupati Bekasi

[BEKASI] Sekitar 150 jemaat HKBP Filadelfia, Kampung Jejalen Jaya, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (17/1) menggelar ibadah dan kebaktian Minggu di jalan raya lantaran tempat ibadah mereka digembok dan disegel Bupati Bekasi.

Dengan menggunakan payung dan duduk beralas koran serta kardus, jemaat tetap bersemangat datang ke “Rumah Tuhan”. Ibadah yang berlangsung hikmad tersebut mendapat pengamanan cukup ketat dari Polres Metro Kabupaten Bekasi dan anggota Kodim.

“Kami sengaja tidak memasang tenda. Ibadah dilakukan secara terbuka seperti ibadah di alam terbuka. Kami hanya minta jemaat untuk membawa payung dan alas seadanya. Saya sangat terharu, jemaat tetap bersemangat. Saya sama sekali tidak menyinggung soal masalah penutupan itu dalam khotbah. Kami hanya berdoa syafaat agar mendapat pertolongan Tuhan,” ujar Pdt Palti Panjaitan, pemimpin jemaat Filadelfia kepada SP di Bekasi, Minggu (17/1).

Sementara itu, Panitia Pembangunan Gereja, Tigor Tampubolon menjelaskan bahwa pihaknya telah mendapat surat tembusan Komnas Ham kepada Bupati Bekasi yang mempertanyakan dasar penutupan dan pelarangan umat HKBP Filadelfia beribadah.

“Kami sudah menerima tembusan surat yang dikirim Komnas Ham kepada Bupati Bekasi dan Kapolres Metro Bekasi, hari Kamis lalu. Saya tidak tahu apakah Bupati Bekasi sudah menjawab surat tersebut. Kami berharap Komnas HAM dapat membantu mediasi masalah ini,” ujar Tigor.

Adapun, Bupati dan Wakil Bupati Bekasi yang coba dihubungi untuk mendapat jawaban atas surat Komnas HAM kepada mereka tentang kasus HKBP Filadelfia tidak dapat dihubungi.

Gus Dur Pahlawan

Sementara itu, sekitar 5.000 umat Kristiani Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat merayakan Natal dan Tahun Baru 2010 bersama-sama di halaman Gelanggang Olahraga Kota Bekasi.

Dalam kesempatan itu, umat Kristiani Bekasi juga menyerukan gelar Pahlawan Nasional untuk presiden ke-4 RI, almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Ketua Penyelenggara Acara Natal dan Tahun Baru 2010 Bersama, Rekson Sitorus, Sabtu malam mengatakan, perayaan Natal rutin dilakukan oleh umat Kristiani di Kota dan Kabupaten Bekasi walaupun agak terlambat.

Dengan adanya pertemuan ini, kata Rekson, diharapkan hubungan kekerabatan dan kekeluargaan di antara umat Kristiani yang tinggal di Kota dan Kabupaten Bekasi selalu terjaga dan dapat menciptakan suasana harmonis dengan umat beragama lainnya.

Dalam kesempatan itu Rekson mengatakan, pihaknya juga memberikan dukungan kepada pemerintah agar memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur yang telah memperjuangkan pluralisme di Indonesia. [E-5]

sumber : http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=13134

January 19, 2010 at 9:53 am Leave a comment


Silahkan kunjungi website baru kami YesusCintaIndonesia.com

Categories

Top Clicks

  • None