Posts tagged ‘gempa’

Saat Gempa, di Mana Presiden Haiti Berada?

Mayat-mayat memenuhi bagian depan taman tempat penyimpanan jenazah di Port-au-Prince.

PORT AU PRINCE, KOMPAS.com — Ketika penduduk Haiti tahu Istana Nasional mereka rusak parah akibat gempa, banyak yang cemas Presiden Rene Preval ikut tewas. Ia memang nyaris tewas.

Ibu negara, Elisabeth Debrosse Preval, Selasa (19/1/2010), menceritakan kepada wartawan di mana mereka berada saat gempa menguncang negara itu pada 12 Januari lalu. Ia mengungkapkan, dia dan suami meninggalkan istana di pusat kota Port-au-Prince sekitar sejam sebelum gempa meluluhlantakkan kota itu.

Mereka menghadiri sebuah acara di sebuah universitas, lalu pergi ke rumah pribadi mereka. Pasangan itu baru saja mulai berjalan menuju rumah di daerah Canape-Vert itu saat segala sesuatu di sekitar mereka berguncang. “Kami terpaku, lalu mundur beberapa langkah, dan kediaman itu runtuh di depan kami,” kata Debrosse Preval.

Sesaat mereka duduk termenung di halaman rumah yang ambruk tersebut, kemudian pemerintah, polisi, dan gereja memberi kabar tentang tragedi itu dari seluruh kota. Preval, Kepala Polisi, Perdana Menteri, dan Menteri Dalam Negeri Haiti kemudian menyewa ojek dari jalanan untuk meninjau kerusakan. Tur itu berakhir pada pukul dua dini hari.

“Ketika dia melakukan hal itu, dia tidak tahu di mana anak-anaknya, apakah mereka juga terperangkap di bawah sebuah gedung,” kata Debrosse Preval, seorang penasihat ekonomi yang menikah dengan sang Presiden bulan lalu.

Dua orang putri Preval, ternyata, tidak berada di dalam rumah dan mereka tidak terluka. Debrosse Preval mengatakan, dia sendiri kehilangan dua kerabat dekat yang sudah seperti orangtua baginya.

Presiden Preval mendapat banyak kecaman karena tidak mengambil peran yang menonjol dalam upaya pemulihan Haiti. Presiden bahkan belum secara resmi meninjau lokasi bencana dan hal itu membuat marah penduduk Haiti.

Namun, Debrosse yang berbicara di markas polisi yang menjadi kantor sementara presiden membela suaminya. Ia memperlihatkan gambar-gambar yang kabur yang dia rekam dengan iPhone tentang aktivitas suaminya malam itu, setelah gempa mengguncang. Ia menyerukan kepada warga Haiti untuk fokus pada upaya pembangunan kembali. “Bagi orang-orang Haiti yang selamat, mereka beruntung masih hidup,” katanya. “Mari bangun dan memandang ke depan.”

sumber : kompas.com

Advertisements

January 20, 2010 at 12:43 pm Leave a comment

Korban Tewas Gempa Haiti Diperkirakan 200.000 Orang

PORT-AU-PRINCE, KOMPAS.com — Jumlah korban tewas akibat gempa dahsyat yang menghancurkan Haiti dan tiga perempat ibu kota Port-au-Prince bisa mencapai 200.000 orang.

Menteri Dalam Negeri negara kepulauan di Karibia itu, Paul Antoine Bien-Aime, Jumat (16/1/2010), mengatakan, “Kami baru saja mengumpulkan sekitar 50.000 mayat. Kami memperkirakan total korban tewas antara 100.000 hingga 200.000 orang, meski kami tidak akan pernah tahu berapa jumlah yang sebenarnya.”

Sekretaris Negara untuk Keamanan Umum, Aramick Louis, mengatakan, sekitar 40.000 mayat telah dikuburkan. Jika perkiraan jumlah korban tewas itu akurat, gempa berkuatan 7,0 skala Richter yang mengguncang Haiti pada Selasa lalu itu menjadi salah satu dari 10 gempa paling mematikan yang pernah tercatat dalam sejarah.

Tiga hari setelah gempa itu, penduduk Port-au-Prince, sebelum gempa berjumlah 2 juta jiwa, mulai frustrasi dan marah akibat kekurangan makanan dan air. Sementara bau busuk kian menyengat karena mayat-mayat yang bergelimpangan lebih cepat membusuk akibat sengatan matahari tropis. Penjarah yang menenteng senapan juga menebar ketakutan baru di jalan-jalan kota itu, tepat bersamaan dengan kedatangan tentara AS yang akan mulai mengalirkan berton-ton bantuan.

Sementara itu, Presiden Haiti Rene Preval dan Perdana Menteri Jean-Max Bellerive untuk sementara tinggal di markas polisi dan terus melakukan koordinasi untuk meredam aksi kekerasan di negara miskin yang sering dilanda bencana dan konflik politik itu. “Saya tidak punya rumah, tidak punya telepon, di sinilah tempat saya sekarang,” kata Preval yang masih shock dan rumah jabatannya ambruk.

“Kami harus menjamin cukup tersedia bahan bakar bagi truk-truk yang mengumpulkan mayat. Rumah sakit penuh, mereka kewalahan,” kata Preval kepada Reuters.

sumber : http://internasional.kompas.com/read/2010/01/16/1138176/Korban.Tewas.Gempa.Haiti.Diperkirakan.200.000.Orang

January 16, 2010 at 10:32 am Leave a comment

Kelompok Bantuan Perkirakan Penderitaan Besar Korban Gempa Haiti

Penduduk yang selamat dari gempa bumi di Haiti pada hari Selasa akan menghadapi “penderitaan yang tak terhitung,” kata Christian Aid.

Ribuan dikhawatirkan tewas setelah gempa berkekuatan 7,0 yang melanda 10 mil barat daya Port-au-Prince sesaat sebelum jam 5 sore waktu setempat. Bangunan di ibukota rubuh, termasuk istana kepresidenan dan markas besar misi PBB di Haiti. Diyakini bahwa tidak ada korban selamat di dalam gedung PBB yang runtuh itu.

Dame Anne Owers, ketua Christian Aid, mengatakan dia sangat prihatin mengenai dampak gempa terhadap masyarakat yang sudah sangat miskin di negara Karibia itu.

“Ini adalah salah satu tempat termiskin di dunia. Bencana terbaru ini akan menyebabkan penderitaan dan kesulitan tak terhitung, terutama di komunitas yang hampir tidak punya apapun untuk kembali seperti semula,” katanya.

Menurutnya kebutuhan mendesak untuk bantuan darurat adalah makanan, tempat tinggal dan obat-obatan, sementara untuk jangka panjang, pembangunan kembali membutuhkan “bantuan internasional besar-besaran.” “Saya menghibau rakyat dan pemerintah dimanapun untuk memberikan apapun yang mereka bisa,” katanya.

Gempa bumi itu adalah gempa terkuat yang pernah memukul Haiti dalam 200 tahun dan dapat dirasakan sampai ke Kuba.

Tiga anggota staf Christian Aid harus diselamatkan karena kantor mereka runtuh, meski tidak ada yang menderita luka berat. Banyak gereja juga telah hancur total.

Manajer regional Christian Aid di Karibia Judith Turbyne mengatakan respon nasional tidak akan cukup karena negara Haiti berada dalam keadaan lemah dan sangat kurang sumber daya. Dia mengatakan dibutuhkan “upaya terpadu” komunitas bantuan besar di negeri itu.

World Vision mengerahkan staf untuk membantu para korban, tetapi itu tidak akan mudah, kata staf.

Edward Brown, Direktur Bantuan World Vision di Amerika Serikat, berkomentar,”Kami akan sangat prihatin dengan gempa sebesar ini di mana pun itu, namun ini menjadi sangat memprihatinkan di di Haiti, karena penduduknya benar-benar rentan dengan lemahnya infrastruktur dan kemiskinan yang ekstrim.”

sumber : http://www.christianpost.co.id/americas/americas/20100114/5118/kelompok-bantuan-ingatkan-penderitaan-besar-korban-gempa-di-haiti/index.html

January 15, 2010 at 6:59 am Leave a comment


Silahkan kunjungi website baru kami YesusCintaIndonesia.com

Categories