Posts tagged ‘dibakar’

Dua Gereja Dibakar di Palas, Anggota DPRDSU Marasal Hutasoit Telpon Langsung Bupati dan Kapolres Tapsel

Anggota DPRDSU dari FPDS Ir Marasal Hutasoit sangat menyesalkan terjadinya pembakaran dua gereja (HKBP dan GPdI) di Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas yang terjadi Jumat (22/1). Sebagai bagian dari NKRI maka masyarakat di Kabupaten Palas dihimbau menghindari aksi-aksi kekerasan apalagi yang berbau SARA.

Mendengar adanya pembakaran tersebut maka Marasal, Sabtu (23/1) sore kemarin langsung menelepon Kapolres Tapsel AKBP Subandriya SH MH dan Bupati Palas Basyrah Luibis SH serta Praeses HKBP Distrik Tapsel Pdt Marolop Sinaga, MTh menanyakan langsung kronologis peristiwa tersebut dan langkahg-langkah apa yang dilakukan mengatasi dan mengantisipasinya.

Menurut Marasal bersama sejumlah tokoh-tokoh masyarakat di Medan kepada wartawan menjelaskan hasil pembicarannya dengan Kapolres, agar masyarakat yang sempat mengungsi karena ketakutan supaya kembali ke rumahnya masing-masing. Kapolres melalui telepon sudah menyatakan menjamin keamanan masyarakat, ujar Marasal.

Sesuai penjelasan yang diterimanya dari Bupati Palas, Sabtu kemarin telah dilakukan rapat Muspikab yang dihadiri langsung Bupati, Dandim, Kejari, DPRD, MUI . Rapat tersebut telah memutuskan untuk menyelesaikan masalah pembangunan gereja tersebut dengan mencari lokasi gereja yang baru ke arah Sosa. Sedangkan terhadap bangunan yang dibakar maka Pemkab akan mencari solusi ganti rugi.

Selain itu paling lambat tanggal 15 Pebruari 2010 sudah akan terbentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Namun pertemuan lanjutan yang akan dihadiri tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama dan Muspikab masih akan dilaksanakan, Senin (25/1). Sedangkan untuk kebaktian Minggu (24/1) untuk sementara dilaksanakan di rumah St Siahaan di Sosa.

Sementara itu Praeses HKBP Tapsel-Sumbar Pdt Marolop Sinaga, kata Marasal juga menjelaskan kronologis pembangunan gereja HKBP di Sibuhuan tersebut. Katanya rencana pendirian gereja tersebut sudah diawali dengan kebaktian (ibadah) sejak tahun 1970 yang dilanjutkan dengan pembangunan gereja darurat tahun 1981. Tahun 2009 gereja permanen mulai dibangun yang diawali dari belakang gedung dan Nopember 2009 sudah selesai diatap.

Setelah bagian tersebut selesai diatap maka masyarakat mulai menggugat dengan alasan tidak ada ijin. Pada bulan Desember 2009 telah diadakan pertemuan dengan MUI, Pemkab dan umat Kristen dan diputuskan supaya pembangunan dihentikan dan gerejapun meresponnya dengan menghentikan pembangunan. Namun masyarakat merasa belum puas dan mendesak agar bangunan tersebut dibongkar dan diratakan. Atas inisiatif gereja maka atap bangunan gereja yang memeiliki kurang lebih 53 KK jemaat itupun dibongkar sendiri oleh pihak gereja tanggal 13 Januari 2010 lalu. Namun Jumat (22/1) gereja tersebut dibakar massa.

Melihat kronologis tersebut, maka Marasal sangat mendukung upaya-upaya yang sudah dilakukan Bupati bersama Muspikab lainnya. Sehingga masyarakat di Palas diharapkan dapat tenang. Kita akan ikuti terus perkembangannya sehingga tidak ada lagi masyarakat yang ketakutan di Palas karena Palas itu juga merupakan NKRI, ujarnya.

sumber : hariansib.com

Advertisements

January 25, 2010 at 1:01 pm Leave a comment

Dua Gereja Dibakar Massa di Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas

Dua rumah tempat beribadah yaitu gereja HKBP dan gereja GPdI serta rumah dinas Pendeta di Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas (Palas) hangus dibakar massa, Jumat (22/1) sekitar pukul 14.15 WIB. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi yang berhasil dihimpun SIB, siang itu ratusan massa secara serentak melakukan aksi pembakaran gereja HKBP. Usai melakukan aksinya massa bergerak dengan menggunakan kendaraan bermotor ke GPdI yang jaraknya ratusan meter dari gereja HKBP tersebut.

Massa tersebut juga melakukan aksinya yang sama yaitu, membakar gereja GPdI. Alasan pembakaran, menurut massa bahwa kedua rumah tempat beribadah tersebut belum memiliki izin.

Informasi diperoleh SIB dari Sibuhuan, Jumat malam sedang diadakan rapat Muspida untuk membahas pembakaran dua rumah ibadah tersebut. “Hasilnya belum tau, karena baru mulai mau rapat,” ujar sumber tersebut.

Bupati Jamin Tidak Ada Lagi Pembakaran
Bupati Padang Lawas (Palas) Basyrah Lubis SH mengatakan bahwa pemerintah akan fasilitasi pemberian izin dalam mendirikan rumah ibadah dalam menyahuti aspirasi yang berkembang di wilayah itu pasca pembakaran rumah tempat beribadah jemaat HKBP dan rumah dinas Pendeta, di Lingkungan VI Kelurahan Sibuhuan, Jumat (22/1).
“Kita sudah rapat Muspida dihadiri Dandim 0212/TS Letkol Inf Togar Pangaribuan, Kapolres Tapsel AKBP Subandiya SH MH, Kakandepag, tokoh masyarakat dan udangan lainnya dan telah bahas secara rinci permasalahan tersebut serta bagaimana antisifasi serta solusinya, ujar Bupati yang dihubungi wartawan SIB melalui telepon selular, Sabtu (23/1).

Penjelasan Bupati, bahwa ketika itu sehabis sholat Jumat (22/1) secara spontan warga yang jumlahnya hampir seribu orang secara bersama-sama mendatangi rumah tempat beribadah tersebut yang jaraknya ratusan meter dan kemudian membakarnya. Selanjutnya massa bergerak ke rumah dinas Pendeta di sana dan juga membakarnya. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, namun sempat membuat kepanikan.
Kondisi saat ini, kata Bupati sudah membaik dan kondusif sehingga diharapkan agar masyarakat selalu menjaganya agar jangan sampai menimbulkan hal- hal negatif. “ Situasinya sudah kondusif , warga jangan takut dan kita jamin tidak akan ada lagi keributan seperti itu. Bagi warga yang sempat mengungsi agar kembali ke tempat semula dan dapat bekerja dengan baik,” ujar Bupati Basyrah Lubis.

Dandim 0212/TS Letkol Inf Togar Pangaribuan SIP dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengatakan bahwa rapat Muspida menyepakati agar segera dibentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar izin pendirian rumah ibadah segera diproses, lokasi pendirian rumah ibadah (gereja) akan dicarikan tempat yang cocok sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Pemda bersama aparat keamanan bekerja sama menjaga agar jangan sampai terjadi lagi permasalahan yang menyangkut rumah ibadah. “Muspida serta tokoh masyarakat sudah sepakat soal itu dan akan mengawalnya dengan baik,” ujar Dandim.

Kapolres Tapsel AKBP Subandriya SH MH dihubungi SIB mengatakan, bahwa pihaknya masih sedang rapat melanjutkan pembahasan permasalahan pembakaran rumah tempat beribadah tersebut. “Kami masih rapat lagi dan penjelasan saya sesuai dengan yang dijelaskan pak Dandim dan pak Bupati tadi,” ujarnya singkat.

Sementara itu Praeses HKBP Distrik I Tapsel Sumbar Pdt Marolop Sinaga MTh dihubungi secara terpisah mengatakan. Dari 53 Kepala Keluarga atau 272 jiwa warga jemaat HKBP Sibuhuan Resort Sion Nauli Ujungbatu Sosa banyak mengungsi karena takut dan trauma. Diharapkan agar Pemkab Palas dan aparat keamanan dapat menjamin kekondusifan daerah tersebut sehingga warga jemaat dapat beribadah dengan aman dan damai.

Sekretaris Diakonia HKBP Distrik I Tapsel Sumbar yang juga anggota FKUB Kota Padangsidimpuan Sahatua Sinaga mengharapkan agar Pemkab Padang Lawas bertanggung jawab untuk menjamin pelaksanaan beribadah umat beragama. Hidup rukun berlaku bagi semua warga negara di NKRI, untuk itu kami menghimbau pemerintah agar segera membangun kembali gereja tersebut. Karena pembangunan rumah ibadah merupakan juga tanggung jawab pemerintah.

sumber : hariansib.com

January 24, 2010 at 1:55 am 1 comment

Gereja Dibakar, Polisi Selidiki Posting Facebook

PETALING JAYA – Polisi menyelidiki seseorang yang mem-posting melalui Facebook bahwa dirinya adalah saksi pembuatan bom-bom molotov yang digunakan untuk membakar salah satu gereja di Malaysia.

Sebuah gambar menunjukkan pria itu mengklaim sedang berada di antara beberapa orang yang sedang membuat peledak. Namun dia tidak terlibat dalam penyerangan.
Posting itu tidak mengungkapkan secara terperinci, kapan dan di mana pembuatan bom itu dilakukan.

Selain itu, polisi juga masih belum menemukan kecocokan nama dia di situs jejaring sosial itu saat dilacak di mesin pencari.

Deputi Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Ismail Omar menyatakan meski posting-an itu bisa jadi hanya tipuan, pihaknya tetap melakukan penyelidikan.

“Kami harus memverifikasi (posting) ini, benar atau tidak. Kami bisa saja memanggil siapa saja untuk penyelidikan,’ ungkap Ismali seperti dikutip The Star, Senin (11/1/2010).

Selain itu, pihaknya juag menyelidiki keluhan masyarakat atas pesan rasis yang sempat di-posting di beberapa blog.

Hingga saat ini sudah delapan bangunan dan gereja yang diserang orang tak dikenal sejak Jumat pekan lalu. Sebanyak empat di antaranya yang terletak di Klang Valley, dilempar bom Molotov dan hanya satu mengalami kerusakan.

Dua lainnya yang berada di Taiping dan satu di Miri diserang pada hari Minggu lalu. Sebuah rumah penjagaan di sebuah sekolah biarawati juga diserang. Namun tak satu pun yang mengalami kerusakan.

Serangan ini terjadi setelah Pengadilan Tinggi pada 31 Desember lalu mengabulkan pencantuman kata ‘Allah’ sebagai pengganti kata ‘Tuhan’ dalam bahasa Melayu.

sumber : http://international.okezone.com/read/2010/01/12/18/293105/18/gereja-dibakar-polisi-selidiki-posting-facebook

January 15, 2010 at 10:21 am 1 comment


Silahkan kunjungi website baru kami YesusCintaIndonesia.com

Categories