Posts tagged ‘bandung’

Pengamanan Natal, Satu Gereja Dijaga 10 Polisi

Kepolisian Resor Kota Besar Bandung menyiapkan 10 personel polisi untuk menjaga setiap gereja pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2011.

Bahkan polisi mengerahkan pengamanan terbuka dan tertutup di lokasi-lokasi yang strategis guna menjaga perayaan hari besar umat kristiani tersebut.

Kapolrestabes Bandung Kombes Polisi Jaya Subriyanto melalui Kasubag Humas Polrestabes Bandung Komisaris Polisi Endang Sri Wahyu Utami mengatakan, jumlah personel yang akan dikerahkan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru 2011 akan disesuaikan karena gabungan dengan personel dari instansi lain.

“Untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru, seluruh instansi gabungan, dari TNI, Pemkot, serta Pemadam Kebakaran,” ujar Kompol Endang saat dihubungi¬†INILAH.COM, Selasa (14/12/2010).

Nantinya, lanjut Endang, setiap gereja dimungkinkan akan dijaga sekitar 10 orang personel polisi baik yang berpakaian preman maupun pakaian dinas. Selain itu, penjagaan juga melibatkan personel gabungan lain yang akan diatur dalam rakor menjelang pengamanan natal dan Tahun Baru 2011 tanggal 20 mendatang.

“Untuk polisi sekitar 10 personel setiap gerejanya, nanti dalam pengamanan akan dilakukan juga penjagaan oleh personel gabungan dari TNI, Damkar serta pihak Pemkot,” ungkap Endang

sumber : inilah.com

Advertisements

December 14, 2010 at 6:19 am Leave a comment

Aksi Polisionil HKBP Bandung Harus Dihentikan

Penyegelan gereja HKBP di Bandung oleh warga masyarakat jelas tidak bisa dibenarkan. Seandainyapun gereja itu benar-benar liar maka tetap tidak dibenarkan masyarakat melakukan tindakan polisionil sendiri. Jika ada yg tidak sesuai hukum, biarkan para penegak hukum yang turun tangan.

Demikian dikatakan Sekretaris FPKB DPR, M. Hanif Dhakiri, Senin (13/12), mengomentari penyegelan Gereja HKBP di Bandung yang dianggap liar oleh warga masyarakat setempat.

Menurut Hanif, warga masyarakat tidak berhak melakukan tindakan polisionil atas warga masyarakat yang lain. “Indonesia itu negara hukum. Setiap warga negara tanpa kecuali berhak atas perlindungan hukum. Nggak bisa satu kelompok main hakim sendiri atas kelompok yang lain. Bisa kacau republik ini kalau pada main hakim sendiri,” katanya.

Hanif menyesalkan tindakan penyegelan gereja itu karena mencederai kebebasan beragama dan beribadah di negeri ini. Ia juga meminta warga masyarakat untuk menghentikan aksi polisionil itu dan menyerahkannya kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. “Tolong hentikan aksi polisionil itu dan serahkan penyelesaiannya pada pemerintah dan penegak hukum sesuai ketentuan yang ada,” pinta Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB itu.

Lebih lanjut, Hanif meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk lebih pro aktif mencari solusi permasalahan masyarakat yang bernuansa agama. Ia juga mengingatkan semua pihak untuk menjaga harmoni sosial di tengah perbedaan yang ada.

sumber : suaramerdeka.com

 

December 13, 2010 at 6:09 am Leave a comment

Massa Razia Gereja HKBP di Rancaekek – Bandung

Massa dari Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI), dan Gerakan Reformasi Islam (Garis) melakukan aksi razia terhadap sejumlah rumah yang dijadikan tempat ibadah kristiani di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (12/12/2010). Mereka datang bersama aparat Satpol PP Kecamatan Rancaekek.

Sekitar pukul 09.00, sebanyak 200-300 orang dari kelompok massa tersebut mendatangi rumah-rumah yang diduga digunakan sebagai tempat ibadah tanpa izin. Mereka berdemonstrasi mendesak pemerintah segera menyegel tempat tersebut dan memintah umat kristiani beribadah di tempat ibadah yang seharusnya bukan di rumah warga.

Lokasi yang dirazia sebanyak tujuh rumah, antara lain, rumah yang digunakan sebagai Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Betania Rancaekek di Kompleks Bumi Rancaekek Kencana. Pihak Satpol PP Kecamatan Rancaekek kemudian menyegel rumah tersebut.

Massa sempat melakukan orasi di depan tempat ibadah tersebut. Puluhan jemaat yang akan melakukan ibadah terpaksa menghentikan aktivitasnya. Massa sempat berhadap-hadapan dengan jemaat, tetapi tidak sampai menimbulkan bentrokan dan aksi anarki.

Tindakan razia seperti ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, razia terhadap tempat ibadah HKBP juga dilakukan massa dari kelompok yang sama di Bekasi dan di tempat-tempat lainnya terhadap tempat ibadah yang tidak berizin. Meski demikian, tindakan razia dan penyegelan ini mendapat penentangan dari sejumlah pihak karena dalam praktiknya pendirian tempat ibadah sering kali sulit mendapatkan izin sehingga warga terpaksa menggunakan rumah tinggal.

sumber : kompas.com

 

December 12, 2010 at 8:34 am Leave a comment

Gereja di Bandung Berikan Perhatian Khusus Pada Gus Dur

Bandung – Kesan tentang Gus Dur tidak hanya datang dari pemeluk agama Islam, pemeluk agama lain pun memiliki kenangan khusus tentang Gus Dur, yang mereka nilai sebagai presiden yang pluralis.

Seperti dinyatakan Uskup Gereja Katedral Santo Petrus Bandung, Yohannes Pudo Sumarto kalau Gus Dur sebagai manusia langka. Selain memiliki ide yang segar serta humor yang mencerahkan, saat pemerintahan Gus Dur, Kong Hu Chu diakui sebagai agama dan imlek dirayakan sebagai hari besar.

“Saya tidak yakin Kong Hu Chu bisa diakui dan imlek bisa dirayakan selain oleh Gus Dur. Dan itu itu merupakan keputusan yang berani dan tidak akan terulang lagi,” ujarnya dalam cara ‘Kongkow Bareng Sebelum dan Sesudah Gus Dur’ di Alifa Function Hall di Jalan BKR, Minggu (17/1/2010).

Dituturkan Yohannes keputusan tersebut keluar sebagai bentuk keyakinan dan kebulatan akan imannya, namun tetap terbuka pada pemeluk agama lain. “Beliau memiliki integritas yang tinggi terhadap keimanan, namun dia tidak tertutup pada agama lain,” tuturnya.

Semangat Gus Dur menurutnya masih hidup apalagi humor segar yang dilontarkan Gus Dur masih banyak yang diingat oleh masyarakat Indonesia.

Di acara yang sama, seorang jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Maulama Yusuf Wilfred Johansen Simajuntak (37) mengaku dua minggu lalu di GKI Maulana Yusuf, Pastur Albertus Jati menyisihkan waktu 30 menit untuk bercerita tentang Gus Dur.

“Dalam khutbahnya dia bercerita keharuan beliau atas meninggalnya Gus Dur bahkan beliau mengambil waktu khusus untuk menangis tersedu,” ujarnya.

Selama jadi jemaat dia tidak pernah melihat ada spanduk namun pada saat meninggalnya Gus Dur baru pertama kalinya spanduk yang menyatakan berbelasungkawa pada Gus Dur itu dipasang.

Dituturkan Wilfred dirinya salah seorang pengagum pemikiran Gus Dur. Hal itu dibuktikan dengan memiliki buku disertasi IAIN Syarif Hidayatullah yang berisi tesis tentang Gus Dur. “Itu adalah harta saya,” ujarnya.

Menurutnya pemikiran Gus Dur lebih mendalam dari yang kebanyakan orang lihat. “Bahkan seandainya jika dia ada di depan saya sekarang. Dengan segala kerendahan hati saya akan mencium tangannya seperti halnya seorang santri,” ungkapnya.

sumber : http://bandung.detik.com/read/2010/01/17/152601/1280187/486/gereja-di-bandung-berikan-perhatian-khusus-pada-gus-dur

January 17, 2010 at 9:19 am Leave a comment


Silahkan kunjungi website baru kami YesusCintaIndonesia.com

Categories

Top Clicks

  • None