Posts filed under ‘Christmas’

Banser dan Pagar Nusa Amankan Natal

Perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2011 di Kota Kediri bakal mendapat pengamanan ekstra ketat dari petugas kepolisian. Polres Kediri Kota akan mengerahkan ratusan personel baik dari Polri, TNI, Satpol PP, Dihubkominfo, serta petugas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Rencananya, petugas juga akan meminta bantuan puluhan tenaga dari Banser (Barisan Ansor Serba Guna) dan beberapa pendekar perguruan pencak silat Pagar Nusa untuk bergabung dalam pengamanan hari raya keagamaan tersebut.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Mulya Hasudungan Ritonga mengatakan, untuk Polres Kediri Kota sendiri rencananya akan menerjunkan sebanyak 682 personel di lapangan. Anggota tersebut akan disiagakan selama 24 jam penuh di beberapa lokasi yang dianggap rawan dengan kejahatan. Jumlah tersebut masih ditambah lagi puluhan petugas keamanan dari unsur lain, seperti TNI, Satpol PP, Dishub, serta petugas kamtibmas.

Dikonfirmasi terpisah, pengasuh Pagar Nusa Kota Kediri, Badrul Huda Zaenal Abidin mengatakan, pihaknya mengaku siap jika memang dibutuhkan untuk ikut serta dalam pengamanan menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru. Berapapun jumlah yang diinginkan oleh pihak Kepolisian, dia akan berusaha untuk memenuhinya.

Disinggung apakah ada latihan khusus bagi anggota Pagar Nusa yang akan diterjunkan dalam pengamanan nanti, Gus Bidin menjawab tidak. Menurutnya, bekal ilmu kanuragan yang sudah dimiliki anggota Pagar Nusa cukup untuk pengamanan acara itu.

Sementara itu, antisipasi disiapkan jajaran Polresta Pasuruan untuk pengamanan perayaan Natal. Salah satu di antaranya adalah penyisiran bom dan penggeledahan tas bagi semua pengunjung gereja-gereja di Pasuruan.

“Kami sudah bertemu dengan Dewan Gereja Indonesia (DGI) Kota Pasuruan dan berupaya semaksimal mungkin agar perayaan Natal dan tahun baru berlangsung aman. Antisipasi sudah kami lakukan,” tegas AKBP Agung Yudha Wibowo, Kapolresta Pasuruan.

sumber : surya.co.id

Advertisements

December 16, 2010 at 3:11 am 1 comment

Wisatawan Betlehem Melonjak Drastis

Betlehem meraih rekor jumlah wisatawan tahun ini dan ribuan kamar hotel di wilayah itu telah penuh dipesan untuk perayaan Natal minggu ini.

Hal tersebut dimungkinkan berkat persentase tingkat kekerasan yang terus menurun di wilayah Tepi Barat selama beberapa tahun terakhir ini.

Hal itu merupakan ‘sedikit’ kabar baik dalam masa suram, akibat kandasnya upaya perundingan damai antara Israel dan Palestina.

Tahun ini, sekitar 1,4 juta wisatawan telah mengunjungi tempat kelahiran tradisional Yesus dan 90.000 turis lainnya diharapkan akan datang selama musim Natal, di mana jumlah tersebut merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun lalu, menurut pemerintah Israel. Jumlah pengunjung terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami percaya bahwa situasi ekonomi dibandingkan dengan tahun sebelumnya, telah lebih stabil dan membaik,” kata Samir Hazboun, anggota Kamar Dagang Betlehem.

Sebanyak 2.750 kamar hotel telah penuh dipesan selama minggu Natal dan empat hotel lagi sedang dalam pembangunan. Para wisatawan yang melakukan liburan minggu Natal tahun lalu, mencapai sekitar 70.000 orang.

Pariwisata merupakan salah satu dari sedikit hal yang memerlukan kerjasama kuat dari Israel dan Palestina. Militer Israel mengatakan, mereka telah melakukan kontak dengan para tokoh dan pemimpin agama dari berbagai sekte Kristen untuk mengkoordinasikan rombongan peziarah yang menuju Betlehem untuk menghadiri acara misa tengah malam pada Natal nanti. Sebuah barikade penghalang dibangun oleh pihak kemanan Israel di sepanjang ujung selatan kotaBetlehem, yang merupakan wilayah yang menjadi sumber gesekan dengan para penduduk.

Puluhan ribu wisatawan asing akan berkumpul di Manger Square, depan Gereja Kelahiran untuk melakukan perayaan Natal. Mereka harus menyeberang melalui sebuah pintu gerbang setinggi 8 meter yang dibangun Israel untuk menjaga serangan para pejuang Palestina dari Yerusalem, yang hanya berjarak 5 kilometer jauhnya.

sumber : wartanews.com

December 16, 2010 at 3:09 am Leave a comment

Pengamanan Natal, Satu Gereja Dijaga 10 Polisi

Kepolisian Resor Kota Besar Bandung menyiapkan 10 personel polisi untuk menjaga setiap gereja pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2011.

Bahkan polisi mengerahkan pengamanan terbuka dan tertutup di lokasi-lokasi yang strategis guna menjaga perayaan hari besar umat kristiani tersebut.

Kapolrestabes Bandung Kombes Polisi Jaya Subriyanto melalui Kasubag Humas Polrestabes Bandung Komisaris Polisi Endang Sri Wahyu Utami mengatakan, jumlah personel yang akan dikerahkan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru 2011 akan disesuaikan karena gabungan dengan personel dari instansi lain.

“Untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru, seluruh instansi gabungan, dari TNI, Pemkot, serta Pemadam Kebakaran,” ujar Kompol Endang saat dihubungi INILAH.COM, Selasa (14/12/2010).

Nantinya, lanjut Endang, setiap gereja dimungkinkan akan dijaga sekitar 10 orang personel polisi baik yang berpakaian preman maupun pakaian dinas. Selain itu, penjagaan juga melibatkan personel gabungan lain yang akan diatur dalam rakor menjelang pengamanan natal dan Tahun Baru 2011 tanggal 20 mendatang.

“Untuk polisi sekitar 10 personel setiap gerejanya, nanti dalam pengamanan akan dilakukan juga penjagaan oleh personel gabungan dari TNI, Damkar serta pihak Pemkot,” ungkap Endang

sumber : inilah.com

December 14, 2010 at 6:19 am Leave a comment

PERAYAAN NATAL : HKBP Cikeuting Sewa Gedung untuk Natalan

Untuk perayaan Natal yang akan digelar Kamis (16/12/2010), jemaat HKBP Pondok Timur Indah, Cikeuting, Bekasi Timur Kota Bekasi, Jawa Barat, akan menyewa gedung milik Kementerian Sosial.

“Ini dilakukan karena gedung eks kantor Pemuda Pancasila yang dipinjamkan pemerintah untuk tempat beribadah sementara tidak cukup menampung para jemaat perayaan Natal,” kata perwakilan Majelis Gereja HKBP Pondok Timur ST HE Manurung di Bekasi, Sabtu (11/12/2010).

Dikatakannya, untuk perayaan itu dibutuhkann tempat yang representatif untuk menampung sekitar 1.000 jemaat untuk ibadah dan perayaan Natal bagi anak-anak yang diagendakan berlangsung 16 Desember 2010.

“Daya tampung Gedung eks PP di Jalan Chairil Anwar hanya 250 orang, sedangkan kegiatan Natal khusus untuk anak-anak pada 16 Desember 2010 akan diikuti 500 peserta mulai dari usia 3 tahun hingga 12 tahun, belum termasuk orang tua ereka yang mengantar,” kata Manurung.

Manurung mengatakan, penetapan lokasi kegiatan Natal Anak di Gedung Kemensos di Jalan Raya Joyomartono, Kecamatan Bekasi Timur, adalah hasil kesepakatan seluruh jemaat yang mengaku telah bersedia menggalang dana untuk menyewa tempat.

“Kegiatan Natal Anak berisi agenda kebaktian, pembacaan ayat-ayat Alkitab, dan lainnya mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Pada tahun lalu kegiatan ini kami pusatkan di Jalan Puyuh Raya, Perumahan Pondok Timur,” kata dia.

sumber : kompas.com

 

December 13, 2010 at 6:19 pm Leave a comment

Jelang Natal, 40 Pengurus Gereja Dikumpulkan

Untuk meningkatkan keamanan menjelang Natal dan Tahun Baru 2011, jajaran Polres Metro Jakarta Timur berencana mengumpulkan seluruh pengurus gereja di wilayah itu.

Rencananya sekitar 40 orang pengurus akan dikumpulkan di Mapolres Jakarta Timur, Selasa (14/12) besok. Mereka akan diberikan pengarahan langsung oleh Kapolres Jakarta Timur, Kombes Saidal Mursalim.

Wakapolres Metro Jakarta Timur, AKBP Mahvira Zein, mengatakan, jelang Natal dan Tahun Baru, biasanya berbagai bentuk kejahatan muncul ke permukaan. Terutama kejahatan jalanan, seperti aksi premanisme, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor.

Karenanya ia menghimbau pada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing. “Hal ini untuk menghormati dan memberikan kesempatan pada umat kristiani melakukan ibadah,” kata AKBP Mahvira Zein, Senin (13/12).

Dijelaskan Mahvira, jumlah personel yang akan diterjunkan untuk pengamanan dua perayaan tersebut mencapai sekitar 1.400 personel, atau dua pertiga dari jumlah personel yang ada. Namun sistem pengamanan ini akan dibebankan pada setiap wilayah atau polsek. Utamanya untuk pengamanan gereja-gereja dan obyek vital lainnya.

“Kita akan membagi tugas pengamanan dengan wilayah, seluruh polsek akan kita libatkan. Prinsipnya seluruh gereja dan tempat-tempat keramaian akan kita amankan,” ujarnya.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Didik Heryadi menuturkan, patroli keamanan akan semakin ditingkatkan. Termasuk operasi terhadap premanisme akan terus dilakukan.

“Mengingat saat ini jelang Natal dan Tahun Baru, tentunya razia akan ditingkatkan. Kalau biasanya hanya melakukan patroli secara rutin, sekarang ada operasi pekat (penyakit masyarakat), handak (bahan peledak) hingga operasi lilin. Targetnya agar ibu kota tetap kondusif,” terangnya.

Sementara, hasil operasi yang dilakukan sejak 24 Nopember hingga 13 Desember 2010 ini, sebanyak 22 pelaku kejahatan yang kedapatan membawa senjata tajam berhasil diproses secara hukum. Dari jumlah itu, 19 di antaranya berdasarkan laporan dari masyarakat.

sumber : beritajakarta.com

December 13, 2010 at 11:55 am Leave a comment

Warga Indonesia Rayakan Natal di Inggris

Warga negara Indonesia yang beragama Nasrani yang tergabung dalam Persekutuan Kristen Indonesia (Perki) di Inggris merayakan Natal bertempat di Aula Gereja St. Luke’s Church yang biasa dipergunakan beribadah umat Kristen Anglikan di Kensington, Inggris, Sabtu.

“Tahun ini merupakan kali kedua perayaan tersebut diadakan di St. Luke’s Church, gereja yang memiliki arsitektur yang megah dan kaya ornament,” kata salah seorang diplomat angkatan 35 Kemlu, Allesandro Bernama yang sedang magang di KBRI London, Minggu (12/12/2010).

Hadir pada perayaan Natal bersama masyarakat Indonesia yang sebagian rela menempuh perjalanan panjang dari Newcastle, utara Inggris demi turut berpartisipasi dalam perayaan syukur umat Kristiani tersebut bersama Dubes Indonesia untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia, Yuri O Thamrin beserta Ny Sandra Thamrin.

Dubes Yuri Thamrin menyampaikan sambutan singkat berisi pesan agar warga Perki mampu belajar dari teladan Nabi Isa untuk mengasihi sesama manusia seperti halnya mengasihi diri sendiri.

“Dubes juga menekankan pentingnya sikap toleransi antarumat beragama. Melalui kebersamaan, segala beban perantau selama di Inggris akan terasa ringan,” ujarnya.

Setiap tahun selama lebih dari dua dekade terakhir KBRI London bersama umat Kristiani di Inggris dari berbagai kalangan, baik masyarakat, pelajar maupun tamu dari Indonesia, secara rutin menggelar perayaan Natal.

Tujuan utamanya untuk turut menjaga silaturahmi warga negara Indonesia di Inggris sekaligus memanfaatkan momen tersebut untuk bertemu dan mengenal lebih dekat masyarakat Indonesia yang baru tiba di Inggris.

Mengambil tema Tuhan Itu Baik kepada Semua Orang, khotbah dari Pendeta Frans Sahetapy STh mengingatkan sekitar 150 undangan pentingnya perayaan Natal tahun ini dilaksanakan dalam semangat saling mengasihi dan membantu sesama di antara umat Kristiani di Inggris yang terbilang jauh dari tanah air.

Kegiatan ibadah kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan siang bersama dan pertunjukan Natal yang semarak selama kurang lebih lima jam berhasil memuaskan kerinduan masyarakat Indonesia di Inggris untuk beribadah serta mencicipi lezatnya beragam kuliner Indonesia.

sumber : kompas.com

December 13, 2010 at 5:55 am Leave a comment

Terkait Bom di Gereja Solo, Tujuh Orang Diperiksa

Polresta Surakarta dan Polres Sukoharjo yang dibantu Polda Jateng memeriksa tujuh orang terkait  meledaknya bom rakitan di gereja desa Blimbing, Gatak dan yang belum sempat meledak di luar pagar Polsek Pasar Kliwon.

Sejauh ini juga belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas teror bom di tempat ibadah dan juga kantor polisi tersebut.

Kapolresta Solo Kombes Nana Sudjana juga belum bisa memberikan gambaran yang lebih gamblang, soal kemungkinan adanya skenario tertentu dari kelompok tertentu yang mempunyai target tertentu, terkait teror bom di luar pagar Polsek Pasar Kliwon.

” Kami melihat bom itu jelas bukan sembarang orang yang pasang. Tapi karena belum ada petunjuk jelas, kami belum berani mengarah ke kelompok tertentu. Yang jelas kini sudah tujuh orang kita periksa, termasuk anggota polisi yang mendapatkan laporan tentang temuan bom di luar tembok Polsek,” tegas dia kepada Media Indonesia, Rabu ( 8/12) di kantornya.

Sementara Laskar Umat Islam Surakarta ( LUIS ) mendesak polisi untuk secepatnya mengungkap kasus teror bom, yang menurut mereka dilakukan oleh kelompok iseng dengan tujuan yang tidak jelas dan sangat kasar tersebut.

“Terlepas itu dilakukan kelompok iseng atau kelompok siapa pun, polisi harus segera mengungkap dan menangkapnya. Ini sudah memprovokasi dan bisa menganggu kondisivitas lingkungan,” ungkap jubir LUIS, endro Sudarsono kepada Media Indonesia.

Tabir bom di dua tempat di wilayah Surakarta masih gelap. Belum ada satu pun pihak yang mengaku bertanggung jawab atas atas meledaknya bom di gereja desa Blimbing, kecamatan Gatak, kabupaten Sukoharjo maupun yang belum sempat meledak di luar pagar Polsek Pasar Kliwon.

Endra khawatir, jika tidak secepatnya terbongkar, maka akan muncul tudingan liar. ” Padahal yang melakukan kelompok iseng, dan targetnya saja tidak jelas. Kalau tidak segera dibongkar, bisa saja persoalan menjadi liar. Tentu ini merugikan kelompok-kelompok yang berkeinginan menjaga kondisivitas Solo Raya sebagai daerah aman yang duduk berdampingan, penuh toleransi,” tegas dia.

Sedang Kombes Nana menambahkan, pihaknya dalam upaya mengungkap kasus bom rakitan berdaya ledak rendah itu, telah mengerahkan segala daya upaya. Bantuan Tim Polda Jateng telah memperkuat penyelidikan, meski belum mengarah kepada kelompok tertentu.

“Kita tidak bisa bergerak cepat. Tapi kalau semua sudah jelas, tentu akan kita kejar kelompok atau perorangan yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam teror bom ini,” tandas Nana lagi.

Sementara terkait kasus isu penembakan kaca balkon lantai atas Gereja Kristen Muria Indonesia ( GMKI ) Surakarta, Kapolresta Surakarta ini menegaskan, bahwa yang terjadi itu bukan penembakan.

“Saya pastikan itu bukan penembakan. Saya mengecek sendiri, itu bukan peluru, tapi seperti besi cor. Ukurannya 2,5 cm. Mungkin saja dengan ketapel, yang mengenai kaca atas sampai jatuh di depan altar gereja,” papar dia seraya menambahkan kejadian di GMKI itu terjadi Minggu pagi sebelum ada ibadah kebaktian.

Terpisah Kapolres Sukoharjo Ajun Komisaris Besar Prihartono EL menegaskan bahwa kasus bom meledak di gereja desa Blimbing langsung ditangani oleh tim khusus Polda Jateng. ” Itu bukan porsi saya. Yang saya tahu masih terus didalami data dan penyelidikannya. Itu saja,” tegas dia kepada Media Indonesia.

Ia hanya menegaskan, terkait adanya teror bom di tempat ibadah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru ini membuat Polres Sukoharjo menyiagakan seluruh anggotanya untuk melakukan penjagaan khusus kepada seluruh gereja yang ada di wilayah Sukoharjo. ” Kita akan awasi intensif, agar tidak ada yang mengacau selama perayaan Natal nanti,” tegas dia sekali lagi.

sumber : mediaindonesia.com

December 10, 2010 at 10:54 am Leave a comment

Older Posts


Silahkan kunjungi website baru kami YesusCintaIndonesia.com

Categories