Peninggalan Paus di Museum Katedral

November 28, 2010 at 8:33 pm Leave a comment


JAKARTA – Anda ingin melihat lebih dekat barang-barang peninggalan dua pemimpin tertinggi Gereja Katolik? Anda dapat mengunjungi museum Katedral yang terletak di balkon Gereja Katedral di Jakarta. Di sana, dua barang peninggalan Paus Paulus VI dan dua barang milik Paus Yohanes Paulus II dipamerkan.

Ketika mengunjungi Indonesia pada 3-4 Desember 1970, Paus Paulus VI menghadiahkan Mitra (topi Paus) dan Tongkat Gembala yang dipakainya kepada Mgr Leo Soekoto yang ketika itu menjabat Uskup Agung Jakarta. Begitu pula saat Paus Yohanes Paulus II datang pada 10 Oktober 1989 , ia menghadiahkan Piala dan Patena (jubah) kepada umat Katedral.

Tak hanya empat barang peninggalan Paus, museum juga menampilkan koleksi foto-foto ketika dua pemimpin itu datang dan menyapa umat Katolik. Bahkan, selembar surat ancaman pembuhuhan terhadap Paus yang diterima oleh Gereja Katedral menjelang kedatangan Paus Yohanes Paulus II masih tersimpan rapih.

Museum yang diresmikan oleh Mgr Darmaatmadja SJ yang saat itu menjabat Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia sekaligus Uskup Agung Semarang pada 28 April 1991 juga menampilkan barang-barang bersejarah lain. Museum memamerkan dua buku misa berbahasa lain yang pernah dipakai pada masa pra-Vatikan II. Buku itu ditaruh diantara koleksi puluhan buku ibadat lain.

Disalah satu sudut museum disusun replika Pastoran pada abad 19. Kursi gobang (kursi malas), meja, kaca, kotak lampu, tempat air, serta jam buatan abad 17 disusun untuk memberi gambaran suasana jaman dulu. Ada pula patung Bunda Maria berkonde diapit sepasang pria dan wanita Jawa yang dibuat oleh Pater Reksaatmadja SJ sekitar tahun 1930 ketika belajar Ilmu Ketuhanan di Belanda.

Diruang lain terdapat penggambaran kisah perjalanan para misionaris ketika melaksanakan misi. Dipajang replika perahu tradisional yang dinaiki Pastor P Bonnike, S.J. Dia tewas tenggelam di Selat Lewotobi, Flores ketika menyelamatkan diri dari kejaran kolonial pada tahun 1889 . Chestbox (koper kayu) dan sepeda onthel yang digunakan para misionaris ikut dipamerkan.

Museum juga memiliki beberapa alat musik tua untuk menggiringi puji-pujian yang tidak lagi dipakai. Pipe Orgel pertama kali adalah salah satunya. Pipe Orgel itu kini telah rusak. Kini, misa diiringi Pipe Orgel buatan Belgia yang dipasang tahun 1988 .

Di dinding-dinding museum terpasang foto serta lukisan susana jaman dulu seperti foto Harmoni tahun 1830 , Pasar baru dengan jembatannya tahun 1985 , Lapangan Banteng tahun 1905 . Ikut dipasang lukisan wajah para Uskup Agung Jakarta.

Selain itu, museum juga memamerkan lukisan Gereja Katolik pertama di Senen yang dibuat oleh J. Rach, warga Denmark tahun 1810, beberapa potret proses pembangunan Gereja Katedral yang diarsiteki Pater A Dijkmans SJ, serta koleksi lain.

Untuk melihat semua itu, Anda dapat mendatangi museum setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat setiap pukul 10.00-12.00 tanpa dipungut biaya. Akan ada pemandu yang siap menjelaskan setiap koleksi.

 

sumber : kompas.com

Entry filed under: Berita. Tags: , , , , .

Gereja Doakan Pembuat SMS Provokatif Gereja HKBP Sipogu Butuh Perhatian Perantau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Silahkan kunjungi website baru kami YesusCintaIndonesia.com

Categories


%d bloggers like this: