Massa Segel Gereja GPIB Galaxi Bekasi

February 16, 2010 at 11:49 am 11 comments


Bekasi – Sejumlah organisasi massa (ormas) Islam, Senin (15/2) siang, memprotes dan menyegel pembangunan Gereja GPIB di RW 05/17 Perumahan Taman Galaxy, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Hingga berita ini dilaporkan, penyegelan sedang berlangsung dengan membentangkan kain sepanjang 50 meter yang isinya menolak pembangunan gereja tersebut.

Kain tersebut bertuliskan berbagai protes terhadap pembangunan gereja itu, dipasang sekeliling tembok gereja. Selain itu, penghapusan papan nama gereja dan pengibaran bendera sejumlah ormas Islam di lokasi bangunan juga dilakukan. Penyegelan dilakukan dengan alasan bahwa Gereja GPIB tersebut belum menyelesaikan surat izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Seperti diketahui, Gereja GPIB ini, salah satu dari tujuh gereja yang berada di lokasi itu. Massa juga menempelkan surat teguran yang ditandatangani Camat Bekasi Selatan, Hudi Wijayanto terkait pembangunan gereja tersebut. Sambil berorasi, massa menyatakan, dari sejumlah gereja di lokasi itu terdapat beberapa gereja yang belum memiliki IMB, termasuk GPIB yang kini tengah dalam tahap pembangunan dua lantai.

Di antara isi surat Camat Bekasi Selatan yang dilaminating dan ditempelkan massa di bangunan gereja itu bertuliskan.

“Pihak panitia pembangunan gereja untuk tidak melaksanakan kegiatan sebelum menyelesaikan perizinan dari Pemkot Bekasi.”

Surat itu merupakan lembar kelima yang ditempelkan terkait surat camat kepada pihak panitia pembangunan gereja.

Rupanya, pihak gereja membangun tempat ibadah sebelum melengkapi perizinan sehingga camat setempat memberi teguran. Surat teguran pada halaman kelima itulah yang ditempelkan massa.

Pihak gereja yang ditemui tidak ada di lokasi. Tetapi, beberapa tukang yang sedang bekerja terpaksa menghentikan kegiatan mereka setelah puluhan massa mendatangi bangunan itu.

Sebagaimana diketahui, penolakan terhadap gereja di Kabupaten dan Kota Bekasi, sejak akhir 2009 lalu, sudah berlangsung beberapa kali. Pertama, penolakan dialami umat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Philadelpia di Desa Jelajen Jaya Kecamatan Tambun Utara.

Kemudian, dilanjutkan dengan protes sejumlah massa ke Gereja HKBP Pondok Timur di Kecamatan Mustika Jaya Kota Bekasi dan kali ini berlanjut di Gereja GPIB Galilea di Perumahan Taman Galaxy Kota Bekasi.

sumber : hariansib.com

Entry filed under: Berita. Tags: , , , , , .

Gereja Australia Sesalkan Pembakaran Gereja di Padang Lawas 20 Orang Pendeta Gereja Terang Dunia Dilantik di Nias dan Kota Gunungsitoli

11 Comments Add your own

  • 1. Danie Fabregas  |  February 18, 2010 at 4:23 am

    Indonesia yang tercinta….

    “Selumbar di mata kawan ku kulihat balok di mataku tidak kulihat…”

    Reply
  • 2. mel  |  February 20, 2010 at 4:24 am

    seorang kakak sdh shrsnya mekindungi adik2nya. Bukan menteror mereka. Kalau adik2nya dalam susah bukankah sehrs-nya adik2nya diberikan pertolongan. Negara Indonesia ini tdk hanya di miliki oleh satu kelompok kepercayaan saja. Negara ini terbangun krn dan dalam keberagaman. Panca Sila dalam kebhineka tunggalan bangsa. Saya yakin tdk ada Tuhan yang mentolerir kemunafikan. tdk ada Tuhan yang melarang manusia2-Nya utk datang bersekutu dan membangun jemaat untuk beribadah. Dan jangan fitnah!
    sekiranya Tuhan meridhohi bangsa dan negara Indonesia ini. Amin

    Reply
  • 3. disan  |  May 15, 2010 at 7:17 am

    Dalam pancasila sila 1 bunyinya : ” Ketuhanan Yang Maha Esa”, kira2 agama yg tuhannya satu, agama apa ya? Harusnya ngaca donk, Agama yang tuhannya lebih dr satu harusnya ngga brada di Indonesia. Kristen tuhannya ada berapa?

    Reply
    • 4. hanyaseseorang  |  September 18, 2010 at 6:59 am

      saudara/i disan, saya telah mereply pertanyaan saudara/i di bawah. Tuhan memberkati.

      Reply
  • 5. mr. vxv  |  May 29, 2010 at 3:06 pm

    disan kamu nggak skolah ato nggak pernah diajar utk menghormati orang lain….
    sperti katak dalem tempurung…
    sudah pikiran sempit bodoh lagi…
    kesian kesian wong sperti kaw nih….

    Reply
  • 6. Love Jesus  |  August 1, 2010 at 5:33 am

    ku kan tetap berlari mengejar semua mimpi, mengerjakan tugas2ku bagi generasiku.
    kukan terus berlari tinggalkan masa lalu, mengerjakan mau Mu Tuhan bagi kemulian Mu.

    Reply
  • 7. Love Jesus  |  August 1, 2010 at 5:43 am

    Bapa kami yg bertahta dlm kerajaan sorga, ampunilah mereka sebab mereka tdk mengetahui apa yg diperbuat, sebab mereka juga ciptaan Mu, kami tahu Engkau sangat mencintai semua ciptaan Mu bahkan Engkau menjadikannya spt biji mata Mu sendiri. Bukakan dan ketuk pintu hati mereka agar mengerti jalan dan rancangan Mu bagi kami bangsa Indonesia. jadikan kami bangsa yg berbudi dan saling menghormati perbedaan, agar jgn menjadi jurang pemisah melainkan menjadi kasih yg erat didalam nama Mu.

    Amin.

    Reply
  • 8. J-SALEM  |  September 14, 2010 at 8:49 am

    !! Bagi mereka yg telah menganiaya umat Tuhan tunggu masa penghakiman nanti, ” setialah dgn imanmu sampai mati jgn takut ! Tuhan Yesus yg telah hidup kembali dr kematian menyertaimu”. DIALAH SANG PENGHAKIM itu (IMAM MAHDI) yg akan dtng ke dua kali. DIA akan membinasakan bagi org2 yg tdk percaya pdnya.

    BAKAR TUH! GEREJA!.. BUNGKUS,.MAKAN TUH GEREJA!!

    Ingat ada masa penghakiman abadi setelah anda mati !!

    Reply
  • 9. hanyaseseorang  |  September 18, 2010 at 6:58 am

    haha ironis, lebih gampang bikin diskotik dan bar daripada bikin Rumah Tuhan. Mending bikin diskotik aja, terus di dalam nya kita ibadah. Mungkin yang protes-protes malah mau ikutan kali.

    @disan: saudara/i disan, mungkin aliran kita berbeda. Yang jelas kami meyakini bahwa Tuhan yang kami sembah adalah esa. Kalau saudara/i tertarik untuk tahu lebih jelas, bisa cari referensi di google. Bijak berkata, bijak bertindak.

    Reply
  • 10. prayer  |  September 24, 2010 at 10:25 am

    saat anda tidak tahu bagaimana mengenali kepelbagaian, saat itulah anda terjebak dalam pemikiran yang sempit dalam bertindak.Kita akan mencapai nilai iman yang paling murni, ketika kita bisa belajar menilai orang lain seperti Tuhan menilai kita. Kedamaian dalam kehidupan diciptakan oleh semua pihak. Jadi bangunlah toleransi antar umat dalam beragama sebagai semangat jiwa pancasila.Bagimu saudara-saudaraku teruslah menjadi garam dan terang bagi dunia ini khususnya negeri di mana engkau berada. GBU

    Reply
  • 11. Bahlul  |  February 14, 2011 at 8:11 am

    Hahaha.. Tuhan ada tiga ?. Bagaimana dgn agama Hindu apakah Brahma-Wisnu-Syiwa dianggap tiga Tuhan ?. Sang Hyang Widi tetap satu adanya.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Silahkan kunjungi website baru kami YesusCintaIndonesia.com

Categories


%d bloggers like this: