Gereja Katolik St Maria de Fatima Tak Pernah Absen Rayakan Imlek

February 14, 2010 at 12:00 pm Leave a comment


Kerukunan umat beragama begitu kental di kawasan Pecinan, Jakarta Barat. Gereja Katolik Santa Maria de Fatima, misalnya. Setiap perayaan tahun baru lunar tiba, gereja itu ikut merayakannya bersama penduduk sekitar.

SEKILAS, Gereja Katolik St Maria de Fatima di Jalan Kemenangan, Jakarta Barat, tampak seperti kelenteng. Tanda bahwa bangunan tersebut berupa gereja ditampilkan melalui tiang salib besar yang dipasang di atas genting. Nama Gereja Katolik St Maria de Fatima yang dipasang di atas pintu utama makin menegaskan status bangunan tersebut.

Gereja yang disebut juga Gereja Taosebio itu memang sedikit berbeda. Sebelumnya, gereja tersebut merupakan rumah milik seorang kapitan Tiongkok bermarga Tjioe yang dibangun awal abad ke-19. Kekunoannya membuat bangunan tersebut masuk daftar cagar budaya, sehingga tidak boleh dipugar.

Itulah yang membuat arsitektur dan interior bangunan tak banyak berubah. Detail-detail khas bangunan Tionghoa kuno yang asli masih dominan. Pada atap gereja, terdapat hiasan yang menggambarkan ian boe heng (ekor walet) yang dikawal sepasang cion sai (singa batu).

Di pelisir atap bangunan terdapat tulisan berhuruf Tiongkok berbunyi hok shau kang ning yang bermakna tempat kedamaian. Di depan halaman gereja terdapat sepasang singa batu yang merupakan ciri khas rumah bangsawan Tionghoa. Begitu kental suasana kunonya. Karena itu, memasuki gereja tersebut seolah mundur ke zaman penjajahan Belanda.

Tak hanya gaya arsitektur bangunan yang unik, aktivitas gereja yang dipimpin Pastor Guido Paolucci SX tersebut juga menarik. Terletak di kawasan pecinan, gereja yang pernah menjadi asrama bagi orang-orang Hoakiauw (warga Tiongkok perantauan) tersebut banyak mengumpulkan jemaat warga keturunan. Misa yang dilakukan pun menyesuaikan.

Setiap Minggu sore, gereja tersebut mengadakan misa khusus menggunakan bahasa pengantar Mandarin. ”Untuk misa ini, kami mendatangkan pastor tamu. Pastor pengurus di sini tidak ada yang bisa berbahasa Mandarin,” jelas Pastor Guiseppe Bagnara SX, salah seorang pastor pengurus gereja, lantas tertawa.

Pada momen-momen besar warga Tionghoa, gereja itu kerap ikut memeriahkan. Salah satu yang tak pernah terlewat adalah perayaan tahun baru Imlek. Pengurus gereja mempunyai ritual khusus menyambut tahun baru lunar tersebut. Gereja dihias meriah dengan berbagai hiasan khas. Lampion-lampion digantung di atap gereja, bunga-bunga mei hwa mempercantik sudut-sudut gereja.

Suasana makin meriah dengan ornamen-ornamen kertas yang ditempel di dinding. ”Kami biasa menghias gereja pada H-1 perayaan Imlek,” jelas Sulaiman Tirta, anggota Mudika gereja tersebut.

Ritual bagi-bagi angpau tepat pada tahun baru pun tak terlewat. Pengurus gereja juga berbagi jeruk perlambang kemakmuran kepada seluruh jemaat. ”Tepat di tahun baru, kami juga mengadakan misa Imlek. Misa itu kerap dibanjiri umat. Tempatnya sampai penuh sesak,” ujar pastor Guiseppe.

Menurut dia, ritual perayaan Imlek merupakan wujud penghormatan kepada jemaat yang sebagian besar merupakan warga Tionghoa.

Misa Imlek sekaligus mengajak jemaat berdoa bersama agar pada tahun baru ini semua senantiasa penuh berkah dan diberi kemudahan. ”Kami berada di lingkungan warga Tionghoa. Gereja ini pun berdekatan dengan tiga kelenteng tua. Sudah seharusnya kami menghormati tradisi yang ada,” ungkap Guiseppe.

Perayaan Imlek tersebut, tambah Sulaiman, tak hanya diikuti jemaat. Tak sedikit warga sekitar yang notabene bukan pemeluk Katolik pun ikut berbaur merayakan bersama. Yang dilakukan pengurus gereja tentu makin menambah kemeriahan perayaan Imlek di kawasan Pecinan.

sumber : jawapos.com

Entry filed under: Berita. Tags: , , , , , , , , , , .

Membangun Jembatan bagi Toleransi di Australia Mahfud: MK Serius Kaji UU Penodaan Agama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Silahkan kunjungi website baru kami YesusCintaIndonesia.com

Categories

Top Clicks

  • None

%d bloggers like this: