Gereja Katholik Prancis Tolak Pelarangan Cadar

February 3, 2010 at 12:02 am 3 comments


PARIS – Gereja Katholik Prancis menyerukan penolakan terhadap pelarangan cadar. Mereka juga menyerukan agar negara-negara Eropa menghargai hak-hak kaum Muslim.

“Justru semakin dilarang, akan semakin banyak perempuan yang mengenakan pakaian itu,” ujar Pastur Michel Santier, Ketua Dialog Lintasagama dalam Gereja Katholik Prancis. Menurutnya, sangat sedikit jumlah perempuan yang mengenakan cadar jika dibandingkan jumlah Muslimah Prancis secara keseluruhan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Parlemen Prancis dalam sebuah panel pekan lalu merekomendasikan pelarangan parsial terhadap penggunaan cadar. Bila rekomendasi itu diterima, maka cadar akan dilarang di rumah sakit, sekolah-sekolah, transportasi umum, dan kantor pemerintahan.

Menurut Santier, sudah semestinya negara melindungi minoritas, bukan malah sebaliknya. “Jika kita menginginkan negara mayoritas Muslim menghormati hak-hak minoritas Kristen atau Katholik, sudah semestinya negara kita membebaskan semua pemeluk agama untuk menjalankan keyakinannya, meski dia minoritas,” ujarnya.

Santier menyesalkan panel yang dilakukan tanpa mengundang perwakilan agama, baik Islam, Kristen, maupun Yahudi. Padahal, panel itu dilakukan secara maraton selama enam bulan dan berakhir Desember. “Semestinya mereka juga meminta pertimbangan kami,” ujarnya. Petinggi Yahudi juga dikabarkan tak setuju dengan pelarangan cadar ini.

Pelarangan cadar menjadi isu utama sejak Juni tahun lalu saat Presiden Nicolas Sarkozy kurang berkenan dengan hal ini. Kemungkinan besar, pemerintah akan segera memberlakukan aturan itu, seperti diisyaratkan oleh Claudia Gueant, tangan kanannya, yang menyebut “tengah mencari waktu yang pas untuk melegalkannya.”

Merujuk data Kementerian Dalam Negeri, sekitar 1.900 Muslimah Prancis kini mengenakan cadar.

sumber : republika.co.id

Entry filed under: Berita. Tags: , , , , , .

Habibie dan Kibaran Bendera Pusaka Iman dan Kebersamaan Modal Membangun

3 Comments Add your own

  • 1. de asmara  |  April 25, 2010 at 3:16 am

    demi Tuhan, saya terharuuu sekali membaca ini. terimakasih untuk pendeta tersebut di atas yang begitu besar hatinya…

    saya juga sangat memimpikan hidup di dunia di mana saya tidak perlu takut berjilbab saat pergi ke tempat di mana saya adalah minoritas, saya ingin teman2 saya yg kristen juga tenang memakai kalung salibnya meski mereka tinggal di tempat yg mayoritas muslim…

    hiduplah berdampingan dengan damai meski dalam perbedaan🙂

    Reply
  • 2. ilham topanda firdaus  |  June 2, 2010 at 4:45 am

    ass.dien yang benar adakah islam islam tidakbisa di damakan dengan yang lainya karena islam adalam agama yang sempurna

    Reply
  • 3. Serambi Daud  |  September 14, 2010 at 7:54 am

    Logika saja, muslim di France kbnyakan imigrant dr negara2 arab, sehrsnya bersyukur mrk difrance diterima dgn baik, dpt kerja,dan bisa tnggal dgn damai&aman, shrsnya kaum muslim di france mnerima peraturan apa yg negara tsb, buat. if they dont like it stay in France, just go back to arab. yg di larangkan cadar&speaker masjidnya, bukan mlakukan sembahyangnya. mungkin dgn cadar&speaker msysrkt France tdk merasa nyaman,.. bawa simple saja hidup ini!!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Silahkan kunjungi website baru kami YesusCintaIndonesia.com

Categories


%d bloggers like this: