Saat Gempa, di Mana Presiden Haiti Berada?

January 20, 2010 at 12:43 pm Leave a comment


Mayat-mayat memenuhi bagian depan taman tempat penyimpanan jenazah di Port-au-Prince.

PORT AU PRINCE, KOMPAS.com — Ketika penduduk Haiti tahu Istana Nasional mereka rusak parah akibat gempa, banyak yang cemas Presiden Rene Preval ikut tewas. Ia memang nyaris tewas.

Ibu negara, Elisabeth Debrosse Preval, Selasa (19/1/2010), menceritakan kepada wartawan di mana mereka berada saat gempa menguncang negara itu pada 12 Januari lalu. Ia mengungkapkan, dia dan suami meninggalkan istana di pusat kota Port-au-Prince sekitar sejam sebelum gempa meluluhlantakkan kota itu.

Mereka menghadiri sebuah acara di sebuah universitas, lalu pergi ke rumah pribadi mereka. Pasangan itu baru saja mulai berjalan menuju rumah di daerah Canape-Vert itu saat segala sesuatu di sekitar mereka berguncang. “Kami terpaku, lalu mundur beberapa langkah, dan kediaman itu runtuh di depan kami,” kata Debrosse Preval.

Sesaat mereka duduk termenung di halaman rumah yang ambruk tersebut, kemudian pemerintah, polisi, dan gereja memberi kabar tentang tragedi itu dari seluruh kota. Preval, Kepala Polisi, Perdana Menteri, dan Menteri Dalam Negeri Haiti kemudian menyewa ojek dari jalanan untuk meninjau kerusakan. Tur itu berakhir pada pukul dua dini hari.

“Ketika dia melakukan hal itu, dia tidak tahu di mana anak-anaknya, apakah mereka juga terperangkap di bawah sebuah gedung,” kata Debrosse Preval, seorang penasihat ekonomi yang menikah dengan sang Presiden bulan lalu.

Dua orang putri Preval, ternyata, tidak berada di dalam rumah dan mereka tidak terluka. Debrosse Preval mengatakan, dia sendiri kehilangan dua kerabat dekat yang sudah seperti orangtua baginya.

Presiden Preval mendapat banyak kecaman karena tidak mengambil peran yang menonjol dalam upaya pemulihan Haiti. Presiden bahkan belum secara resmi meninjau lokasi bencana dan hal itu membuat marah penduduk Haiti.

Namun, Debrosse yang berbicara di markas polisi yang menjadi kantor sementara presiden membela suaminya. Ia memperlihatkan gambar-gambar yang kabur yang dia rekam dengan iPhone tentang aktivitas suaminya malam itu, setelah gempa mengguncang. Ia menyerukan kepada warga Haiti untuk fokus pada upaya pembangunan kembali. “Bagi orang-orang Haiti yang selamat, mereka beruntung masih hidup,” katanya. “Mari bangun dan memandang ke depan.”

sumber : kompas.com

Entry filed under: Berita. Tags: , , , , , .

Upaya Penyelamatan dan Bantuan Berlanjut di Haiti Panitia Pembangunan Gereja Terima Ancaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Silahkan kunjungi website baru kami YesusCintaIndonesia.com

Categories


%d bloggers like this: