Majelis Agama Prihatin Pembakaran Gereja

January 18, 2010 at 9:28 am Leave a comment


VIVAnews – Majelis-majelis Agama di Indonesia menyatakan keprihatiannya atas peristiwa pengerusakan gereja yang terjadi di Malaysia. Mereka mengimbau agar umat Islam dan Kristen di Malaysia dapat menahan diri dan tidak melakukan tindak kekerasan.

“Kejadian tersebut bisa merusak harmoni kehidupan beragama,” kata Juru Bicara Majelis Agama di Indonesia, Slamet Effendi Yusuf di Kantor MUI Jakarta, Senin 18 Januari 2010.

Hadir juga tokoh-tokoh agama seperti, Romo Beni dari KWI, pendeta Erik Barus dari Persekutuan Gereeja Indonesia (PGI), Uung Sandana dari Majelis Tinggi Agama Konghucu (Matakin), dan Rudi Pratikno dari KWI.

Ketidaksetujuan atas putusan pengadilan tinggi Malaysia, lanjut dia, selayaknya disampaikan melalui jalur hukum sesuai mekanisme yang berlaku yakni, banding.

Oleh karena itu, untuk menindaklanjuti sikap majelis agama di Indonesia, Effendy yang juga Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan pihaknya akan memberikan surat kepada pemerintah Malaysia.

Serta, menyerukan sikap Majelis-Majelis Agama di Malaysia untuk menghargai sikap tanggap pemerintah Malaysia dalam menyikapi keputusan Tinggi Malaysia itu yakni, penyelesaian harus ditempuh lewat jalur hukum formal, dengan cara pengajuan banding.

“Kami berdoa agar pemerintah dan masyarakat Malaysia yang bersifat majemuk ini tetap hidup damai dan tentram dalam proses penyelesaian masalah hukum ini,” ujarnya.

Selain itu, Majelis Agama di Indonesia menghimbau seluruh umat beragama khususnya umat Islam dan Kristen di Malaysia agar tenang dan berupaya menahan diri untuk tidak melakukan tindakan kekerasan dan anarkis.

“Karena hanya akan mengakibatkan ketegangan dalam masyarakat. Bahkan dapat meluas ke bangsa-bangsa di Asia Tenggara,” jelasnya.

Selain itu menghimbau aparat-aparat keamanan untuk mengambil langkah-langkah yang tegas dan bijaksana melalui upaya penegakkan hukum sehingga dapat memulihkan kedamaian dalam masyarakat.

Dia menambahkan, dimasa depan perlu dikembangkan dialog theologis antar pimpinan dan umat beragama. Hal itu untuk membangun persaudaraan sejati dan saling pengertian di antara sesama warga bangsa dan umat beragama.

sumber : http://dunia.vivanews.com/news/read/122165-majelis_agama_prihatin_pembakaran_gereja

Entry filed under: Berita. Tags: , , , , .

SMA YPK Biak Siap Menuju Sekolah Internasional Gereja Vietnam Perangi Narkoba dan Alami Mukjizat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Silahkan kunjungi website baru kami YesusCintaIndonesia.com

Categories

Top Clicks

  • None

%d bloggers like this: