Socratez Pasrah Bukunya Dilarang Beredar

January 15, 2010 at 6:55 am Leave a comment


JAYAPURA, KOMPAS.com — Kejaksaan Tinggi Papua mulai mengedarkan surat keputusan dari Kejaksaan Agung mengenai penarikan buku Pendeta Socratez Sofyan Yoman yang banyak beredar di Bumi Cenderawasih. Buku ini dinilai berisi propaganda dan menimbulkan gerakan separatis. Meski kecewa, Socratez mengaku pasrah terhadap pelarangan ini.

“Surat sudah turun dari Kejaksaan Agung kemarin, sudah saya baca. Ini kami distribusikan lagi ke kejaksaan negeri sebagai pegangan bertindak,” ujar Palty Simanjuntak, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua.

Buku tulisan Socratez Sofyan Yoman, Suara Gereja bagi Umat Tertindas: Penderitaan, Tetesan Darah dan Cucuran Air Mata Tuhan di Papua Barat Harus Diakhiri, terbitan Reza Enterprise ini dilarang beredar berdasarkan Surat Keputusan-140/A/JA/12/2009 tertanggal 22 Desember 2009.

Palty mengatakan, buku ini telah dikaji secara mendalam oleh Kejaksaan Agung sejak Mei 2009. Sementara itu, Socratez Sofyan Yoman, Jumat (15/1/2010), mengaku belum menerima pemberitahuan bahwa bukunya dilarang. Ia justru mengetahuinya dari wartawan yang meminta konfirmasinya.

Lebih lanjut, Socratez tidak mempermasalahkan pelarangan bukunya. “Justru semakin dilarang, buku saya semakin laris karena orang penasaran,” ujarnya. Socratez dengan keras mengatakan, bukunya separatis karena semua orang Papua berkeinginan untuk merdeka.

Dia menambahkan, bukunya yang pertama, Orang Papua Bukan Separatis? tahun 1999, hingga buku ke-11 yang sedang disusun, Kesadaran Melanesia 2010, menyampaikan fakta yang terjadi di Papua. Dia merinci permasalahan-permasalahan dan data ditambah analisis yang mengisi buku-bukunya.

“Pelarangan buku ini menunjukkan Indonesia bukan negara demokrasi. Kalau buku saya tidak benar, silakan buat buku yang menurut pemerintah benar seperti apa,” ucap Socratez.

Selain buku tulisan Socratez itu, ada empat buku lain yang dilarang beredar oleh Kejaksaan Agung. Buku-buku itu adalah Pembunuhan Massal Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto (ditulis John Roosa, diterbitkan Institut Sejarah Sosial Indonesia dan Hasta Mitra), Lekra Tak Membakar Buku Suara Senyap Lembar Kebudayaan Harian Rakyat 1950-1965 (ditulis Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M Dahlan, diterbitkan Merakesumba Lukamu Sakitku), Enam Jalan Menuju Tuhan (ditulis Darmawan, diterbitkan Hikayat Dunia), dan Mengungkap Misteri Keragaman Agama (ditulis Syahruddin Ahmad, diterbitkan Yayasan Kajian Alquran Siranindi).

sumber : http://regional.kompas.com/read/2010/01/15/10141463/Socratez..Pasrah.Bukunya.Dilarang.Beredar.

Entry filed under: Berita. Tags: , , , , .

Pendeta Socratez Belum Tahu Bukunya Dilarang Beredar Kelompok Bantuan Perkirakan Penderitaan Besar Korban Gempa Haiti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Silahkan kunjungi website baru kami YesusCintaIndonesia.com

Categories


%d bloggers like this: