Posts tagged ‘pasar’

PASAR BARTER : Jembatan Persaudaraan Kristen-Muslim

Pemeo lama menyebutkan ”asam di darat, ikan di laut, bertemu dalam belanga” cocok dikenakan dalam kehidupan masyarakat tradisional suku Lamaholot, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Warga Kristen turun- temurun menetap di dataran tinggi, dikenal sebagai petani asli. Adapun warga Muslim yang menetap di pesisir pantai dikenal sebagai pelaut atau nelayan. Kehidupan Kristen dan Muslim di Flores, atau Nusa Tenggara Timur umumnya, saling melengkapi. Mereka hidup rukun sejak ratusan tahun silam.

Orang Kristen mengolah lahan menghasilkan padi, jagung, umbi-umbian, pisang, dan sayuran. Mereka juga memelihara ternak, seperti ayam, sapi, kerbau, dan kambing.

Sebaliknya, mata pencarian utama warga Muslim adalah nelayan, petani garam, dan pedagang. Mereka menyediakan pakaian, perkakas dapur, serta hasil industri, seperti minyak kapak, balsem, minyak kayu putih, dan minyak tawon.

”Warga Muslim menyadari, mereka turunan dari orang Bajo, Makassar, dan pedagang dari Persia atau Gujarat yang ratusan tahun lalu mendarat di Flores. Sedangkan warga Kristen sebagian datang dari Maluku, sebagian lagi dibaptis oleh misionaris Portugis,” kata Elias Laga Kelake (72), tokoh Muslim dari Desa Waiwerang, Adonara Timur, Flores Timur.

Kedua kelompok masyarakat ini bercampur dalam perkawinan dan adat istiadat sehingga tidak ada batasan di antara mereka.

”Hal paling kuat yang mengikat adalah pasar barter yang berkembang sampai hari ini di kalangan suku Lamaholot, seperti Adonara, Lembata, Solor, Alor, dan daratan Flores bagian timur. Tidak pernah muncul persoalan yang membatasi kegiatan pasar barter ini. Kalau ada kasus, selalu dilihat sebagai masalah pribadi dan tidak dikaitkan dengan agama atau suku,” kata Elias Laga.

Berdasarkan kesepakatan

Proses simbiosis mutualisme terjadi di pasar barter. Warga Muslim berjualan hasil laut dan garam serta perkakas rumah. Sebaliknya, orang Kristen menawarkan beras, jagung, umbi-umbian, dan sayur-mayur. Namun, karena peredaran uang di daerah ini sangat terbatas, mereka menggunakan sistem barter.

Selain mengikat nilai persaudaraan, pasar barter juga menjaga adat, kejujuran, keadilan, pengorbanan, dan rasa senasib. Cara menukarkan barang di sana tidak berdasarkan ukuran atau alat timbang. Semua berdasarkan kesepakatan. Yang terpenting, tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Takaran yang ditetapkan sudah berlaku turun-temurun. Misalnya, satu sisir pisang ditukar dengan tiga genggam ikan teri, lima batang jagung dengan satu piring garam dapur, 10 buah singkong dengan delapan ekor ikan kembung, atau 15 buah pinang muda dengan seekor ikan cakalang.

Menurut Philipus Laga Doni, Ketua Adat Desa Demondei, Flores, orang Muslim dan Kristen di kalangan suku Lamaholot mengenal semboyan hidup tite nayu baya. Artinya, satu nenek moyang, bersaudara secara adat, dan keturunan.

Semboyan ini menciptakan kerukunan dan persaudaraan sejati antara warga Muslim dan Kristen. Di beberapa tempat di kalangan suku Lamaholot, bangunan gedung gereja dan masjid berdekatan satu sama lain.

Camat Adonara Timur, Flores Timur, Lewar Ismael, yang warga Muslim, mengatakan, ia menjadi camat di tengah mayoritas warga Kristen, tetapi selalu mendapat dukungan.

”Hanya ada warga yang pulang dari perantauan sering memberi informasi tidak benar dan menghasut warga untuk melakukan perbuatan yang mengganggu hubungan antar-agama. Tetapi, tindakan itu tidak pernah berhasil karena warga menyadari pentingnya hubungan persaudaraan,” kata Ismael.

sumber : kompas.com

December 13, 2010 at 6:02 pm Leave a comment

5 Pasar Natal Tradisional di Eropa

MASIH dalam suasana menyambut Natal. Sebelumnya telah diulas 5 kota di Eropa yang akan sangat meriah dengan pasar Natalnya manakala momen tahunan itu berlangsung. Berikut ini kota-kota lainnya, yang bisa memberikan pilihan beragam kepada Anda untuk merayakan semangat Natal di Eropa.

1. Berlin, Jerman

Sesuai dengan rasa kontemporer di kota itu, pasar Natal terbesar di Berlin menyajikan berbagai perhiasan, lukisan, pakaian dan patung-patung dari para desainer dan seniman. Tidak ketinggalan hadiah dengan cita rasa tradisional.

Di Berlin, pasar Natal akan dilangsungkan di tempat yang tidak biasa, yaitu di dasar Gedachtniskirche (Gereja Memorial). Gereja ini pernah dibom selama Perang Dunia II dan hanya sebagian yang dipulihkan. Bangunan itu kemudian juga berfungsi sebagai monumen peringatan.

Pasar Natal Berlin mulai dilangsungkan dari 22 November-24 Desember. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi situs www.germany-tourism.co.uk.

2. Kopenhagen, Denmark

Kopenhagen akan menggelar Pasar Natal terbesar di taman hiburan Tivoli Gardens (Taman Tivoli). Taman Tivoli merupakan taman tema tertua kedua di dunia setelah Dyrehavsbakken. Dengan reputasinya ini, Taman Tivoli menjadi taman yang paling banyak dikunjungi di Skandinavia.

Melihat ketenaran Taman Tivoli yang akan menjadi tuan rumah pasar Natal, tentunya sudah tidak diragukan lagi bagaimana kemeriahan yang akan Anda rasakan di sana. Selama acara berlangsung Anda bisa mencoba glogg (anggur perenungan), ableskiver (donat apel) dan almond panggang.

Pasar Natal Kopenhagen Natal sudah dilangsungkan dan akan terus menawarkan suasana meriah hingga 29 Desember. Untuk informasi lebih lanjut Anda bisa mengunjungi situs www.visitcopenhagen.com.

3. Tallinn, Estonia

Alun-alun kota abad pertengahan Tallinn memberikan latar belakang yang sempurna untuk pasar Natal di kota itu. Tallin juga dikatakan sebagai lokasi pohon Natal pertama di dunia, dimana ritual dimulai pada 1441 ketika pedagang bernyanyi dan menari dengan gadis-gadis lokal di sekitar pohon.

Butik dan galeri di ibukota Estonia ini menyediakan kesempatan belanja tambahan. Suasana kenyamanan juga akan Anda rasakan saat berkunjung ke restoran dan kafe yang berhiaskan dekorasi lilin.

Pasar Natal Tallinn berlangsung dari 29 November 2010-7 Januari 2011.

4. Budapest, Hongaria

Budapest menawarkan pasar Natal tradisional dengan gluhwein (anggur yang dihangatkan) yang bebas mengalir, kalender penyambutan yang ditampilkan dalam jendela rumah Gerbeaud dan toko-toko yang menjual kerajinan kayu.

Tapi ada pusat kegiatan Natal dengan berbagai suguhan live musik, tarian rakyat dan teater boneka. Anda bisa menemukannya di alun-alun Vorosmarty. Oiya semua produk yang dijual di alun-alun Vorosmarty adalah buatan tangan dari Asosiasi Seniman Rakyat Hongaria. Ini bisa menjadi oleh-oleh khas dari Budapest.

Pasar Natal Budapest berlangsung dari 19 November-29 Desember. Untuk mendapatkan informasi lainnya, Anda bisa mengunjungi situs www.budapestinfo.hu/en.

5. Krakow, Polandia

Pasar Natal tradisional di Krakow akan berlangsung di alun-alun Rynek Glowny, di Kota Tua bersejarah. Anda bisa menemukan berbagai benda-benda khas Polandia dari bahan kaca. Selain itu, suguhan dekorasi permen juga akan mudah dijumpai sambil mendengar lagu-lagu Natal tua dan pertunjukan tarian rakyat.

Untuk suguhan yang berbeda, Anda akan menemukan szopka berwarna-warni, sebuah teater yang memainkan boneka dengan tema kelahiran Kristus. Pertunjukan ini dilakukan oleh para profesional dan juga amatir.

Pasar Natal Krakow berlangsung dari 27 November-27 Desember. Bila ingin mencari informasi lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi situs www.cracowplanet.com.

sumber : mediaindonesia.com

December 1, 2010 at 11:55 pm 1 comment


Categories

Top Clicks

  • None

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.