Ungkapan emosi seorang umat Nasrani Malaysia saat mengikuti ibadah di gereja (AP Photo/Lai Seng Sin)
VIVAnews – Kepolisian Kuala Lumpur, Malaysia, telah menahan delapan orang terkait pembakaran sebuah gereja awal bulan ini, Rabu 20 Januari 2010. Ketua tim penyidik, Bakri Zinin, mengatakan sedang menyelidiki apakah delapan orang tersebut juga terkait dengan serangan terhadap sepuluh gereja lainnya.
Kedepalan tersangka tersebut semuanya adalah warga etnis Melayu berumur 21 hingga 26 tahun. Polisi melacak mereka setelah salah seorang dari mereka memeriksakan diri ke rumah sakit untuk menyembuhkan luka bakar.
Mereka bisa dikenai dakwaan penyalahgunaan api atau bahan peledak dengan maksud menghancurkan tempat ibadah. Vonis maksimal atas dakwaan tersebut adalah 20 tahun penjara dan denda. “Kami yakin kami sudah memecahkan kasus ini,” kata Bakri dalam konferensi pers hari ini.
Serangan terhadap sejumlah gereja di beberapa tempat di Negeri Jiran dipicu oleh keputusan pengadilan pada 31 Desember lalu untuk mencabut larangan penggunaan kata “Allah” oleh umat non muslim. Serangan dan reaksi oleh mayoritas populasi Melayu muslim membuat Malaysia dicap lebih radikal dibanding sebelumnya. (AP)
PORT-AU-PRINCE, KOMPAS.com — Jumlah korban tewas akibat gempa dahsyat yang menghancurkan Haiti dan tiga perempat ibu kota Port-au-Prince bisa mencapai 200.000 orang.
Menteri Dalam Negeri negara kepulauan di Karibia itu, Paul Antoine Bien-Aime, Jumat (16/1/2010), mengatakan, “Kami baru saja mengumpulkan sekitar 50.000 mayat. Kami memperkirakan total korban tewas antara 100.000 hingga 200.000 orang, meski kami tidak akan pernah tahu berapa jumlah yang sebenarnya.”
Sekretaris Negara untuk Keamanan Umum, Aramick Louis, mengatakan, sekitar 40.000 mayat telah dikuburkan. Jika perkiraan jumlah korban tewas itu akurat, gempa berkuatan 7,0 skala Richter yang mengguncang Haiti pada Selasa lalu itu menjadi salah satu dari 10 gempa paling mematikan yang pernah tercatat dalam sejarah.
Tiga hari setelah gempa itu, penduduk Port-au-Prince, sebelum gempa berjumlah 2 juta jiwa, mulai frustrasi dan marah akibat kekurangan makanan dan air. Sementara bau busuk kian menyengat karena mayat-mayat yang bergelimpangan lebih cepat membusuk akibat sengatan matahari tropis. Penjarah yang menenteng senapan juga menebar ketakutan baru di jalan-jalan kota itu, tepat bersamaan dengan kedatangan tentara AS yang akan mulai mengalirkan berton-ton bantuan.
Sementara itu, Presiden Haiti Rene Preval dan Perdana Menteri Jean-Max Bellerive untuk sementara tinggal di markas polisi dan terus melakukan koordinasi untuk meredam aksi kekerasan di negara miskin yang sering dilanda bencana dan konflik politik itu. “Saya tidak punya rumah, tidak punya telepon, di sinilah tempat saya sekarang,” kata Preval yang masih shock dan rumah jabatannya ambruk.
“Kami harus menjamin cukup tersedia bahan bakar bagi truk-truk yang mengumpulkan mayat. Rumah sakit penuh, mereka kewalahan,” kata Preval kepada Reuters.
Inti ajaran Yesus ialah cinta kasih. Tidak sekedar cinta, namun kasih yang tanpa syarat, bebas dari pamrih, dan tidak mementingkan diri sendiri.
Matius 5:38-42
5:38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
5:41 Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.
Yesus mengatakan bahwa Kasih adalah dasar dari seluruh hukum taurat dan kitab para nabi. Matius 22:37-40
22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
Yesus tidak hanya mengajarkan kasih, tapi menerapkan kasih itu dalam seluruh pelayananNya selama di bumi : 1. Yesus dengan senang hati menyembuhkan orang sakit
Yesus menyembuhkan orang yang sakit kusta
Mat 8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
Mat 8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira
Mat 8:5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
Mat 8:6 “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.”
Mat 8:7 Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.”
Mat 8:8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Mat 8:9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
Mat 8:10 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.
Mat 8:11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
Mat 8:12 sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”
Mat 8:13 Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.
Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus
Mat 8:14 Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
Mat 8:15 Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.
Mat 8:16 Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
Mat 8:17 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”
dan masih banyak mujizat kesembuhan lain (dilakukan oleh Yesus) :
- Yesus menyembuhkan dua orang yang kerasukan (Matius 8:28–34)
- Yesus menyembuhkan orang lumpuh (Matius 9:1-8)
- Yesus menyembuhkan anak kepala rumah ibadat dan perempuan yang sakit pendarahan (Matius 9:18-26)
- Yesus menyembuhkan mata dua orang buta (Matius 9:27-31)
- Yesus menyembuhkan seorang bisu (Matius 9:32-34)
- Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat (Matius 12:9:15a)
- Yesus menyembuhkan orang-orang sakit di Genesaret (Matius 14:34-36)
- Yesus menyembuhkan banyak orang sakit (Matius 15:29-31)
- Yesus memberi makan empat ribu orang (Matius 15:32–39)
- Yesus menyembuhkan seorang anak muda yang sakit ayan
- Yesus menyembuhkan dua orang buta (Matius 20:29-34)
kisah mujizat kesembuhan lainnya (yang dilakukan oleh Yesus) juga dituliskan dalam kitab Markus, Lukas dan Yohanes.
2. Yesus membangkitkan orang mati
- Yesus membangkitkan anak Yairus (Lukas 8:40-56)
- Yesus membangkitkan Lazarus (Yohanes 11:1-44)
semua mujizat yang dilakukan Yesus bukan untuk maksud pamer, tapi semuanya berlandaskan atas kasihNya yang besar kepada umat manusia.
3. Yesus memberi makan orang yang kelaparan
Yesus memberi makan lima ribu orang (Matius 14:13–21)
Yesus memberi makan empat ribu orang (Matius 15:32–39)
4. Yesus mengampuni orang-orang yang membenciNya
Yesus menyembuhkan telinga orang yang hendak menangkapNya
Luk 22:49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: “Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?”
Luk 22:50 Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya.
Luk 22:51 Tetapi Yesus berkata: “Sudahlah itu.” Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.
Pada saat itu, Yudas (yang menghianati Yesus) bersama dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata, datang hendak menangkap Yesus. Salah seorang murid (dari injil Yohanes, dijelaskan bahwa murid itu adalah Petrus – Yohanes 18:11), menghunuskan pedang dan memotong telinga salah seorang hamba imam besar (yang hendak menangkap Yesus). Sangka Petrus, dia harus membela Yesus dengan jalan menghunus pedang. Tapi Yesus memerintahkan Petrus untuk menghentikan niatnya.
Mat 26:52 Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Yesus kemudian menjamah (menyembuhkan) telinga hamba imam besar itu.
Luk 22:51 Tetapi Yesus berkata: “Sudahlah itu.” Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.
Yesus mengampuni orang-orang yang menyalibkan Dia
Luk 23:33 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
Luk 23:34 Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
5. Yesus memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi umat manusia
Kasih yang sesungguhnya teramat besar ditunjukkanNya ketika Dia menyerahkan nyawaNya bagi umat manusia.- “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik. Memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” (Yohanes 10:1-42)
“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Markus 10:45)
Secara kronologis, penampakan Yesus kepada banyak orang adalah :
1. Maria Magdalena (Markus 16:9 , Yohanes 20:14-17)
2. Maria Magdalena dan Maria Ibu Yakobus (Matius 28:1-9 , Markus 16:1)
3. Kleopas dan seorang lagi (Lukas 24:13-32)
4. Petrus (Lukas 24:34 , 1Kor 15:5)
5. Sepuluh murid, kecuali Thomas (Lukas 24:36-43 , Yohanes 20:19 – 23)
6. Sebelas murid (Yohanes 20:24-29)
7. Tujuh murid yang memancing (Yohanes 21:1-3)
8. Petrus (Yohanes 21:15-17)
9. Lima ratus orang (1Korintus 15:6)
10.Yakobus (1Kor 15:7)
11.Sebelas murid pra-kenaikanNya (Matius 28:16-20, Markus 16:15-18, Lukas 24:44-51, Kis. 1:3-9)
Setelah bangkit atau sebelum naik ke surga, selama 40 hari Yesus menampakkan diri secara berulang-ulang sebagai bukti Dia hidup (Kis. 1:3b). Dengan banyaknya orang yang melihat penampakan itu, banyak orang yang bersaksi. Kesaksian yang didukung banyak orang akan saling menguatkan dan meneguhkan. Orang lain yang menerima kesaksian mereka akan diyakinkan.
Dalam Taurat Musa dijelaskan bahwa atas keterangan dua atau tiga orang saksi, suatu perkara tidak dapat disangsikan (Ulangan 19:15a). Dilihat dari jumlah orang yang melihat penampakan Yesus, jumlah orangnya justru melebihi kriteria Taurat Musa. Jumlah mereka 515 orang. Karena itu kesaksian mereka tidak perlu disangsikan. Artinya kebangkitan dan kenaikanNya tidak perlu disangsikan lagi.
Recent Comments