Posts filed under ‘Renungan’

Pelajaran yang Dapat Ditarik dari Kenaikan Yesus

Peristiwa kenaikan Kristus ke sorga seringkali dianggap sebagai bagian yang tidak begitu penting dalam gereja, tetapi sesungguhnya peristiwa ini adalah bagian yang mengajarkan pada kita banyak hal. Kis 1:9 katakan, “Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.”

 

Itu sebabnya peristiwa kenaikan Kristus ini secara khusus dicatat oleh Alkitab. Kita jumpai ada tiga perkara luar biasa yang bertalian dengan peristiwa kenaikan Yesus, yang tentunya sangat diperlukan guna mendukung pertumbuhan kehidupan iman kita, yaitu :

 

1.     Kenaikan Kristus merupakan karya Allah yang Besar

 

Kejadian ini tidak mudah dimengerti, sampai-sampai para murid pun termangu-mangu kebingungan karena tidak memahaminya. Kejadian ini merupakan salah satu karya Allah yang dashyat yang membuktikan bahwa bagi allah tidak ada perkara yang mustahil.

 

2.     Tuhan Mau Mengajarkan Tentang Adanya Tingkatan Pengalaman Iman Kita

 

Melalui peristiwa ini Yesus hendak melatih iman orang percaya, selain kita harus menerima dan mentaati pengajaran-Nya, kita juga harus menyerahkan diri untuk hidup dalam naungan kuasa Allah. Yesus terangkat karena kuasa dan kemuliaan Allah. Membuktikan bahwa Allah kita Maha Kuasa, sementara kita sendiri sangat memerlukan kuasa Allah agar dapat hidup kudus dan dapat menjadi saksi Kristus yang efektif.

 

3.     Menantang Kita Untuk Tugas sekaligus Jaminan Penghiburan ([kitab]Kisah1:8-11[/kisah])

 

Kenaikan Yesus hendak menegaskan bahwa hidup Kristen haruslah maju dengan tujuan yang pasti dan jelas. Kita harus berbuat sesuatu, harus berkarya nyata dalam mengemban misi yang telah dinyatakan Tuhan bagi kita.

 

Peristiwa kenaikan Kristus akan meyakinkan setiap kita bahwa keselamatan dan kehidupan di surga adalah kepastian. Yesus sudah mati untuk menebus kita, dan telah bangkit serta naik ke surga untuk menyediakan tempat bagi kita. Itulah sebabnya Dia berkata, “Akulah jalan, dan kebenaran, dan hidup, tidak seorangpun sampai kepada Bapa kecuali melalui Aku.”

 

Diambil dari buku mujizat setiap hari by gilbert lumoindong

May 6, 2013 at 6:48 pm Leave a comment

Puasa berbuahkan maut

Seorang gadis muda berusia 24 tahun bernama Eni melakukan puasa Daniel selama 40 hari demi berdoa untuk keselamatan atas bangsa Indonesia agar terbebas dari segala cobaannya. Elizabeth, Andri (25), dan Ani (46) bersama Eni melakukan puasa Daniel tersebut sejak 27 November lalu. Namun tepat di hari ke-34, Eni yang kondisi fisiknya tidak kuat akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Bagi jemaat gereja, berdoa dan berpuasa bagi bangsa tentu sudah jadi hal lumrah. Hampir setiap gereja dalam satu tahun memiliki kalender khusus untuk mendoakan bangsa dan negara atau bahkan berdoa khusus untuk bangsa-bangsa lain agar lawatan Tuhan terjadi.

Sangat disayangkan rekan-rekan Eni yang mengetahui kondisi Eni tidak segera melarikannya ke rumah sakit. Bahkan ketika mengetahui bahwa Eni telah meninggal dunia tidak segera melaporkannya dan mengurus jenasahnya. Baru pada hari ke lima, mereka melaporkan pada RT setempat.

Semoga hal ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita selaku orang percaya.
- Ketika akan melakukan puasa apa lagi dalam jangka panjang, perlu pendampingan baik dari pihak rohaniawan maupun medis.

- Melakukan puasa dan berdoa bagi bangsa memang baik, namun hal ini tidak boleh dipaksakan jika menyangkut kesehatan apalagi menyangkut nyawa seseorang.

- Hal penting lainnya adalah jika mendapat pernyataan roh dan penglihatan harus diuji, sebaiknya konsultasikan dengan pendeta/pastor lokal Anda terlebih dahulu.

Shalom – Tuhan Memberkati

January 16, 2010 at 4:33 am Leave a comment

Pembakaran Gereja di Malaysia : Ujian bagi umat Kristiani untuk memperkokoh iman

Peristiwa pembakaran gereja-gereja yang terjadi di Malaysia adalah ujian dan cobaan bagi umat Kristen khususnya di Malaysia untuk memperkokoh iman Kristiani.

Peristiwa pembakaran gereja ini hendaknya jangan ditanggapi secara kontraduktif, sebab peristiwa anti gereja bukanlah hal baru bagi umat Kristen.

Semoga umat Kristen di Malaysia tabah,  sabar , rendah hati, dan tidak dendam. Marilah kita mendoakan para pelaku agar mereka sadar bahwa perbuatannya adalah dosa. Kita sebaiknya mengampuni mereka dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan.
dan semoga pemerintah Malaysia cepat tanggap mengatasi hal ini agar peristiwa serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

Berbahagialah orang yang menderita penganiayaan karena melakukan kehendak Allah; mereka adalah anggota umat Allah! (Matius 5:10)

January 13, 2010 at 7:30 pm 3 comments

No matter what happens this year

No matter what happens this year ,

- Jesus will still love us

- Prayer will still work

- The Holy spririt will still move

- The Bible will still have the answer for all of our situation

January 2, 2010 at 9:59 pm Leave a comment

Yesus : Jangan Khawatir !

Injil Matius
Mat 6:25  “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Mat 6:26  Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Mat 6:27  Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Mat 6:28  Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,

Mat 6:29  namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Mat 6:30  Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

Mat 6:31  Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

Mat 6:32  Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Mat 6:33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Mat 6:34  Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Sebagai manusia biasa, kita tentu tidak luput dari rasa khawatir. apalagi di tengah situasi seperti sekarang ini. keadaan ekonomi tidak menentu. kebutuhan hidup makin meningkat, tapi penghasilan tidak berubah atau malah semakin berkurang. Kita menjadi khawatir akan kelangsungan hidup kita, masa depan anak-anak, apa yang akan kita makan besok, dsb..

Yesus memberikan contoh sederhana : “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” (Mat 6:26)

Kalau Allah mau mengorbankan AnakNya yang Tunggal (Yesus Kristus) demi menebus dosa-dosa kita, maka Dia pun sanggup menolong kita menghadapi rintangan hidup ini. Dia tahu dan menjamin semua kebutuhan kita.

Pertanyaannya kemudian adalah apakah karena Allah sudah menjamin kebutuhan kita, trus kita tidak melakukan apa-apa (pasif – tidak berusaha) ?
Tentu saja tidak. Burung-burung itu harus mencari sendiri makanan untuknya. Allah memang sudah menyediakan makanan khusus untuk mereka, namun mereka tidak boleh pasif.

Hal yang sama berlaku bagi kita (orang percaya). Walaupun Allah sudah memberikan jaminan bahwa hidup kita pasti dipelihara, namun bukan berarti kita boleh berdiam diri. Kita harus aktif, karena firmanNya berkata “Siapa yang tidak bekerja, tidak boleh makan”.

Ora et Labora (berdoa dan bekerja), merupakan prinsip hidup orang percaya. Kita harus bekerja, berusaha dengan sungguh-sungguh, tapi semuanya harus berlandaskan perintah (firman) Tuhan. Kalau kita sudah berusaha sungguh-sungguh, maka kita tinggal menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Tuhan tahu apa yang kita butuhkan dan kita percaya bahwa RancanganNya adalah rancangan damai sejahtera.


——————————————————–

May 23, 2009 at 9:28 pm Leave a comment

Kasih Yesus : kasih sejati

Inti ajaran Yesus ialah cinta kasih. Tidak sekedar cinta, namun kasih yang tanpa syarat, bebas dari pamrih, dan tidak mementingkan diri sendiri.

Matius 5:38-42
5:38  Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
5:39  Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
5:41 Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

Yesus mengatakan bahwa Kasih adalah dasar dari seluruh hukum taurat dan kitab para nabi.
Matius 22:37-40
22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Yesus tidak hanya mengajarkan kasih, tapi menerapkan kasih itu dalam seluruh pelayananNya selama di bumi :
1. Yesus dengan senang hati menyembuhkan orang sakit

Yesus menyembuhkan orang yang sakit kusta
Mat 8:2   Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
Mat 8:3   Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira
Mat 8:5  Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
Mat 8:6  “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.”
Mat 8:7  Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.”
Mat 8:8  Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Mat 8:9  Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
Mat 8:10  Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.
Mat 8:11  Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
Mat 8:12  sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”
Mat 8:13  Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus
Mat 8:14  Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
Mat 8:15  Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.
Mat 8:16  Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
Mat 8:17  Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”

dan masih banyak mujizat kesembuhan lain (dilakukan oleh Yesus)  :
-  Yesus menyembuhkan dua orang yang kerasukan (Matius 8:28–34)
-  Yesus menyembuhkan orang lumpuh (Matius 9:1-8)
-  Yesus menyembuhkan anak kepala rumah ibadat dan perempuan yang sakit pendarahan (Matius 9:18-26)
-  Yesus menyembuhkan mata dua orang buta (Matius 9:27-31)
-  Yesus menyembuhkan seorang bisu (Matius 9:32-34)
-  Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat (Matius 12:9:15a)
-  Yesus menyembuhkan orang-orang sakit di Genesaret (Matius 14:34-36)
-  Yesus menyembuhkan banyak orang sakit (Matius 15:29-31)
-  Yesus memberi makan empat ribu orang (Matius 15:32–39)
-  Yesus menyembuhkan seorang anak muda yang sakit ayan
-  Yesus menyembuhkan dua orang buta (Matius 20:29-34)
kisah mujizat kesembuhan lainnya (yang dilakukan oleh Yesus) juga dituliskan dalam kitab Markus, Lukas dan Yohanes.

2. Yesus membangkitkan orang mati
- Yesus membangkitkan anak Yairus  (Lukas 8:40-56)
- Yesus membangkitkan Lazarus (Yohanes 11:1-44)
semua mujizat yang dilakukan Yesus bukan untuk maksud pamer, tapi semuanya berlandaskan atas kasihNya yang besar kepada umat manusia.

3. Yesus memberi makan orang yang kelaparan

Yesus memberi makan lima ribu orang (Matius 14:13–21)
Yesus memberi makan empat ribu orang (Matius 15:32–39)

4. Yesus mengampuni orang-orang yang membenciNya

Yesus menyembuhkan telinga orang yang hendak menangkapNya
Luk 22:49  Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: “Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?”
Luk 22:50  Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya.
Luk 22:51  Tetapi Yesus berkata: “Sudahlah itu.” Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.

Pada saat itu, Yudas (yang menghianati Yesus) bersama dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata, datang hendak menangkap Yesus. Salah seorang murid (dari injil Yohanes, dijelaskan bahwa murid itu adalah Petrus – Yohanes 18:11), menghunuskan pedang dan memotong telinga salah seorang hamba imam besar (yang hendak menangkap Yesus). Sangka Petrus, dia harus membela Yesus dengan jalan menghunus pedang. Tapi Yesus memerintahkan Petrus untuk menghentikan niatnya.
Mat 26:52  Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Yesus kemudian menjamah (menyembuhkan) telinga hamba imam besar itu.
Luk 22:51  Tetapi Yesus berkata: “Sudahlah itu.” Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.

Yesus mengampuni orang-orang yang menyalibkan Dia
Luk 23:33  Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
Luk 23:34  Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”


5. Yesus memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi umat manusia

Kasih yang sesungguhnya teramat besar ditunjukkanNya ketika Dia menyerahkan nyawaNya bagi umat manusia.- “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik. Memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” (Yohanes 10:1-42)
“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Markus 10:45)

—————————————————————————————————

May 23, 2009 at 6:05 pm 33 comments

Ajaran Yesus tentang sesama

Injil Lukas
Luk 10:25  Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Luk 10:26  Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”

Luk 10:27  Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Luk 10:28  Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”

Luk 10:29  Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”

Luk 10:30  Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.

Luk 10:31  Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.

Luk 10:32  Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.

Luk 10:33  Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.

Luk 10:34  Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

Luk 10:35  Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.

Luk 10:36  Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”

Luk 10:37  Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

Orang Samaria bermusuhan dengan orang Yahudi, akan tetapi justru orang samaria lah yang memilki belas kasihan dan mau menolong orang Yahudi itu tanpa pamrih.

Yesus mengajar kita untuk mengasihi orang yang membenci kita (musuh kita). “Dan Jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu ? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka” (Lukas 6:32).
“Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”
(Matius 5:44).

Siapakah sesama kita ?
Yesus mengajarkan bahwa sesama kita adalah semua orang tanpa kecuali (bukan hanya keluarga terdekat atau saudara-saudara seiman saja), bahkan yang membenci kita adalah sesama kita juga.

Yesus telah menunjukkan kasihNya yang besar (tanpa syarat), ketika Dia mengorbankan nyawaNya demi umat manusia. Jadi kita pun harus mengasihi sesama tanpa syarat. Kita harus menyatakan kasih Kristus kepada semua orang.

———————————————————————————

May 22, 2009 at 11:27 pm Leave a comment

Yesus bangkit dan menampakkan diri kepada ratusan orang

Secara kronologis, penampakan Yesus kepada banyak orang adalah :
1. Maria Magdalena (Markus 16:9 , Yohanes 20:14-17)
2. Maria Magdalena dan Maria Ibu Yakobus (Matius 28:1-9 , Markus 16:1)
3. Kleopas dan seorang lagi (Lukas 24:13-32)
4. Petrus (Lukas 24:34 , 1Kor 15:5)
5. Sepuluh murid, kecuali Thomas (Lukas 24:36-43 , Yohanes 20:19 – 23)
6. Sebelas murid (Yohanes 20:24-29)
7. Tujuh murid yang memancing (Yohanes 21:1-3)
8. Petrus (Yohanes 21:15-17)
9. Lima ratus orang (1Korintus 15:6)
10.Yakobus (1Kor 15:7)
11.Sebelas murid pra-kenaikanNya (Matius 28:16-20, Markus 16:15-18, Lukas 24:44-51, Kis. 1:3-9)

Setelah bangkit atau sebelum naik ke surga, selama 40 hari Yesus menampakkan diri secara berulang-ulang sebagai bukti Dia hidup (Kis. 1:3b). Dengan banyaknya orang yang melihat penampakan itu, banyak orang yang bersaksi. Kesaksian yang didukung banyak orang akan saling menguatkan dan meneguhkan. Orang lain yang menerima kesaksian mereka akan diyakinkan.

Dalam Taurat Musa dijelaskan bahwa atas keterangan dua atau tiga orang saksi, suatu perkara tidak dapat disangsikan (Ulangan 19:15a). Dilihat dari jumlah orang yang melihat penampakan Yesus, jumlah orangnya justru melebihi kriteria Taurat Musa. Jumlah mereka 515 orang. Karena itu kesaksian mereka tidak perlu disangsikan. Artinya kebangkitan dan kenaikanNya tidak perlu disangsikan lagi.

————————————————————————————-

May 22, 2009 at 6:20 pm 2 comments

Apa yang dunia peroleh dari Yesus Kristus ?

Banyak orang-orang besar dunia mengemukakan pandangan-pandangan mereka yang besar dan jauh ke depan. Mereka juga menciptakan cara-cara baru dan menemukan ilmu yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Mereka memperlihatkan sejumlah prestasi dan teladan yang mengesankan.

Namun, hanya Yesus yang me-revolusikan dunia dan kemanusiaan secara mendasar dan berketerusan, dengan ajaran kasihNya yang tanpa pamrih. Yesus mengajarkan, sekaligus menjunjung moral dan etika yang paling tinggi. Dia penganjur dan pelaksana kasih yang terbesar. Sekalipun banyak orang membenci-Nya, ia tidak membenci balik mereka, baik dalam hati-Nya maupun melalui ajaran-Nya.“Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5:44).

Ia mempedulikan orang-orang papa, kaum janda, anak-anak yatim piatu. Ia memberi makan orang-orang yang lapar, menyembuhkan orang-orang yang sakit, mencari orang-orang yang hilang. Dia hanya memberi , tidak mengambil. Dia tidak pernah mengingini/merampas emas, perak, arak, tahta, wanita, dan budak sahaja.  Dia meluruskan pandangan terhadap poligami, tidak membiarkan manusia melecehkan kesucian perkawinan.

Dia juga melarang ajaran-pedang yang menghalalkan tindak kekerasan: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang akan binasa oleh pedang” (Matius 26:52).

Yesus rela melepas kemuliaan surgawi-Nya demi melayani manusia, “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya” (Lukas 9:58).
“Anak Manusia datang (dari surga) bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Matius 20:28)

Yesus tidak pernah membatalkan kata-kata-Nya atau mengingkari janji-janji-Nya. Ia penuh dengan kejujuran, keluhuran, kesetiaan dan pengampunan. Ia kudus dan benar dan lurus, “Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” (1 Petrus 3:18).

Di dalam sejarah manusia sepanjang zaman, hanya Yesus yang tercatat faultless (tidak pernah berbuat dosa) dan sinless (tanpa dosa).

Dia datang ke dunia dengan satu tujuan, yaitu untuk menyelamatkan umat manusia. Yesus tidak sedikitpun memikirkan kepentingan diri-Nya sendiri. Ia menderita untuk kepentingan umat manusia, dan rela memberikan nyawa-Nya, sebagai tebusan bagi banyak orang.

Dengan lembut Yesus mengundang semua orang yang keletihan memikul beban hidup, untuk membukakan pintu hati dan menghampiri-Nya secara pribadi. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu” (Matius 11:28).
“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya” (Wahyu 3:20).

—————————————————————————————

May 21, 2009 at 8:40 pm Leave a comment

Yesus Kristus bangkit dari kematian dan naik ke surga

Injil Markus
16:1  Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.

16:2  Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.

16:3  Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?”

16:4  Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.

16:5  Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut,

16:6  tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.

16:7  Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu.”

16:8  Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.

16:9  Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.

16:10  Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.

16:11  Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.

16:12  Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.

16:13  Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.

16:14  Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

16:15  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

16:16  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

16:17  Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

16:18  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

16:19  Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

16:20  Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

————————————————————————————

Dia yang datang dari Surga kembali ke Surga untuk menyediakan tempat bagi kita di rumah Bapa.

KenaikanNya memberikan janji pada kita bahwa IA akan datang kembali menjemput kita.

Mengingatkan kita bahwa kita hanya singgah saja di bumi ini, dan rumah kita yang sesuangguhnya adalah di Surga kekal.

Ini sangat membahagiakan, dan membuat kita tidak memiliki ketakutan di dunia yang fana ini…karena kita sudah memiliki tempat takut satu2nya yang benar. Yaitu takut akan ALlah.

——————————————————————————————————————–
Dalam pelayanannya selama tiga setengah tahun Yesus banyak  melakukan mujizat :
- menyembuhkan orang sakit,
- mengusir setan,
- mengendalikan alam,
- membangkitkan orang mati,
- dan yang paling utama mengajar serta memberi teladan (moral tingkat tinggi – atas dasar kasih)

Injil Matius
- Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta (8:1-4)
- Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum (8:5-13)
- Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain (8:14-17)
- Yesus meredakan angin ribut (8:23–27)
- Yesus menyembuhkan dua orang yang kerasukan (8:28–34)
- Yesus menyembuhkan orang lumpuh (9:1-8)
- Yesus menyembuhkan anak kepala rumah ibadat dan perempuan yang sakit pendarahan (9:18-26)
- Yesus menyembuhkan mata dua orang buta (9:27-31)
- Yesus menyembuhkan seorang bisu (9:32-34)
- Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat (12:9:15a)
- Yesus memberi makan lima ribu orang (14:13–21)
- Yesus berjalan di atas air (14:22–33)
- Yesus menyembuhkan orang-orang sakit di Genesaret (14:34-36)
- Yesus menyembuhkan banyak orang sakit (15:29-31)
- Yesus memberi makan empat ribu orang (15:32–39)
- Yesus menyembuhkan seorang anak muda yang sakit ayan
- Yesus menyembuhkan dua orang buta (20:29-34)
- Kebangkitan Yesus (28:1-10)

Injil Markus
- Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain (1:29–34)
- Yesus menyembuhkan orang lumpuh (2:1–12)
- Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat (3:1–6)
- Yesus menyembuhkan banyak orang (3:7-12)
- Yesus meredakan angin ribut (4:35-41)
- Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa (5:1-20)
- Yesus membangkitkan anak Yairus dan menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan (5:21-43)
- Yesus memberi makan lima ribu orang (6:30-44)
- Yesus berjalan di atas air (6:45-52)
- Yesus menyembuhkan orang-orang sakit di Genesaret (6:45-52)
- Yesus menyembuhkan seorang tuli (7:31-37)
- Yesus memberi makan empat ribu orang (8:1-10)
- Yesus menyembuhkan seorang buta di Betsaida (8:22-26)
- Yesus mengusir roh dari seorang anak yang bisu (9:14-29)
- Yesus menyembuhkan Bartimeus (10:46-52)
- Kebangkitan Yesus (16:1-8)

Injil Lukas
- Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon Petrus dan orang-orang lain (4:38-41)
- Penjala ikan menjadi penjala manusia (5:1-11)
- Yesus melakukan mujizat melalui Simon
- Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta (5:12-16)
- Orang lumpuh disembuhkan (5:17-26)
- Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat (6:6-11)
- Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum (7:1-10)
- Yesus membangkitkan anak muda di Nain (7:11-17)
- Angin ribut diredakan (8:22-25)
- Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa (8:26-39)
- Yesus membangkitkan anak Yairus dan menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan (8:40-56)
- Yesus memberi makan lima ribu orang (9:10-17)
- Yesus mengusir roh dari seorang anak yang sakit (9:37-43a)
- Menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat (13:10-17)
- Lagi penyembuhan pada hari Sabat (14:1-6)
- Kesepuluh orang kusta (7:11-19)
- Yesus menyembuhkan seorang buta dekat Yerikho (18:35-43)
- Kebangkitan Yesus (24:1-12)

Injil Yohanes
- Kebangkitan Yesus (20:1-10)

—————————————————————————————————-

Bukti bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati dan naik ke surga :

1. Kubur Yang Kosong
Semua pihak baik murid-murid Yesus,  imam-imam kepala dan orang Romawi mengakui bahwa kubur tersebut kosong.

Pertanyaannya bagaimana kubur tersebut bisa kosong? Apakah ada yang mencuri mayat Yesus?

Tidak ada alasan bagi orang Romawi untuk mencuri mayat Yesus, apalagi imam kepala dan orang Farisi.

Dalam Matius 28:13 dikatakan bahwa sesudah mengetahui bahwa kubur Yesus kosong, imam-imam kepala berunding dan memutuskan untuk membuat kabar bohong, yaitu bahwa murid-murid Yesus mencuri mayat Yesus pada malam hari.

Apakah para murid mencuri mayat Yesus?
Jika kita renungkan kondisi mereka pada saat itu, hal tersebut tidak mungkin terpikir dalam benak mereka. Mereka dalam keadaan hancur dan tercerai-berai, mereka begitu percaya kepada Yesus, tetapi kemudian Yesus ‘mengecewakan’ mereka ketika mati dikayu salib. Mereka bahkan tidak ingat bahwa Yesus pernah berkata bahwa Ia akan bangkit kembali pada hari yang ke tiga (Luk 24:5-8).

Jika benar para murid mencuri mayat Yesus maka semua pekerjaan dan pelayanan mereka, bahkan kematian mereka sebagai martir didasarkan pada kebohongan mereka sendiri. Itu pun dengan asumsi mereka bisa melewati pengawalan ketat dari tentara-tentara Romawi yang menjaga kubur Yesus, menggulingkan batu penutup pintu kubur yang sangat berat, melepaskan kain kafan dan melipatnya dengan rapi dan kemudian mengeluarkan mayat Yesus, semuanya dilakukan tanpa diketahui oleh para penjaga.

2. Saksi Mata

Selama 40 hari sejak hari kebangkitannya, Yesus menampakkan diri kepada :
- Maria Magdalena (Mrk 16:9-10),
- kepada wanita lain (Mat 28:9-10),
- kepada dua murid dalam perjalanan ke Emaus (Luk 24:13-32),
- kepada Petrus (Luk 24:34),
- kepada Tomas dan para rasul yang lain di loteng atas (Luk 24:36, Yoh 20:19, 20:26-31),
- kepada tujuh murid di laut Galilea (Yoh 21),
- kepada murid-murid di Galilea (Mat 28:16-20),
- kepada Yakobus (I Kor 15:7),
- kepada mereka semua yang menyaksikan Yesus naik ke Surga (Kis 1:9-10) dan
- kepada Paulus (I Kor 15:8, Kis 9:3-7, 27).

Rasul Paulus juga mencatat bahwa sesudah kebangkitannya, Yesus menampakan diri kepada 500 orang sekaligus, bahkan beberapa orang ada yang masih hidup pada saat Paulus menulis surat tersebut (I Kor 15:6).

Perihal kesaksian Maria Magdalena dan para wanita yang lain, patut dicatat bahwa pada masa itu, peranan wanita kurang mendapat perhatian, bahkan seorang wanita tidak dapat dijadikan saksi dalam suatu perkara di pengadilan. Tetapi penulis Alkitab menulis bagaimana Maria Magdalena menjadi orang yang pertama kali melihat Yesus sesudah bangkit. Tentunya jika penulis Alkitab mencoba membuat rekayasa, mereka tidak akan menulis bahwa seorang wanita menjadi saksi, karena hal tersebut akan membuat tulisan mereka tidak dipercaya. Tetapi penulis Alkitab harus mencatat apa adanya tanpa rekayasa, karena memang Maria Magdalena, dan wanita lainnya menjadi saksi kebangkitan Yesus. Kejujuran penulis Alkitab ini menjadi saksi bahwa peristiwa kebangkitan ini bukan rekayasa.

3. Lahirnya Gereja dan banyak orang bertobat
Dalam Kitab Kisah Para Rasul 2, dicatat bahwa pada hari Pentakosta, sesudah menerima pencurahan Roh Kudus di loteng atas, Rasul Petrus berkhotbah kepada orang banyak.
Isi khotbah Rasul Petrus adalah mengenai kematian dan kebangkitan Yesus.
Petrus mengatakan bahwa Yesus disalibkan dan dibunuh (ayat 23) kemudian Allah membangkitkan Dia (ayat 24), dan mereka semua adalah saksinya (ayat 32, kata “kami” dalam Alkitab Bahasa Inggris (KJV) diterjemahkan menjadi “kita”, “we all are witnesses”).

Tentunya dari sedemikian banyak orang yang hadir di situ pasti akan menolak dan menyanggah pernyataan Petrus jika mereka memang tahu bahwa Yesus tidak mati dan bangkit kembali. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, 3.000 orang bertobat pada hari itu, kemudian bertambah 5.000 dan kemudian hari semakin banyak orang menjadi Kristen (Kis 2:41-47) bahkan sampai sekarang.

Hanya dalam hitungan beberapa minggu dimulai dari Yerusalem, kota di mana Yesus disalib, kekristenan menyebar dengan pesat bahkan kemudian berhasil membuat kekaisaran Romawi bertekuk lutut. Dengan satu dasar yaitu bahwa Yesus Kristus mati sebagai tebusan bagi dosa seluruh manusia , pada hari ketiga bangkit dari kematian, naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah., dan kemudian akan datang kembali untuk mengaungerahkan keselamatan bagi yang menantikan Dia

—————————————————————————————————–

May 20, 2009 at 2:40 pm 8 comments

Older Posts


Categories

Top Clicks

  • None

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.