Posts filed under ‘Renungan’

Pelajaran yang Dapat Ditarik dari Kenaikan Yesus

Peristiwa kenaikan Kristus ke sorga seringkali dianggap sebagai bagian yang tidak begitu penting dalam gereja, tetapi sesungguhnya peristiwa ini adalah bagian yang mengajarkan pada kita banyak hal. Kis 1:9 katakan, “Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.”

 

Itu sebabnya peristiwa kenaikan Kristus ini secara khusus dicatat oleh Alkitab. Kita jumpai ada tiga perkara luar biasa yang bertalian dengan peristiwa kenaikan Yesus, yang tentunya sangat diperlukan guna mendukung pertumbuhan kehidupan iman kita, yaitu :

 

1.     Kenaikan Kristus merupakan karya Allah yang Besar

 

Kejadian ini tidak mudah dimengerti, sampai-sampai para murid pun termangu-mangu kebingungan karena tidak memahaminya. Kejadian ini merupakan salah satu karya Allah yang dashyat yang membuktikan bahwa bagi allah tidak ada perkara yang mustahil.

 

2.     Tuhan Mau Mengajarkan Tentang Adanya Tingkatan Pengalaman Iman Kita

 

Melalui peristiwa ini Yesus hendak melatih iman orang percaya, selain kita harus menerima dan mentaati pengajaran-Nya, kita juga harus menyerahkan diri untuk hidup dalam naungan kuasa Allah. Yesus terangkat karena kuasa dan kemuliaan Allah. Membuktikan bahwa Allah kita Maha Kuasa, sementara kita sendiri sangat memerlukan kuasa Allah agar dapat hidup kudus dan dapat menjadi saksi Kristus yang efektif.

 

3.     Menantang Kita Untuk Tugas sekaligus Jaminan Penghiburan ([kitab]Kisah1:8-11[/kisah])

 

Kenaikan Yesus hendak menegaskan bahwa hidup Kristen haruslah maju dengan tujuan yang pasti dan jelas. Kita harus berbuat sesuatu, harus berkarya nyata dalam mengemban misi yang telah dinyatakan Tuhan bagi kita.

 

Peristiwa kenaikan Kristus akan meyakinkan setiap kita bahwa keselamatan dan kehidupan di surga adalah kepastian. Yesus sudah mati untuk menebus kita, dan telah bangkit serta naik ke surga untuk menyediakan tempat bagi kita. Itulah sebabnya Dia berkata, “Akulah jalan, dan kebenaran, dan hidup, tidak seorangpun sampai kepada Bapa kecuali melalui Aku.”

 

Diambil dari buku mujizat setiap hari by gilbert lumoindong

May 6, 2013 at 6:48 pm Leave a comment

Puasa berbuahkan maut

Seorang gadis muda berusia 24 tahun bernama Eni melakukan puasa Daniel selama 40 hari demi berdoa untuk keselamatan atas bangsa Indonesia agar terbebas dari segala cobaannya. Elizabeth, Andri (25), dan Ani (46) bersama Eni melakukan puasa Daniel tersebut sejak 27 November lalu. Namun tepat di hari ke-34, Eni yang kondisi fisiknya tidak kuat akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Bagi jemaat gereja, berdoa dan berpuasa bagi bangsa tentu sudah jadi hal lumrah. Hampir setiap gereja dalam satu tahun memiliki kalender khusus untuk mendoakan bangsa dan negara atau bahkan berdoa khusus untuk bangsa-bangsa lain agar lawatan Tuhan terjadi.

Sangat disayangkan rekan-rekan Eni yang mengetahui kondisi Eni tidak segera melarikannya ke rumah sakit. Bahkan ketika mengetahui bahwa Eni telah meninggal dunia tidak segera melaporkannya dan mengurus jenasahnya. Baru pada hari ke lima, mereka melaporkan pada RT setempat.

Semoga hal ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita selaku orang percaya.
– Ketika akan melakukan puasa apa lagi dalam jangka panjang, perlu pendampingan baik dari pihak rohaniawan maupun medis.

- Melakukan puasa dan berdoa bagi bangsa memang baik, namun hal ini tidak boleh dipaksakan jika menyangkut kesehatan apalagi menyangkut nyawa seseorang.

- Hal penting lainnya adalah jika mendapat pernyataan roh dan penglihatan harus diuji, sebaiknya konsultasikan dengan pendeta/pastor lokal Anda terlebih dahulu.

Shalom – Tuhan Memberkati

January 16, 2010 at 4:33 am Leave a comment

Pembakaran Gereja di Malaysia : Ujian bagi umat Kristiani untuk memperkokoh iman

Peristiwa pembakaran gereja-gereja yang terjadi di Malaysia adalah ujian dan cobaan bagi umat Kristen khususnya di Malaysia untuk memperkokoh iman Kristiani.

Peristiwa pembakaran gereja ini hendaknya jangan ditanggapi secara kontraduktif, sebab peristiwa anti gereja bukanlah hal baru bagi umat Kristen.

Semoga umat Kristen di Malaysia tabah,  sabar , rendah hati, dan tidak dendam. Marilah kita mendoakan para pelaku agar mereka sadar bahwa perbuatannya adalah dosa. Kita sebaiknya mengampuni mereka dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan.
dan semoga pemerintah Malaysia cepat tanggap mengatasi hal ini agar peristiwa serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

Berbahagialah orang yang menderita penganiayaan karena melakukan kehendak Allah; mereka adalah anggota umat Allah! (Matius 5:10)

January 13, 2010 at 7:30 pm 3 comments

No matter what happens this year

No matter what happens this year ,

- Jesus will still love us

- Prayer will still work

- The Holy spririt will still move

- The Bible will still have the answer for all of our situation

January 2, 2010 at 9:59 pm Leave a comment

Yesus : Jangan Khawatir !

Injil Matius
Mat 6:25  “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Mat 6:26  Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Mat 6:27  Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Mat 6:28  Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,

Mat 6:29  namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Mat 6:30  Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

Mat 6:31  Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

Mat 6:32  Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Mat 6:33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Mat 6:34  Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Sebagai manusia biasa, kita tentu tidak luput dari rasa khawatir. apalagi di tengah situasi seperti sekarang ini. keadaan ekonomi tidak menentu. kebutuhan hidup makin meningkat, tapi penghasilan tidak berubah atau malah semakin berkurang. Kita menjadi khawatir akan kelangsungan hidup kita, masa depan anak-anak, apa yang akan kita makan besok, dsb..

Yesus memberikan contoh sederhana : “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” (Mat 6:26)

Kalau Allah mau mengorbankan AnakNya yang Tunggal (Yesus Kristus) demi menebus dosa-dosa kita, maka Dia pun sanggup menolong kita menghadapi rintangan hidup ini. Dia tahu dan menjamin semua kebutuhan kita.

Pertanyaannya kemudian adalah apakah karena Allah sudah menjamin kebutuhan kita, trus kita tidak melakukan apa-apa (pasif – tidak berusaha) ?
Tentu saja tidak. Burung-burung itu harus mencari sendiri makanan untuknya. Allah memang sudah menyediakan makanan khusus untuk mereka, namun mereka tidak boleh pasif.

Hal yang sama berlaku bagi kita (orang percaya). Walaupun Allah sudah memberikan jaminan bahwa hidup kita pasti dipelihara, namun bukan berarti kita boleh berdiam diri. Kita harus aktif, karena firmanNya berkata “Siapa yang tidak bekerja, tidak boleh makan”.

Ora et Labora (berdoa dan bekerja), merupakan prinsip hidup orang percaya. Kita harus bekerja, berusaha dengan sungguh-sungguh, tapi semuanya harus berlandaskan perintah (firman) Tuhan. Kalau kita sudah berusaha sungguh-sungguh, maka kita tinggal menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Tuhan tahu apa yang kita butuhkan dan kita percaya bahwa RancanganNya adalah rancangan damai sejahtera.


——————————————————–

May 23, 2009 at 9:28 pm Leave a comment

Kasih Yesus : kasih sejati

Inti ajaran Yesus ialah cinta kasih. Tidak sekedar cinta, namun kasih yang tanpa syarat, bebas dari pamrih, dan tidak mementingkan diri sendiri.

Matius 5:38-42
5:38  Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
5:39  Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
5:41 Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

Yesus mengatakan bahwa Kasih adalah dasar dari seluruh hukum taurat dan kitab para nabi.
Matius 22:37-40
22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Yesus tidak hanya mengajarkan kasih, tapi menerapkan kasih itu dalam seluruh pelayananNya selama di bumi :
1. Yesus dengan senang hati menyembuhkan orang sakit

Yesus menyembuhkan orang yang sakit kusta
Mat 8:2   Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
Mat 8:3   Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira
Mat 8:5  Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
Mat 8:6  “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.”
Mat 8:7  Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.”
Mat 8:8  Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Mat 8:9  Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
Mat 8:10  Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.
Mat 8:11  Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
Mat 8:12  sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”
Mat 8:13  Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus
Mat 8:14  Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
Mat 8:15  Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.
Mat 8:16  Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
Mat 8:17  Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”

dan masih banyak mujizat kesembuhan lain (dilakukan oleh Yesus)  :
–  Yesus menyembuhkan dua orang yang kerasukan (Matius 8:28–34)
–  Yesus menyembuhkan orang lumpuh (Matius 9:1-8)
–  Yesus menyembuhkan anak kepala rumah ibadat dan perempuan yang sakit pendarahan (Matius 9:18-26)
–  Yesus menyembuhkan mata dua orang buta (Matius 9:27-31)
–  Yesus menyembuhkan seorang bisu (Matius 9:32-34)
–  Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat (Matius 12:9:15a)
–  Yesus menyembuhkan orang-orang sakit di Genesaret (Matius 14:34-36)
–  Yesus menyembuhkan banyak orang sakit (Matius 15:29-31)
–  Yesus memberi makan empat ribu orang (Matius 15:32–39)
–  Yesus menyembuhkan seorang anak muda yang sakit ayan
–  Yesus menyembuhkan dua orang buta (Matius 20:29-34)
kisah mujizat kesembuhan lainnya (yang dilakukan oleh Yesus) juga dituliskan dalam kitab Markus, Lukas dan Yohanes.

2. Yesus membangkitkan orang mati
– Yesus membangkitkan anak Yairus  (Lukas 8:40-56)
– Yesus membangkitkan Lazarus (Yohanes 11:1-44)
semua mujizat yang dilakukan Yesus bukan untuk maksud pamer, tapi semuanya berlandaskan atas kasihNya yang besar kepada umat manusia.

3. Yesus memberi makan orang yang kelaparan

Yesus memberi makan lima ribu orang (Matius 14:13–21)
Yesus memberi makan empat ribu orang (Matius 15:32–39)

4. Yesus mengampuni orang-orang yang membenciNya

Yesus menyembuhkan telinga orang yang hendak menangkapNya
Luk 22:49  Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: “Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?”
Luk 22:50  Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya.
Luk 22:51  Tetapi Yesus berkata: “Sudahlah itu.” Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.

Pada saat itu, Yudas (yang menghianati Yesus) bersama dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata, datang hendak menangkap Yesus. Salah seorang murid (dari injil Yohanes, dijelaskan bahwa murid itu adalah Petrus – Yohanes 18:11), menghunuskan pedang dan memotong telinga salah seorang hamba imam besar (yang hendak menangkap Yesus). Sangka Petrus, dia harus membela Yesus dengan jalan menghunus pedang. Tapi Yesus memerintahkan Petrus untuk menghentikan niatnya.
Mat 26:52  Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Yesus kemudian menjamah (menyembuhkan) telinga hamba imam besar itu.
Luk 22:51  Tetapi Yesus berkata: “Sudahlah itu.” Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.

Yesus mengampuni orang-orang yang menyalibkan Dia
Luk 23:33  Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
Luk 23:34  Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”


5. Yesus memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi umat manusia

Kasih yang sesungguhnya teramat besar ditunjukkanNya ketika Dia menyerahkan nyawaNya bagi umat manusia.- “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik. Memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” (Yohanes 10:1-42)
“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Markus 10:45)

—————————————————————————————————

May 23, 2009 at 6:05 pm 33 comments

Ajaran Yesus tentang sesama

Injil Lukas
Luk 10:25  Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Luk 10:26  Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”

Luk 10:27  Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Luk 10:28  Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”

Luk 10:29  Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”

Luk 10:30  Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.

Luk 10:31  Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.

Luk 10:32  Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.

Luk 10:33  Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.

Luk 10:34  Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

Luk 10:35  Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.

Luk 10:36  Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”

Luk 10:37  Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

Orang Samaria bermusuhan dengan orang Yahudi, akan tetapi justru orang samaria lah yang memilki belas kasihan dan mau menolong orang Yahudi itu tanpa pamrih.

Yesus mengajar kita untuk mengasihi orang yang membenci kita (musuh kita). “Dan Jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu ? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka” (Lukas 6:32).
“Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”
(Matius 5:44).

Siapakah sesama kita ?
Yesus mengajarkan bahwa sesama kita adalah semua orang tanpa kecuali (bukan hanya keluarga terdekat atau saudara-saudara seiman saja), bahkan yang membenci kita adalah sesama kita juga.

Yesus telah menunjukkan kasihNya yang besar (tanpa syarat), ketika Dia mengorbankan nyawaNya demi umat manusia. Jadi kita pun harus mengasihi sesama tanpa syarat. Kita harus menyatakan kasih Kristus kepada semua orang.

———————————————————————————

May 22, 2009 at 11:27 pm Leave a comment

Older Posts


Categories


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.