Posts filed under ‘Berita’

450.000 umat Kristen di Suriah terpaksa meninggalkan rumah mereka

October 19, 2013 at 5:00 pm Leave a comment

Umat Kristen Ortodoks Peringati 1.700 Tahun Fatwa Toleransi

Umat Kristen Ortodoks Peringati 1.700 Tahun Fatwa Toleransi

NIS, SERBIA — Delapan pemimpin kelompok Kristen Ortodoks, petinggi-petinggi agama lain, politisi dan ribuan lainnya berkumpul di kota Nis, Serbia, Minggu (6/10), untuk memperingati Fatwa Milan mengenai toleransi untuk kelompok Kristen di Kekaisaran Romawi pada 1.700 tahun yang lalu.

Paus Fransiskus dari Gereja Katolik Roma tidak hadir pada liturgi tersebut, mencerminkan perpecahan antara dua kelompok Kristen utama tersebut, meski ada langkah-langkah dari keduanya menuju rekonsiliasi dan dialog.

Sementara itu, Gereja Katolik juga memperingati fatwa yang sama dalam sebuah misa di Nis bulan lalu, dipimpin oleh Kardinal Milan, Angelo Scola.

Kota Nis, 200 kilometer dari Belgrad, terpilih sebagai tempat perayaan karena kaisar Konstantin Agung, yang memproklamirkan toleransi beragama, lahir di kota Romawi yang dulunya bernama Naissus itu pada tahun 272.

Pemimpin kelompok Ekumenis, Bartholomew, diapit oleh pemimpin-pemimpin Theofilos Yerusalem, Kiril Rusia, Irinej Serbia, dan mitra-mitra mereka dari Albania, Siprus, Polandia, Slovakia dan gereja-gereja Ortodoks yang lebih kecil lainnya, saat ia menyerukan lebih banyak kebebasan beragama dan rekonsiliasi.

“Banyak orang Kristen yang dianiaya di Timur Tengah, Suriah, Mesir, Irak dan Nigeria serta tempat-tempat lain, hanya karena perkataan Tuhan dan kesaksian Yesus,” ujarnya.

Ia mendesak pembebasan Uskup Ortodoks Suriah Yohanna Ibrahim dan Uskup Ortodoks Yunani Paul Yazigi, yang diculik April lalu selama pertempuran di Aleppo, Suriah. Pemerintah Suriah telah menyalahkan kelompok pemberontak, yang telah menyangkal tuduhan tersebut.

sumber : voaindonesia.com

October 19, 2013 at 4:55 pm Leave a comment

Perang Merambah ke Pemukiman Kristen Suriah

Opposition Battles Gaddafi's Forces In Eastern Libya

DAMASKUS – Belum dimulainya intervensi Asing ke Suriah bukan berarti menandakan membaiknya Kondisi Suriah. Setelah beberapa kota besar seperti Damaskus, Homs dan Allepo kali ini kota Maaloula mulai memanas.

Dalam sebuah video amatir terlihat, pasukan milisi Suriah mulai menarik diri dari daerah kota Maaloula, yang terletak dekat dengan perbatasan Lebanon. Penarikan tersebut terjadi setelah pasukan Pemerintah Suriah melancarkan serangan untuk memulai peperangan. Demikian diberitakanVOA, Selasa (10/9/2013).

Walau berhasil dipukul mudur oleh pasukan Suriah pihak milisi menyatakan, kalau mereka berhasil merebut sebuah pos militer penting di Maaloula. Kota ini dinilai penting sekaligus bersejarah karena memiliki biara tertua di Suriah dan juga penduduknya masih fasih berbahasa Aram.

Selain pos militer menurut beberapa laporan dari kelompok pro-pemerintah, situs bersejarah yang menunjukkan sejarah Kristen di kota ini juga berhasil di rebut milisi. Menanggapi penyerangan terhadap kotanya, kepala gereja orthodox Maaloala membantah pernyataan dari kelompok pro-pemerintah dan menyatakan tempat tersebut masih aman.

Semetara itu ditempat lain daerah pinggiran Ibu Kota Damaskus termasuk daerah Madhamiya, pasukan pemerintah terus saja melanjutkan pertempuran dengan pasukan oposisi.  Daerah Madhamiya adalah tempat diduga terjadi serangan senjata kimia.

Di Alepo situasi pun tak jauh berbeda. Pesawat tempur Suriah tak hanya berpatroli mereka juga melancarkan serangan di basis pemberontak yang terletak dekat di jalan tol Alepo. Pemerintah mengklaim serangan di Alepo sudah mengalami kemajuan dengan merebut kembali jalanan tersebut. 

sumber ; okezone.com

 

September 10, 2013 at 10:08 pm Leave a comment

Gerilyawan Suriah Hancurkan Gereja di Maaloula

Kelompok oposisi menyatakan kelompok gerilyawan Al-Qaeda dikabarkan merebut kendali atas kota Kristen bersejarah, Maaloula, dari pasukan pemerintah. The Syrian Observatory for Human Rights menyatakan pemberontak Islam garis keras, Front al-Nusra, menguasai wilayah itu sejak Sabtu malam.

Video yang di-posting di YouTube dalam beberapa hari terakhir menunjukkan pertempuran antara pemberontak dan pasukan pemerintah di kota kecil itu. Maaloula terletak kurang-lebih satu jam perjalanan dari Ibu Kota Damaskus.

“Kami membersihkan Maaloula dari semua anjing Assad dan semua preman!” teriak seorang komandan pemberontak, menghadap ke kamera dalam video yang di-posting online selama akhir pekan ini.

Selama ini, kaum Kristen memegang “kartu” dalam konflik Suriah karena, baik kubu pemerintah maupun oposisi, memperebutkan dukungan mereka. Tetapi beberapa kelompok Kristen takut Islam radikal menyusupi pemberontak. Mereka khawatir mengalami nasib yang sama seperti sejumlah orang Kristen selama perang di Irak, di mana militan menargetkan mereka dan mendorong banyak orang untuk meninggalkan negara itu.

Penganut Kristen di negara itu jumlahnya sekitar 10 persen dari populasi. Suriah diperintah oleh pemerintahan yang didominasi oleh kaum Alawi, salah satu cabang Syiah. Sedangkan kelompok oposisi sebagian besar berhaluan Sunni.

Badan-badan bantuan internasional mengatakan 2 juta warga Kristen Suriah sering menjadi sasaran untuk menarik simpati sekaligus dicurigai rezim Presiden Bashar al-Assad. Dua uskup telah diculik dan seorang pendeta terkenal dinyatakan hilang.

Antoinette Nassrallah, seorang Kristen dan pemilik sebuah kafe di Maaloula, mengatakan kepada CNN, tahun lalu, ia khawatir tentang keselamatannya. “Di Aleppo, banyak warga Kristen yang dibunuh dan gereja dihancurkan,” katanya. Banyak orang Kristen Suriah telah melarikan diri ke Libanon dan berlindung di biara-biara.

Sementara itu, situs Mail Online menyatakan kaum Kristen di Maaloula mengklaim pemberontak Suriah memerintahkan mereka untuk masuk Islam tak lama setelah mereka menguasai kota. Laporan ini menyulut kembali kekhawatiran tentang dukungan Barat untuk kelompok pemberontak, yang diduga disusupi oleh ekstremis Islam.

Salah seorang warga kota itu menyatakan banyak di antara pejuang pemberontak berjenggot dan meneriakkan yel-yel agamanya sebelum menyerang rumah warga Kristen dan gereja. “Mereka menembak dan membunuh orang-orang. Aku mendengar suara tembakan, kemudian aku melihat tiga mayat tergeletak di tengah jalan. Apakah Presiden Obama melihat apa yang telah menimpa kami?” katanya.

Warga lain menyatakan pemberontak yang menguasai lima desa memaksa warganya untuk masuk Islam. “Anda masuk Islam atau Anda akan dipenggal,” ujarnya menirukan.

Desa yang terletak 25 kilometer dari Damaskus ini adalah salah satu dari sedikit tempat di dunia di mana warganya masih menggunakan bahasa kuno, bahasa Aram–bahasa yang diucapkan oleh Yesus dan murid-muridnya.

sumber : Tempo.co

September 9, 2013 at 3:00 am Leave a comment

Warga Saudi terlibat bom gereja di Tanzania

Polisi di Tanzania mengatakan mereka telah menangkap empat warga Arab Saudi dan dua warga Tanzania terkait pengeboman sebuah gereja Katolik Roma pada hari Minggu (05/05).

Aparat memastikan bahwa dua orang tewas dan puluhan luka-luka dalam serangan yang terjadi menjelang misa pembukaan gereja Katolik Roma Saint Joseph di Arusha.

Duta besar Vatikan dan Uskup Agung Arusha yang berada di antara jemaat gereja selamat.
Presiden Tanzania Jakaya Kikwete mengecam serangan itu sebagai “aksi terorisme.”
“Ini adalah aksi terorisme yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok yang keji dan musuh negara ini,” kata Kikwete dalam pernyataannya.
Arusha adalah kota tujuan wisata yang populer karena dekat dengan taman nasional Serengeti dan Gunung Kilimanjaro.
Serangan pertama
“Penyelidikan awal menunjukkan bahwa bom itu dilempar ke gedung gereja tapi kami tidak mengetahui asalnya,” kata Menteri Dalam Negeri Tanzania, Emmanuel Nchimbi.
Nchimbi mengatakan polisi masih mencari tersangka-tersangka lain.

Ini adalah pertama kalinya gereja diserang di Tanzania.
Aparat tidak memberikan petunjuk mengenai siapa pelaku serangan tetapi ketegangan antara masyarakat Kristen dan Muslim di Tanzania meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Bulan lalu, polisi di Tanzania selatan harus menggunakan gas air mata untuk membubarkan sekitar 200 orang penganut Kristen yang mencoba membakar masjid karena persoalan pembantaian hewan.
Sementara pada Februari lalu seorang pastor ditembak di kepalanya saat berada di Zanzibar, pulau dengan populasi penduduk Muslim terbesar di negara itu.

sumber : bbc.co.uk

May 6, 2013 at 6:42 pm Leave a comment

Gereja di Amerika Serikat Lakukan Kegerakan Kembali Ke Gereja

Pada September ini sekitar 20.000 gereja-gereja di Amerika Serikat akan melakukan sebuah kegerakan massal untuk menjangkau 10 juta masyarakat yang belum bergereja untuk kembali kepada ibadah minggu di gereja. Kegerakan ini dinamakan National Back to Church Sunday.

Kegerakan ini dimulai pada musim gugur 2009 lalu. Dampak besarnya begitu dirasakan oleh masyarakat banyak. Karena pada kegerakan di 2010 terjadi lonjakan setiap pribadi yang kembali ke gereja dari 3.800 gereja hingga 7.600 gereja.  Pada 2012, jumlahnya semakin bertambah menjadi 13.100 gereja dengan mengundang 7,5 juta setiap orang yang tersebar kepada teman, keluarga, tetangga hingga rekan kerja untuk kembali menghadiri ibadah gereja.

“Kegerakan ini mengajak setiap orang untuk melakukan sebuah undangan atau ajakan yang sederhana kepada keluarga, teman dan rekan kerja. Hal ini memiliki dampak yang besar bukan hanya soal kehadiran, namun harapan yang timbul di tengah-tengah jemaat,” ungkap Redeemer Lutheran Church.

Banyak hal yang dijadikan alas an oleh seseorang untuk menghindari persekutuan didalam gereja. Namun sebuah penelitian mengenai dampak positif gereja dan persekutuannya bagi pribadi seseorang, nampaknya menjadi dorongan utama tersendiri bagaimana mereka dapat dijangkau.

Dalam salah satu artikel The Washington Times disebutkan bahwa memiliki kehidupan rohani yang aktif adalah salah satu cara terbaik untuk menjadi lebih bahagia dan hidup lebih lama. Artikel Times melaporkan bahwa orang-orang yang menghadiri gereja secara teratur cenderung hidup rata-rata 35 persen lebih lama daripada mereka yang tidak.

Selain itu sebuah survei dari The Barna Grup, menunjukkan bahwa orang yang berpartisipasi dalam komunitas berbasis agama lebih optimis, tidak mudah stres dan percaya bahwa mereka membuat perbedaan positif di dunia.

Hingga saat ini terjadi penurunan yang signifikan dari masyarakat Amerika Serikat terhadap persekutuan mereka di gereja. Kegerakan ini juga telah melakukan survey danmenunjukan bahwa masyarakat yang kembali ke gereja mengalami peningkatan sekitar 38 persen dan 97 persen menunjukan bahwa mereka akan kembali berpartisipasi dalam kegerakan ini September nanti.

sumber : jawaban.com

May 6, 2013 at 6:35 pm Leave a comment

Gereja Mendukung KPK Menumpas Korupsi

MANADO, Ketua Persatuan Gereja di Indonesia (PGI) Pdt Dr Andreas Anangguru Yewangoe menyatakan, Gereja mendukung semua pihak yang bernazar dan bekerja menumpas korupsi di Tanah Air. Hal itu disampaikan Yewangoe ketika memberi materi dalam Kongres Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia ke-33 di Manado, Selasa (9/10/2012).

Menurut Yewangoe, perbuatan korupsi merampas hak hidup masyarakat miskin yang semestinya diberdayakan. Dalam konteks itu, ia mengingatkan misi gereja membela yang lemah dan tertindas.

Oleh karena itu ia memberi semangat kepada KPK untuk maju terus, jangan sekalipun mundur melawan koruptor. “Hari ini kami mendukung KPK dalam pemberantasan korupsi. Kami juga mendukung Kejaksaan dan Polri apabila mereka membenahi diri dan serius menumpas korupsi. Korupsi sudah akut,” katanya.

Ia berharap setiap pekerjaan baik memberantas kejahatan hendaknya mendapat dukungan seluruh rakyat Indonesia tak terkecuali jemaat gereja yang bernaung di bawah PGI.

October 18, 2012 at 7:52 am Leave a comment

Older Posts


Categories


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.