Lima RT di Samarinda Tolak Pendirian Gereja
December 10, 2011 at 10:30 am 1 comment
SAMARINDA, Lima Ketua RT, yakni RT 71, 70, 37, 38 dan 15 di Kelurahan Sungai Pinang Dalam dan Kelurahan Temindung, Kota Samarinda menolak aktivitas gereja di Ruko Graha Rock Jl DI Pandjaitan Samarinda. Lokasi ruko dijadikan tempat ibadah berdekatan Masjid Babul Hafadzah dan mushola.
“Lima ketua RT ini menolak jika Ruko Graha Rock dijadikan tempat aktivitas ibadah umat nonmuslim. Lokasinya sangat berdekatan dengan rumah ibadah umat Islam. Sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama mengatur jarak dan harus mendapat persetujuan warga setempat,” kata Ketua DPW Front Pembela Islam (FPI) Samarinda Rasyid Ridla.
Penolakan warga itu telah disampaikan ke Walikota Samarinda ditembuskan ke Gubernur Kaltim, DPRD Samarinda, Kapolresta Samarinda, MUI Samarinda, Kandepag Samarinda, Camat Sungai Pinang, Lurah Temindung, Lurah Sungai Pinang Dalam, FPI Samarinda dan developer Graha Rock.
“Keberatan warga sangat mendasar karena pemanfaatan izin rumah ibadah belum ada. Selain itu tak ada pemberitahuan kepada tokoh masyarakat dan warga setempat. Karena itu fungsi ruko menjadi rumah ibadah ditolak warga. FPI Samarinda akan mengaw-al dan segera menyurat ke Pemkot agar menyikapi secara tegas persoalan ini,” kata Rasyid.
sumber : tribunkaltim.co.id
Entry filed under: Berita. Tags: gereja, pembangunan, samarinda, tolak.

1.
st | February 4, 2012 at 4:41 am
sebenarnya secara jujur yang ditolak bukan orang kristennya …tapi bangunan gerejanya yang nantinya akan menyalahi aturan .. aturan dibuat untuk mencegah hal2 yang tidak diinginkan…masih banyak tanah kosong dan banyak tempat yang pantas untuk dibangun gereja…mengapa harus berdekat2an…
masyarakat kita tidak semua intelek ..masih banyak yang SDM nya terbelakang…jadi mudah sekali nantinya akan terjadi gesekan2 horisontal yang mana akan merugikan kita semua dan samarinda pada umumnya…
alangkah baiknya hormati perasaan masyarakat setempat…jika diijinkan silahkan membangun kalau perlu dibangun bersama2 dan bergotong-royong… kalau tidak yah bisa dicari ditempat lain…saya rasa dibangun dimanapun tempat ibadah Tuhan pasti tau dan melihat para hamba2nya….Tuhan tidak buta kok…
mari kita hormati orang lain… Dimana Bumi Dipijak Disana Langit Dijunjung…ok