MK: UU Penodaan Agama Diputuskan Mei

Solo – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyebutkan, UU Nomor 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan Agama, sedang dalam proses sidang ketiga dan kemungkinan sudah dapat diputuskan paling lambat pertengahan Mei 2010.

“Kita sudah tiga kali sidang dan banyak sekali kalangan masyarakat yang ingin menjadi pihak terkait atau ikut berbicara dalam persidangan itu,” kata Mahfud, usai seminar nasional Dies Natalis UNS ke-34 yang diselenggarakan Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum UNS di Solo, Sabtu.

Sidang soal UU penodaan Agama di MK, akan memerlukan waktu yang panjang karena melibatkan banyak pihak ingin untuk ikut berbicara dalam hal tersebut, katanya.

MK sudah menunjuk banyak pihak untuk mengikuti persidangan dari semua kelompok agama di Indonesia, mulai dari kalangan Agama Hindu, Budhda, Kristen Protestan, Katholik, Islam, Majelis Ulama, NU, dan Muhammadiyah.

Pada persidangan kedua, kata dia, Majelis Ulama pusat sudah dipanggil dan memberikan pandangannya, sehingga dari daerah yang ingin ikut tidak perlu karena cukup bergabung dengan induk organisasinya.

“Kalau semua diikutkan sidang akan lebih lama. Karena, MK saat memutuskan bukan berdasarkan banyak dukungannya. Tapi, Kita diutama nomokrasi atau menegakkan hukumnya bukan demokrasi,” katanya.

Dia menyatakan soal putusan MK terkait UU penodaan agama, belum ada karena masih banyak sidang yang harus dilalui dan akan membutuhkan waktu yang lama.

Menurut dia, dalam hal tersebut yang telah terdaftar ada 60 ahli, nantinya akan melakukan uji materi termasuk seorang dari Amerika Serikat bernama Wcolt Durhm.

Bahkan, dia mengusulkan ditambah lagi dselapan ahli, dan jika persidangan dilakukan, maka setiap minggu menghadirkan enam ahli sehingga pemeriksaan akan selesai pertengahan April 2010.

“Jika ahli itu selesai, maka diperkirakan paling lambat pertengahan Mei 2010 sudah ada putrusan. Kalau tidak ada perubahan baru,” katanya.

Menurut dia, UU tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan Agama ini, merupakan suatu UU yang paling banyak pihak yang masuk berbicara ke dalam persidangan.

“MK memutuskan tidak berdasarkan banyaknya pendukung. Tapi, berdasarkan kebenaran hukum yang dianut. Kalau banyak-banyak pendukung di DPR yang cocok,” katanya.

42 elemen Ormas Islam bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Kota Surakarta dan sekitarnya menolak pencabutan UU Nomor 1/PNPS/1965, tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan Agama karena dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

sumber : antara.co.id

Add comment February 20, 2010

Mary MacKillop, Santa Pertama dari Australia

Ilustrasi

SYDNEY — Orang Katolik Australia, Sabtu, merayakan santa pertama negara itu setelah Paus Benediktus XVI memberi konfirmasi bahwa seorang biarawati kelahiran Melbourne telah dikanonisasi.

Suster Mary MacKillop, yang telah mendirikan kongregasi biarawatinya sendiri dan membaktikan hidupnya untuk mendirikan bangunan sekolah dan membantu orang miskin, menjadi tokoh yang dihormati di Australia tidak lama setelah kematiannya pada tahun 1909. “Kami senang bahwa kebaikan dan kesucian hidup Mary MacKillop yang berasal dari Australia telah dikenal gereja Katolik di seluruh dunia,” kata Anne Derwin, Kepala MacKillop’s Sisters of St Joseph.

Pihak Vatikan sebelumnya telah mengakui dua mukjizat yang dilakukan MacKillop. Keduanya melibatkan perempuan-perempuan yang telah berdoa kepada biarawati itu setelah didiagnosis menderita penyakit yang tak mungkin sembuh, tetapi kemudian ternyata bisa sembuh.

Namun, kanonisasi atau semacam proses pengesahan menjadi santa terhadap MacKillop tidak dikonfrimasi sampai ketika Paus Benediktus XVI memberi pengumuman dalam sebuah pertemuan para kardinal di Vatikan, Jumat, bahwa MacKillop akan menjadi salah satu dari enam orang yang diberi gelar santa dan atau santo pada tanggal 17 Oktober.

Uskup Agung Sydney George Pell mengatakan, MacKillop, yang pernah diekskomunikasi oleh geraja karena pembangkangan, merupakan orang Australia yang biasa. “Dia bukan seseorang yang bekerja dengan mukjizat. Dia juga tidak eksentrik. Dia hanya tekun pada tugas-tugasnya. Dia punya tujuan. Dia tahu ada banyak kesulitan, tetapi terus bertahan dan mudah memaafkan,” kata Pell.

Penulis dan sejarawan Australia, Paul Collins, kepada televisi ABC pada Jumat malam mengatakan, “MacKillop seorang yang berjasa, seorang yang mampu melihat kebutuhan sosial yang nyata, yang memerhatikan anak-anak yang sangat membutuhkan pendidikan, dan dia mengelola persaudaraan para suster yang dapat memenuhi kebutuhan orang-orang tersebut.”

Perdana Menteri Australia Kevin Rudd mengatakan bahwa gelar santa bagi MacKillop akan sangat berarti bukan saja bagi sekitar lima juta orang Katolik Australia, melainkan juga untuk semua warga Australia. Mary MacKillop, kata Rudd, merupakan tokoh luar biasa dalam sejarah Australia yang telah memajukan keadilan sosial di negara itu. “Pada masa ketika banyak anak tumbuh dalam kemiskinan dan hanya punya sedikit kesempatan untuk mendapatkan pendidikan, Mary MacKillop berhasil mengubah nasib kehidupan banyak anak muda Australia,” katanya.

Dirongrong oleh kesehatan yang buruk selama masa hidupnya, MacKillop meninggal tahun 1909 dalam usia 67 tahun sebagai pemimpin dari 750 biarawati yang mengelola 117 sekolah, serta rumah dan tempat perlindungan bagi mereka yang membutuhkan.

Dia telah dibeatifikasi tahun 1995. Ribuan orang berdoa di kuburnya di sebuah kapal di Sydney Utara setiap tahun.

sumber : kompas.com

Add comment February 20, 2010

Komunitas Lintas Agama Jateng Deklarasikan Gus Dur Center

Semarang – Ratusan komunitas lintas agama Jawa Tengah mendeklarasikan Gus Dur Center. Mereka sepakat melanjutkan nilai-nilai pluralisme yang dipelopori mantan presiden itu.

Acara deklarasi digelar di Taman Budaya Raden Saleh Semarang, Jl Sriwijaya, Rabu (17/2/2010). Hadir, penganut Islam, Katolik, Kristen, Budha, Hindhu, dan Konghucu.

Acara dimeriahkan pentas Barongsai dan seni lainnya. Adik Gus Dur, Umar Wahid dan putri Gus Dur, Alisia Wahid, ikut menikmati pentas tersebut.

Setelah sambutan, perwakilan agama doa sesuai agamanya. Lalu perwakilan panitia, Romo Alois Budi Purnomo membacakan piagam deklarasi yang intinya akan melanjutkan perjuangan Gus Dur.

Panitia juga memberikan prasasti secara simbolik yang nantinya akan disimpan di Museum Gus Dur di Ciganjur. Alisia sebagai perwakilan keluarga, menerima prasasti itu.

Ketua panitia, Nelwan mengatakan  komunitas lintas agama merasa perlu melanjutkan upaya Gus Dur, terutama agenda dialog antar agama. “Melalui Gus Dur, semua itu akan kita bangun,” katanya.

sumber : detiknews.com

Add comment February 17, 2010

7.000 Pasangan Ikut Kawin Massal

Nikah massal di Korea (Foto: AFP)

SEOUL – Pernikahan kadang tidak harus dilakukan secara pribadi, mungkin akan lebih seru jika menikah bersamaan dengan ribuan pasangan lainnya. Seperti halnya di Seoul, Korea Selatan, 7 ribu pasangan mengikat janji sehidup semati, dalam sebuah upacara nikah massal.

Dipenuhi oleh pasangan beragam dari Korea Selatan bahkan warga asing, upacara nikah massal ini berlangsung meriah. Para pasangan yang berbahagia sepertinya antusias mengikuti pesta yang berjalan meriah ini. Demikian diberitakan AFP, Rabu (17/2/2010).

Sebelumnya upacara pernikahan ini diawali pemberkatan yang dilakukan oleh Pendeta Sun Myung Moon dari gereja ‘True Parent’. Upacara pernikahan massal yang dilakukan di sebuah pusat pameran di Kota Goyang, bahkan diberi tema unik ‘Cosmic Blessing Ceremony’.

Pendeta Moon yang juga ditemani oleh istrinya, memimpin upacara pernikahan dengan memberi berkat kepada pasangan dari sekira 20 negara. Upacara tersebut diikuti oleh pasangan beragam usia dan latar belakang dari Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Eropa, Afrika dan Oseania.

Pasangan pengantin dengan pakaian resmi terlihat berdoa bersama saat upacara berlangsung. Saat doa dipanjatkan para peserta nikah massal terlihat serius mengikuti upacara ini. Usai upacara, ribuan pasangan tersebut langsung bersuka cita sebagai tanda resminya hubungan mereka. Mereka berpesta selesai disahkan sebagai pasangan suami istri.

Pernikahan massal yang diikuti ribuan pasangan ini sebelumnya juga diadakan oleh Pendeta Moon pada Oktober lalu. Upacara yang berlangsung di kota Asan itu, diikuti oleh seikra 7.500 pasangan.

sumber : okezone.com

Add comment February 17, 2010

Kerja Sosial Menyehatkan Mental

Jakarta -Menyisihkan waktu untuk melakukan kerja sosial terbukti menyehatkan mental, demikian kesimpulan dari sebuat penelitian di Jerman. Bahkan kerja sosial bisa membantu meningkatkan performa kerja komersial.

Penelitian itu melibatkan 105 orang yang bekerja rata-rata lima hari dalam seminggu. Mereka juga biasa menyisakan waktu 6,7 jam per minggu, untuk kerja sosial seperti pemadam kebakaran atau gereja.Selama dua minggu, para partisipan mengisi kuesioner harian. Satu kuesioner setelah bekerja dan satu lagi menjelang tidur.

Kuesioner berisi pertanyan berapa lama di hari itu mereka menghabiskan waktu untuk kerja sosial dan bagaimana perasaan mereka, apakah mereka puas, apakah kegiataan sosial mempengaruhi pekerjaan mereka, adakah pengalaman yang dipelajari, dan apakah mereka senang dengan kegiatan itu.

“Hubungan positif yang kami temukan dalam studi ini menjelaskan pengalaman penuh tuntutan dan ketegangan untuk mengisi waktu luang seperti kerja sosial, bisa memberi efek psikologis yang positif dan menguntungkan saat berada di dunia kerja,” kata Dr. Eva J. Mojza, peneliti dari University of Konstanz dalam rilisnya.

“Kerja sosial bisa memberi pengalaman positif, seperti terpenuhinya perasaan puas yang mungkin tak didapatkan di dunia kerja. Atau mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru, berhubungan dan menolong dengan orang lain,” Eva menjelaskan penelitiannya dan beberapa koleganya yang diterbitkan Journal of Occupational and Organizational Psychology, bulan ini.

sumber : tempointeraktif.com

Add comment February 17, 2010

Gereja Gembala yang Baik Diamuk Si Jago Merah

Surabaya – Gereja Gembala yang Baik di Jalan Jemur Handayani X-14, Siwalankerto Surabaya terbakar setelah jemaat gereja usai menggelar misa.

Api yang membakar atap gereja setinggi sekitar 10 meter diketahui oleh petugas kebesihan gereja, Petrus, Rabu malam (17/2/2010).

“Api diketahui muncul dari atap gereja,” kata Sekretaris Paroki Gembala yang Baik, Lingga Jaya kepada wartawan di lokasi kejadian.

Lingga menuturkan, sebelum kejadian kebakaran, gereja menggelar misa sebanyak dua kali, yakni pertama pada pukul 17.30 WIB sampai 19.30 WIB dan yang kedua mulai pukul 19.30 WIb sampai 20.45 WIB.

“Syukurlah para jemaat sudah pulang semua dan gereja sudah sepi, hanya Pak Petrus yang sedang bersih-bersih,” tuturnya.

Api terlihat membakar atap gereja yang terbuat dari seng dan papan triplek yang dilengakapi dengan sponge kedap suara. Tak lama kemudian api padam, tapi bara api merambat ke atap lainnya dan menimbulkan kepulan asap yang memenuhi ruang gereja yang dapat menampung sekitar 700 jemaat.

“Ada ibu penjual makanan di depan gereja langsung melaporkan ke petugas PMK,” ujarnya.

Sebanyak lima unit mobil PMK dan satu unit mobil Pumper, langsung melakukan pemadaman sekaligus pembasahan.

Akibat kebakaran itu, atap setinggi sekitar 10 meter mulai dari depan dan merembet ke tengah ambrol. Panti imam, altar pun terkena timpahan atap serta puluhan bangku umat dan kitab-kitab berserakan.

sumber : surabaya.detik.com

Add comment February 17, 2010

Inggris Minta Umat Kristen Puasa Hp dan iPod

Seruan pemuka Gereja Anglikan itu merupakan cara sederhana menghadapi perubahan iklim.

Kalangan pemuka agama di Inggris melontarkan seruan unik jelang ibadah puasa Pra-paskah (Lenient). Mereka meminta umat Katolik dan umat Kristen Protestan dari sejumlah denominasi untuk tidak menggunakan alat pemutar musik iPod maupun telepon seluler selama sehari di masa puasa Pra-paskah.

Seruan itu dilontarkan oleh Kepala Gereja Kristen Anglikan di kota London dan Liverpool. Menurut mereka, umat Kristen di masa puasa Pra-paskah selama 40 hari, yang dimulai Rabu, 17 Februari 2010, tidak hanya pantang mengonsumsi daging, minuman beralkohol, maupun cokelat.

Namun, saat dunia tengah mengalami perubahan iklim, umat Kristiani yang melaksanakan puasa juga diminta tidak menggunakan peralatan elektronik seperti iPod maupun telepon seluler. Berdasarkan kajian ilmiah, para rohaniwan menilai barang-barang itu selama ini dikenal penyumbang karbon terbesar.

Hampir semua warga di Inggris menggunakan telepon seluler dan tidak sedikit pula yang memakai iPod. Penggunaan alat komunikasi secara massal itu dipandang turut berperan dalam mengeluarkan banyak karbon dioksida ke lapisan atmosfer.

Menurut penelitian ilmiah, kadar karbondioksida dalam jumlah yang banyak di atmosfer dapat menyebabkan polusi udara dan ketidakseimbangan alam.

Maka, menurut Kepala Gereja Anglikan di London, Pendeta Richard Chartres, ibadah puasa Pra-paskah itu bisa menjadi momentum untuk menunjukkan “Kasih Tuhan dalam cara yang sederhana.” Dia juga mengingatkan bahwa rakyat di negara-negara miskin merupakan korban terbesar dari perubahan iklim akibat perbuatan manusia itu.

Ibadah puasa Pra-paskah lazim diikuti oleh umat Katolik dan umat Kristen dari Gereja Anglikan dan Ortodoks. (Associated Press)

sumber : teknologi.vivanes.com

Add comment February 17, 2010

20 Orang Pendeta Gereja Terang Dunia Dilantik di Nias dan Kota Gunungsitoli

Gunungsitoli – Ketua Pengurus Pusat Gereja Terang Dunia (GTD), Pdt Banginda Nainggolan STh MA mengajak Umat GTD untuk lebih mempedomani karya Tuhan, karena anak manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawanya menjadi tebusan bagi banyak orang.

“Barang siapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu dan barang siapa ingin menjadi yang ketermuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semua umatnya,” kata Pdt Banginda Nainggolan STh MA saat menyampaikan renungan sebelum pelantikan 20 Pendeta GTD di Aula Hotel Dian Otomosi Jalan Yos Sudarso Gunungsitoli, Minggu (15/2).

Sebelumnya, mewakili Kepala Kanwil Departemen Agama F Zega mengatakan, Gereja Terang Dunia saat ini kedudukannya telah sejajar dengan kedudukan gereja-gereja lain di Indonesia. Kepada semua pihak diharapkan untuk saling menghormati dan menjujung tinggi hak-hak beribadah antara agama yang satu dengan yang lainnya.

Secara terpisah, Pendeta utama Pdt Arifeli Zega SH STh pada laporannya mengatakan pelantikan pertama bagi 6 pengurus wilayah Nias dan Pemko Gunungsitoli, kemudian dilanjutkan pengukuhanya 8 orang pendeta Inti dan 9 orang pendeta muda ditambah 28 orang Gembala sidang serta 13 orang Evangelis GTD Nias dan Kota Gunungsitoli.

Disebutkannya, visi GTD adalah mengakui Yesus Kristus satu-satunya jalan kebenaran dan hidup serta Misi GTD adalah menerangi jiwa-jiwa yang hidup dalam kegelapan supaya datang kepada terang Kristus sehingga mendapat kesembuhan jiwa dari kegersangan hidup dan dari segala penderitaan hidup ke dalam terang Tuhan.

Ditambahkannya, berbagai program jangka pendek maupun jangka panjang akan segera dilaksanakan, seperti dalam waktu dekat ini akan diberikan penataran kepada para pelayan dilanjutkan pelaksanaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang pembawa khotbahnya pendeta dari negara Swedia dan ini pertama kali di Nias dan Kota Gunungsitoli.

Saat ini kata Pdt Arifeli Zega, GTD mempunyai sekitar 4000 orang umat tersebar di dua kabupaten Nias dan Kota Gunungsitoli, dan acara pengukuhan pendeta inti dan pendeta muda tersebut dihadiri pengurus wilayah pusat GTD, masing-masing Pdt Banginda Nainggolan STh MA, Pdt Erikson Simamora dan Pdt Fagondri Gulo STh.

Sedangkan pengurus wilayah GTD Kota Gunungsitoli dan Nias yakni ketua Anotona Zalukhu, wakil ketua Pdt Haogoli Harefa, sekretaris Pdt Faoli Zega, Wakil sekretaris Pdm Yulianus Gulo SE, Bendahara Pdt Maretieli Zega dan Wakil bendahara Pdm Indrus Zega dan 8 Pendeta inti, 9 Pendeta muda, 28 orang Gembala sidang dan 13 orang Evangelis, lapor Zega.

sumber : hariansib.com

Add comment February 17, 2010

Massa Segel Gereja GPIB Galaxi Bekasi

Bekasi – Sejumlah organisasi massa (ormas) Islam, Senin (15/2) siang, memprotes dan menyegel pembangunan Gereja GPIB di RW 05/17 Perumahan Taman Galaxy, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Hingga berita ini dilaporkan, penyegelan sedang berlangsung dengan membentangkan kain sepanjang 50 meter yang isinya menolak pembangunan gereja tersebut.

Kain tersebut bertuliskan berbagai protes terhadap pembangunan gereja itu, dipasang sekeliling tembok gereja. Selain itu, penghapusan papan nama gereja dan pengibaran bendera sejumlah ormas Islam di lokasi bangunan juga dilakukan. Penyegelan dilakukan dengan alasan bahwa Gereja GPIB tersebut belum menyelesaikan surat izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Seperti diketahui, Gereja GPIB ini, salah satu dari tujuh gereja yang berada di lokasi itu. Massa juga menempelkan surat teguran yang ditandatangani Camat Bekasi Selatan, Hudi Wijayanto terkait pembangunan gereja tersebut. Sambil berorasi, massa menyatakan, dari sejumlah gereja di lokasi itu terdapat beberapa gereja yang belum memiliki IMB, termasuk GPIB yang kini tengah dalam tahap pembangunan dua lantai.

Di antara isi surat Camat Bekasi Selatan yang dilaminating dan ditempelkan massa di bangunan gereja itu bertuliskan.

“Pihak panitia pembangunan gereja untuk tidak melaksanakan kegiatan sebelum menyelesaikan perizinan dari Pemkot Bekasi.”

Surat itu merupakan lembar kelima yang ditempelkan terkait surat camat kepada pihak panitia pembangunan gereja.

Rupanya, pihak gereja membangun tempat ibadah sebelum melengkapi perizinan sehingga camat setempat memberi teguran. Surat teguran pada halaman kelima itulah yang ditempelkan massa.

Pihak gereja yang ditemui tidak ada di lokasi. Tetapi, beberapa tukang yang sedang bekerja terpaksa menghentikan kegiatan mereka setelah puluhan massa mendatangi bangunan itu.

Sebagaimana diketahui, penolakan terhadap gereja di Kabupaten dan Kota Bekasi, sejak akhir 2009 lalu, sudah berlangsung beberapa kali. Pertama, penolakan dialami umat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Philadelpia di Desa Jelajen Jaya Kecamatan Tambun Utara.

Kemudian, dilanjutkan dengan protes sejumlah massa ke Gereja HKBP Pondok Timur di Kecamatan Mustika Jaya Kota Bekasi dan kali ini berlanjut di Gereja GPIB Galilea di Perumahan Taman Galaxy Kota Bekasi.

sumber : hariansib.com

2 comments February 16, 2010

Gereja Australia Sesalkan Pembakaran Gereja di Padang Lawas

Pematansgiantar – Sekjen Lutheran Church Of Australia (LCA), Rev Neville Otto, mengatakan sangat menyesalkan dan menyayangkan terjadinya pembakaran gereja di Padang Lawas, Sumatera Utara. Selaku orang Kristen dia tidak mau jika ada orang yang tersakiti.

Hal itu dikatakannya kepada SIB, Selasa (9/2) di sela-sela Rapat Konsultasi Gereja LCA dengan Gereja Lutheran di Sumut, di Restorant Internasional, Jalan Gereja Pematangsiantar. Karena belum dapat informasi yang formal dari gereja yang bersang-kutan (gereja yang dibakar), maka kami belum tau apa yang dapat kami bantu.

Satu hal yang pasti, doa akan memberikan kekuatan bagi kita dalam mengatasi peristiwa tersebut. LCA juga berdoa untuk seluruh masyarakat Indonesia , katanya seraya menyebut LCA berkeinginan mendengar lang-sung dari yang bersangkutan bentuk bantuan apa yang akan dibutuhkan. Selanjutnya dikatakan bahwa selaku orang Kristen, LCA tidak menginginkan ada orang yang tersakiti, karena kita hidup di dunia ini dengan harmonis, tapi kita tidak melihat siapa yang membakar gereja tersebut, tapi kita mengharapkan tidak seorang-pun yang tersakiti dalam peristiwa itu.

Menjawab pertanyaan SIB, apakah peristiwa pembakaran gereja juga pernah terjadi di Australia , Otto menyebut, tidak pernah karena merupakan satu hal yang sulit jika gereja dibakar. Jika terjadi pembakaran Gereja, itu berarti tidak ada damai dan keharmonisan.

Kita harapkan, supaya orang Kristen di Indonesia bisa menun-jukkan kepada khalayak ramai bahwa kita bisa menciptakan suasana yang damai, karena kita percaya bahwa Allah itu Kasih dan kita orang Kristen tetap ber-tanggungjawab menjadi saksi Kristus dan bertanggungjawab bahwa Allah itu baik dan Allah itu Kasih.

Hukuman apa yang pantas bagi pelaku pembakaran gereja, tanya SIB, dengan diplomasi Otto mengatakan bahwa Undang-undang di Indonesia sudah mengatur tentang itu. Otto juga yakin bahwa Undang-undang yang berlaku di Indonesia pasti berpihak kepada sesuatu yang benar.
Di akhir pembicaraan, Otto menginginkan bahwa dalam beberapa hari ini termasuk dalam pertemuan dengan Gereja-gereja Lutheran di Sumut, LCA lebih banyak mendengar informasi secara luas dan langsung dari Pimpinan Gereja mitra LCA tentang pembakaran. Usai Rapat Konsultasi itu, rombongan dari LCA akan melakukan kunjungan ke beberapa gereja. Harapan mereka, ketika berkunjung ke HKBP (salah satu gereja yang dibakar di Padang Lawas), LCA akan dapat informasi yang luas tentang pembakaran, katanya seraya menyebut LCA akan membantu apa yang dibutuhkan jika sudah mendapat informasi yang jelas.

sumber : hariansib.com

Add comment February 16, 2010

Previous Posts


Recent Posts

Categories

Links

Recent Comments

mel on Massa Segel Gereja GPIB Galaxi…
Danie Fabregas on Massa Segel Gereja GPIB Galaxi…
Daniel on Nama “Allah” untuk…
Daniel on Umat Muslim Juga Ikuti Pawai H…
christian on Umat Muslim Juga Ikuti Pawai H…

Tag

2010 agama allah bapa dibakar ditangkap doa gembala gempa gereja Haiti hidup iman indonesia israel jesus jiwa kasih kata katolik kristen love lukas lyric malaysia manusia matius muslim Natal orang paus pelaku pembakaran pendeta penodaan polisi Tahun taurat tuhan umat untuk uu year yesus you
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Top Clicks

Top Posts

RSS Feed RSS - Posts