Kristen Koptik Mesir Bereaksi

[KAIRO] Komunitas Kristen terbesar di Timur Tengah, Kristen Koptik, bereaksi melihat hasil pemilihan umum parlemen pertama Mesir yang menunjukkan kemenangan partai politik Islam. Penganut Kristen Koptik melakukan ibadah Minggu massal di gereja-gereja di seluruh Mesir, Minggu (5/12). Mereka menunjukkan ketakutan bahwa negara itu akan dipimpin mengarah pada hukum Islam (Syariah).

Hasil pemilihan umum putaran pertama menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Mesir memilih partai Islam dengan suara mereka menunjukkan mencapai hampir 65 persen. Partai Islam moderat, Partai Keadilan dan Kebebasan (FJP) berada di urutan pertama dengan 36,6 persen dan partai Islam garis keras Al Nur Salafi berada di urutan kedua dengan 24,4 persen.

“Semua kaum Koptik sangat khawatir. Kami tidak mengharapkan ini, kami ingin beberapa kelompok liberal dipilih dengan harapan mungkin ada perubahan” ucap Girgi Szaki (42) seorang insinyur.
Hasil pemilu minggu lalu adalah hasil pertama dari tiga tahap pemungutan suara untuk membentuk parlemen.
Banyak warga Kristen Koptik mengharapkan partai liberal memenangkan pemilu parlemen tahun depan. “Kami terkejut tapi kami masih optimistis, ini adalah demokrasi, ini adalah opini nyata dari Mesir, partai sekuler masih terus berjuang,” kata Eman Seif.

Pemimpin reformasi Mesir sekaligus kandidat Presiden Mesir, Mohamed El Baradei menunjukkan kekhawatiran munculnya elemen atau ide-ide garis keras. Peraih nobel perdamaian itu mengatakan pemuda liberal di balik penggulingan Hosni Mubarak telah “hancur” dalam pemilihan umum pertama yang didominasi partai Islam.
“Para pemuda merasa kecewa. Mereka tidak merasa bahwa tujuan-tujuan revolusi telah dicapai. Mereka hancur, pemuda gagal untuk menyatukan dan membentuk satu masa penting,” ucapnya.

Baradei menekankan bahwa dalam membuat konstitusi, menghormati hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi harus menjadi dasar dari konstitusi di antara para kepentingan dan bukan sebuah mayoritas parlemen. Dia juga mengangkat kekhawatiran terkait dengan pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh kelompok Salafi.

Kelompok Islam garis keras itu mempertanyakan apakah wanita perlu dilarang mengendarai, seperti yang diberlakukan di Arab Saudi. Mereka juga menyebut novel-novel peraih Nobel Naguib Mahfouz sebagai “prostitusi”.

“Saya kuatir tentu saya bahwa beberapa hal ekstrem yang keluar dari Salafi, ketika mendengar bahwa kita masih memperdebatkan apakah perempuan diperbolehkan mengendarai mobil, apakah demokrasi bertentangan dengan hukum Islam,” tutur Baradei.

Dia menyerukan kelompok Islam moderat yang menjaga prinsip-prinsip agama harus memperhatikan kemiskinan yang merajalela, buta huruf, dan bukan tentang apa yang orang pakai atau minum. Islam moderat harus memastikan bahwa suara-suara fundamentalis tidak akan menjadi arus utama.

Baradei juga menyerukan kelompok pemuda liberal untuk tidak menyerah dan melihat proses reformasi Mesir dan mempersiapkan untuk pemilihan berikutnya, mengatasi perbedaan idiologis mereka dan bekerja sama.

sumber : suarapembaruan.com

December 10, 2011 at 10:46 am Leave a comment

Terduga Pelaku Teror Tidak Mau Dikeler Polisi Berpakaian Preman

Surabaya – Seorang pria dicurigai pelaku teror berinisial AB (53) ditangkap Satpam Gereja Katolik Sakramen Maha Kudus Pagesangan Surabaya dan anggota Polsek Jambangan, enggan dibawa polisi berpakaian preman.

Warga Manyar Tirtomoyo yang ditangkap di kawasan Bundaran Bulog Jalan A Yani, hanya mau diamankan petugas berpakaian seragam polisi.

“Saat ditangkap anggota berpakian preman, dia nggak mau. Dia maunya anggota yang berseragam,” ujar sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya, Sabtu (10/12/2011).

Sebelum ditangkap pukul 13.30 WIB, seminggu sebelum kejadian bom bunuh diri di Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, 25 September 2011 lalu, Suwarso satpam Gereja Katolik Sakramen Maha Kudus Surabaya menerima telepon dari orang yang tak dikenal.

Dalam telepon tersebut, AB mengatakan, ingin menitipkan barang di gereja dan Suwarso diming-imingi uang sebesar Rp 2 juta. Namun, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah Suwarso.

Seiring berjalannya waktu, ternyata pria tersebut sering menghubungi Suwarso dan terus menyampaikan keinginannya menitipkan barang, setiap hari Sabtu. Karena sering dihubungi, Suwarso pun merasa gerah dan semacam mendapatkan teror dari nomer telepon yang tak dikenalnya.

Suwarso juga mengaku curiga dan aneh. Setiap kali menjaga gereja, dia melihat orang yang tak dikenal, mondar-mandir di depan gereja mengendarai sepeda motor sambil membawa tas ransel di bagian belakang dan depan tubuhnya.

Pagi tadi, Suwarso mendapatkan telepon dari nomor tak dikenal lagi. Suara dibalik telpon itu terus merayu menitipkan barangnya di gereja dan akan memberikan imbalan sebesar Rp 2 juta. Suwarso pun mengiyakan permintaan itu dan berjanji bertemu di Bundaran Bulog Jalan A Yani.

Sebelum menemui orang tak dikenal itu, Suwarso menghubungi petugas Polsek Jambangan. Dari informasi tersebut, Suwarso dan anggota Reskrim menjebak pria tersebut hingga menangkapnya di Bundara Bulog.

“Karena tidak mau dibawa petugas berpakaian preman, dia dibawa ke Pos Polisi Bundaran Bulog (dekat Mapolda Jatim). Dari situ, dia dijemput anggota Polsek Jambangan berpakaian dinas,” jelasnya.

Setelah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Jambangan, Jalan Pagesangan, AB dibawa anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk diperiksa di mapolrestabes, Jalan Sikatan.

sumber : surabaya.detik.com

December 10, 2011 at 10:40 am Leave a comment

Perajin Gelas Jamuan Gereja Kebanjiran Order

Perajin Gelas Jamuan Gereja Kebanjiran OrderKlaten: Jelang tanggal 25 Desember, perajin pernak-pernik Natal mulai kebanjiran order. Salah satu pernak pernik yang banyak dicari adalah gelas jamuan gereja yang terbuat dari kuningan. Meski harganya terbilang cukup mahal, mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, gelas cantik tersebut tetap laris manis diburu pembeli.

Salah satu perajin aksesoris gelas jamuan gereja yang diburu pembeli terdapat di Karang Anom Mudal, Kecamatan Klaten Utara, Jawa Tengah. Setiap mendekati Natal, tempat itu selalu menambah produksi karena banyaknya permintaan dari sejumlah gereja maupun umat Kristiani.

Banyaknya peminat, tentu menaikkan pendapatan bagi perajin. Untuk membuat gelas jamuan digunakan bahan baku dari plat kuningan yang dibentuk sesuai dengan model yang dikehendaki. Selanjutnya, dibentuk bagian-bagian gelas dengan cara dipukul sedikit demi sedikit agar bentuknya bisa melengkung.

Setelah semua bagian terbentuk, tinggal merangkai menjadi satu rangkaian yang dikehendaki. Supaya warna kuningan kembali bersih seperti aslinya dilakukan proses pengkilapan secara hati-hati. Tak hanya proses pengkilapan, agar gelas semakin menarik dan mengkilap perlu dilakukan juga penyepuhan dengan menggunakan cairan emas maupun perak.

Pemasaran gelas jamuan tersebut telah menembus sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Pulau Jawa, Sumatra, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua.

Sumber : Liputan6.com

December 10, 2011 at 10:39 am Leave a comment

Dewan Gereja Dunia Datangi GKI Yasmin

BOGOR- Ricuh rumah ibadah GKI Yasmin di Jalan Abdulah bin Nuh, Kelurahan Curugmekar, Kecamatan Bogor Barat, kembali menjadi sorotan publik dunia. Kemarin, Dewan Gereja Sedunia bertandang ke rumah ibadah yang selama empat tahun terakhir ini menuai kontroversi.

Kedatangan Dewan Gereja Sedunia tersebut dikawal ketat aparat kepolisian dari Polres Bogor Kota dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor. Petugas sengaja melakukan penjagaan ketat guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Sementara itu, puluhan jemaat GKI Yasmin ikut serta dengan Dewan Gereja Sedunia tersebut. Namun, jemaat tidak beribadah di sekitar trotoar karena tidak diperbolehkan oleh petugas dan pemerintah kota. Puluhan jemaat GKI kemudian beribadah di rumah salah satu rumah jemaat. Sedangkan, tempat ibadah yang disediakan pemerintah kota tidak digunakan hingga saat ini.

Perwakilan Dewan Gereja Sedunia, Pendeta SAE Nababan, berharap konflik GKI Yasmin dengan warga sekitar cepat diselesaikan. Selain itu, dia meminta Pemkot Bogor mematuhi keputusan Mahkamah Agung (MA) dan Ombudsman.  “Jalan menuju gereja tadi pagi ditutup lagi saat kami mau ke sana. Karena GKI Yasmin merupakan anggota Dewan Gereja Sedunia, saya sebagai presiden mengunjungi mereka dan memberikan semangat,” ujarnya.

Nababan juga mengingatkan para jemaat agar tetap bersemangat menjalankan ibadah, kendati ibadah harus dilakukan di rumah seorang jemaat. “Saya menasihati mereka agar jangan memakai kekerasan dan tetap menggunakan jalan damai,” sambungnya.

Sementara itu, ia belum berniat bertemu dengan Walikota Bogor, Diani Budiarto, terkait GKI Yasmin. Namun, ia berharap semua pihak mematuhi keputusan MA dan menjalankan rekomendasi Ombudsman RI agar masalah GKI Yasmin tidak berlarut-larut.

Seusai melakukan ibadah di rumah warga, Nababan dan jemaat lainnya berjalan menuju GKI Yasmin. Mereka kemudian melihat kondisi gereja dari jarak dekat. “Kami mencoba masuk dan berbicara dengan Satpol PP yang berjaga. Tapi, tetap tidak diizinkan,” tandas Nababan.

MA sudah mengeluarkan keputusan Nomor 127 PK/TUN/2009 pada 9 Desember 2010. Mahkamah Agung menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Pemkot Bogor terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Gereja GKI Yasmin Bogor. Ombudsman RI juga telah mengeluarkan rekomendasi bernomor 0011/REK/0259.2010/BS-15/VII/2 011 pada 8 Juli 2011 tentang pencabutan keputusan Walikota Bogor tentang IMB GKI Yasmin.

Masalah gereja ini juga menjadi perbincangan hangat ormas-ormas Islam di Indonesia. Salah satunya, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang menggelar rapat akbar pada Minggu (27/11) lalu. Ketua DPD HTI Kota Bogor, Amiruddin A Fikri melihat bahwa kasus GKI Yasmin ini merupakan penipuan.

Amiruddin menyebutkan, pihak GKI Yasmin telah menipu masyarakat, mulai dari pembangunan gereja yang dilakukan dengan menipu warga lewat tanda tangan palsu, dan mengatakan jika IMB GKI Yasmin masih ada. Hal itu jarang dimunculkan ke publik terkait polemik ini.

HTI, lanjutnya, bukannya membela walikota, melainkan lebih berjuang menegakkan syariat dan khilafah. Amiruddin menjelaskan, putusan MA tanggal 9 Desember 2010 yang memerintahkan walikota mencabut SK Pembekuan IMB GKI Yasmin, telah direspons walikota melalui SK Walikota No 503.45-35 tentang pencabutan pembekuan IMB tanpa syarat.

Sementara itu, beberapa hari lalu Walikota Bogor Diani Budiarto mengaku sudah menjalankan keputusan MA tersebut, yaitu mencabut pembekuan SK tanggal 8 Maret 2011. Namun, kata dia, ada pertimbangan-pertimbangan lain terkait stabilitas daerah, sehingga dia menawarkan tiga solusi, yaitu mengembalikan biaya perizinan atau membeli tanah dan bangunan atau memfasilitasi relokasi. “Tapi pihak GKI Yasmin tidak mau,” jelas Diani.

Hingga kini, MA menyatakan bahwa IMB gereja tersebut sah sehingga GKI Yasmin boleh didirikan di kompleks Perumahan Taman Yasmin. Bahkan, Ketua MA Harifin Andi Tumpa mengatakan, Walikota Bogor harus melaksanakan putusan MA terkait kisruh GKI Taman Yasmin tanpa syarat. “Keputusan walikota inilah yang justru malah membuat kerukunan umat beragama disorot dunia internasional,” ungkap Harifin.

sumber : jpnn.com

December 10, 2011 at 10:35 am Leave a comment

Lima RT di Samarinda Tolak Pendirian Gereja

SAMARINDA, Lima Ketua RT, yakni RT 71, 70, 37, 38 dan 15 di Kelurahan Sungai Pinang Dalam dan Kelurahan Temindung, Kota Samarinda  menolak aktivitas gereja di Ruko Graha Rock Jl DI Pandjaitan Samarinda. Lokasi ruko dijadikan tempat ibadah berdekatan Masjid Babul Hafadzah dan mushola.

“Lima ketua RT ini menolak jika Ruko Graha Rock dijadikan tempat aktivitas ibadah umat nonmuslim. Lokasinya sangat berdekatan dengan rumah ibadah umat Islam. Sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama mengatur jarak dan harus mendapat persetujuan warga setempat,” kata Ketua DPW Front Pembela Islam (FPI) Samarinda Rasyid Ridla.

Penolakan warga itu telah disampaikan ke Walikota Samarinda ditembuskan ke Gubernur Kaltim, DPRD Samarinda, Kapolresta Samarinda, MUI Samarinda, Kandepag Samarinda, Camat Sungai Pinang, Lurah Temindung, Lurah Sungai Pinang Dalam, FPI Samarinda dan developer Graha Rock.

“Keberatan warga sangat mendasar karena pemanfaatan izin rumah ibadah belum ada. Selain itu tak ada pemberitahuan kepada tokoh masyarakat dan warga setempat. Karena itu fungsi ruko menjadi rumah ibadah ditolak warga. FPI Samarinda akan mengaw-al dan segera menyurat ke Pemkot agar menyikapi secara tegas persoalan ini,” kata Rasyid.

sumber : tribunkaltim.co.id

December 10, 2011 at 10:30 am Leave a comment

Jelang Natal & Tahun Baru : Polda Metro Antisipasi Serangan Balik Teroris

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Sutarman,

Meski kemungkinan serangan balasan teroris bisa terjadi, namun hingga H-8 perayaan natal 2010 ini, Polda Metro Jaya masih menganggap kondisi relatif aman.

“Belum ada menetapkan,” ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Sutarman, di Mapolda Metro, Jumat (17/12/2010).

Walau demikian, pihaknya tetap mengantisipasi munculnya kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan keresahan saat puncak natal.

“Setiap hari juga saya melakukan analisa-analisa langkah apa yang akan kita lakukan sehingga dengan beberapa kejadian di daerah itu mungkin saja ada disini. Oleh karenanya kita melakukan langkah lebih awal sehingga kita bisa melakukan upaya-upaya pencegahan,” jelasnya.

Guna memastikan meminimalisir potensi gangguan malam Natal, Sutarman mengatakan, aparatnya akan melakukan sterilisasi di beberapa gereja-gereja besar.

“Apabila nanti kita memprediksi kerawanan tentu akan kita gunakan untuk melakukan sterilisasi untuk melakukan pengecekan terhadap jemaah yang membawa semacam bungkusan sehingga tidak ada senjata tajam,” paparnya.

Sebanyak 9.000 personil keamanan akan diterjunkan dalam pengamanan Natal tahun 2010. Dari 1.619 gereja yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Masing-masing akan ditempatkan oleh 2 aparat kepolisian. Selain dari aparat kepolisian, beberapa LSM hingga organisasi kepemudaan mengaku siap membantu keamanan.

sumber : inilah.com

December 18, 2010 at 8:50 am Leave a comment

UNHCR: Ribuan pemeluk Kristen Irak lari

Pihak keamanan berjaga-jaga di gereja Kristen di ibukota Irak, Baghdad

Badan Pengungsi PBB mengatakan ribuan pemeluk Kristen Irak melarikan diri dari bagian tengah propinsi negara itu.

Mereka mencari perlindungan di kawasan yang dikuasasi golonngan Kurdi di Irak utara.

UNHCR mengatakan sekitar 1.000 keluarga meninggalkan Baghdad dan propinsi Mosul sejak penyerangan di satu gereja di Baghdad yang menyebabkan 68 orang tewas.

Badan PBB itu mengatakan larinya pemeluk Kristen ke bagian lain Irak dan ke luar negeri telah menjadi “eksodus yang pelan tapi terus terjadi.”

UNHCR juga mengatakan mereka kecewa dengan langkah negara-negara Eropa yang mendeportasi pencari suaka yang gagal ke kawasan yang tidak aman di negara itu.

“UNHCR menekankan kembali seruan agar negara-negara Eropa tidak lagi mendeportasi warga Irak yang berasal dari berbagai tempat yang berbahaya di negara itu,” kata Melissa Fleming, juru bicara organisasi itu.

Serangan gereja

Upaya pihak keamanan Irak untuk membebaskan puluhan tawanan di gereja Katolik di Baghdad, menyebabkan hampir 70 orang tewas 31 Oktober lalu.

Insiden ini bermula dari upaya sejumlah orang bersenjata yang memasuki gereja di kawasan Karrada selama ibadah.

Kantor-kantor UNHCR di Irak mencatat peningkatan warga Kristen yang melarikan diri.

“Kami mendengar banyak cerita soal orang yang melarikan diri setelah mendapat ancaman mati. Sejumlah diantara mereka hanya membawa barang-barang seperlunya,” kata UNHCR.

Kantor-kantor UNHCR di Suriah, Yordania dan Lebanon melaporkan peningkatan jumlah warga Kristen Irak yang tiba di negara-negara itu.

Gereja-gereja dan LSM memperingatkan badan pengungsi PBB itu bahwa akan ada lebih banyak lagi gelombang pengungsian dalam beberapa minggu ke depan.

sumber : bbc.co.uk

 

 

December 18, 2010 at 8:48 am Leave a comment

Banser dan Pagar Nusa Amankan Natal

Perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2011 di Kota Kediri bakal mendapat pengamanan ekstra ketat dari petugas kepolisian. Polres Kediri Kota akan mengerahkan ratusan personel baik dari Polri, TNI, Satpol PP, Dihubkominfo, serta petugas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Rencananya, petugas juga akan meminta bantuan puluhan tenaga dari Banser (Barisan Ansor Serba Guna) dan beberapa pendekar perguruan pencak silat Pagar Nusa untuk bergabung dalam pengamanan hari raya keagamaan tersebut.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Mulya Hasudungan Ritonga mengatakan, untuk Polres Kediri Kota sendiri rencananya akan menerjunkan sebanyak 682 personel di lapangan. Anggota tersebut akan disiagakan selama 24 jam penuh di beberapa lokasi yang dianggap rawan dengan kejahatan. Jumlah tersebut masih ditambah lagi puluhan petugas keamanan dari unsur lain, seperti TNI, Satpol PP, Dishub, serta petugas kamtibmas.

Dikonfirmasi terpisah, pengasuh Pagar Nusa Kota Kediri, Badrul Huda Zaenal Abidin mengatakan, pihaknya mengaku siap jika memang dibutuhkan untuk ikut serta dalam pengamanan menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru. Berapapun jumlah yang diinginkan oleh pihak Kepolisian, dia akan berusaha untuk memenuhinya.

Disinggung apakah ada latihan khusus bagi anggota Pagar Nusa yang akan diterjunkan dalam pengamanan nanti, Gus Bidin menjawab tidak. Menurutnya, bekal ilmu kanuragan yang sudah dimiliki anggota Pagar Nusa cukup untuk pengamanan acara itu.

Sementara itu, antisipasi disiapkan jajaran Polresta Pasuruan untuk pengamanan perayaan Natal. Salah satu di antaranya adalah penyisiran bom dan penggeledahan tas bagi semua pengunjung gereja-gereja di Pasuruan.

“Kami sudah bertemu dengan Dewan Gereja Indonesia (DGI) Kota Pasuruan dan berupaya semaksimal mungkin agar perayaan Natal dan tahun baru berlangsung aman. Antisipasi sudah kami lakukan,” tegas AKBP Agung Yudha Wibowo, Kapolresta Pasuruan.

sumber : surya.co.id

December 16, 2010 at 3:11 am Leave a comment

Wisatawan Betlehem Melonjak Drastis

Betlehem meraih rekor jumlah wisatawan tahun ini dan ribuan kamar hotel di wilayah itu telah penuh dipesan untuk perayaan Natal minggu ini.

Hal tersebut dimungkinkan berkat persentase tingkat kekerasan yang terus menurun di wilayah Tepi Barat selama beberapa tahun terakhir ini.

Hal itu merupakan ‘sedikit’ kabar baik dalam masa suram, akibat kandasnya upaya perundingan damai antara Israel dan Palestina.

Tahun ini, sekitar 1,4 juta wisatawan telah mengunjungi tempat kelahiran tradisional Yesus dan 90.000 turis lainnya diharapkan akan datang selama musim Natal, di mana jumlah tersebut merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun lalu, menurut pemerintah Israel. Jumlah pengunjung terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami percaya bahwa situasi ekonomi dibandingkan dengan tahun sebelumnya, telah lebih stabil dan membaik,” kata Samir Hazboun, anggota Kamar Dagang Betlehem.

Sebanyak 2.750 kamar hotel telah penuh dipesan selama minggu Natal dan empat hotel lagi sedang dalam pembangunan. Para wisatawan yang melakukan liburan minggu Natal tahun lalu, mencapai sekitar 70.000 orang.

Pariwisata merupakan salah satu dari sedikit hal yang memerlukan kerjasama kuat dari Israel dan Palestina. Militer Israel mengatakan, mereka telah melakukan kontak dengan para tokoh dan pemimpin agama dari berbagai sekte Kristen untuk mengkoordinasikan rombongan peziarah yang menuju Betlehem untuk menghadiri acara misa tengah malam pada Natal nanti. Sebuah barikade penghalang dibangun oleh pihak kemanan Israel di sepanjang ujung selatan kotaBetlehem, yang merupakan wilayah yang menjadi sumber gesekan dengan para penduduk.

Puluhan ribu wisatawan asing akan berkumpul di Manger Square, depan Gereja Kelahiran untuk melakukan perayaan Natal. Mereka harus menyeberang melalui sebuah pintu gerbang setinggi 8 meter yang dibangun Israel untuk menjaga serangan para pejuang Palestina dari Yerusalem, yang hanya berjarak 5 kilometer jauhnya.

sumber : wartanews.com

December 16, 2010 at 3:09 am Leave a comment

Pengamanan Natal, Satu Gereja Dijaga 10 Polisi

Kepolisian Resor Kota Besar Bandung menyiapkan 10 personel polisi untuk menjaga setiap gereja pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2011.

Bahkan polisi mengerahkan pengamanan terbuka dan tertutup di lokasi-lokasi yang strategis guna menjaga perayaan hari besar umat kristiani tersebut.

Kapolrestabes Bandung Kombes Polisi Jaya Subriyanto melalui Kasubag Humas Polrestabes Bandung Komisaris Polisi Endang Sri Wahyu Utami mengatakan, jumlah personel yang akan dikerahkan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru 2011 akan disesuaikan karena gabungan dengan personel dari instansi lain.

“Untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru, seluruh instansi gabungan, dari TNI, Pemkot, serta Pemadam Kebakaran,” ujar Kompol Endang saat dihubungi INILAH.COM, Selasa (14/12/2010).

Nantinya, lanjut Endang, setiap gereja dimungkinkan akan dijaga sekitar 10 orang personel polisi baik yang berpakaian preman maupun pakaian dinas. Selain itu, penjagaan juga melibatkan personel gabungan lain yang akan diatur dalam rakor menjelang pengamanan natal dan Tahun Baru 2011 tanggal 20 mendatang.

“Untuk polisi sekitar 10 personel setiap gerejanya, nanti dalam pengamanan akan dilakukan juga penjagaan oleh personel gabungan dari TNI, Damkar serta pihak Pemkot,” ungkap Endang

sumber : inilah.com

December 14, 2010 at 6:19 am Leave a comment

Older Posts


Recent Posts

Categories

Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Top Clicks

  • None

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.